Religi

Umat Kristen di Sumatera Barat Dilarang Rayakan Natal

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 19 December 2019 15:27   429 kali

PADANG (BK): Seluruh umat Kristiani di Sungai Tambang, Kabupaten Sijunjung dan Jorong Kampung Baru, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, dilarang menggelar ibadah dan  perayaan Natal tahun 2019.

 

Pemerintah setempat beralasan, perayaan Natal dilarang di dua lokasi itu karena tidak dilakukan pada tempat ibadah pada umumnya.

 

Mereka tidak mendapatkan izin dari pemerintah setempat kerena perayaan dan ibadah Natal dilakukan di rumah salah satu umat yang telah dipersiapkan. Pemda setempat beralasan karena situasinya tidak kondusif," ujar Badan Pengawas Pusat Studi Antar Komunitas (PUSAKA), Sudarto kepada Covesia—jaringan Suara.com melalui telepon di Padang, Selasa (17/1/2/2019).

 

Sudarto mengatakan, pelarangan bagi umat Nasrani ini untuk merayakan Natal dan Tahun Baru sudah berlangsung sejak tahun 1985.

 

"Sudah berlangsung cukup lama (1985), selama ini mereka beribadah secara diam-diam di rumah salah satu jamaat, namun mereka sudah beberapa kali mengajukan izin untuk merayakan Natal, namun tak kunjung diberikan izin. Pernah sekali, pada awal tahun 2000, rumah tempat mereka melakukan ibadah kebaktian dibakar karena adanya penolakan dari warga," kata Sudarto.

 

Sudarto menilai, larangan tersebut merupakan suatu tindakan melanggar HAM, karena di negara ini setiap umat beragama diberikan kebebasan untuk merayakan hari besar agama masing-masing.

 

"Saat ini sekitar 210 kepala keluarga (KK) umat Nasrani di Sungai Tambang, yang terdiri dari 120 KK jamaat HKBP, 60 KK Khatolik dan 30 KK GKII. Selama ini merayakan Natal di geraja di Sawahlunto yang harus menempuh jarak 120 kilometer," tegasnya.

 

Karena faktor jarak tersebut, pada akhirnya mereka secara bersama-sama mengajukan izin untuk bisa merayakan Natal di lingkungan mereka tinggal.

 

"Karena terlalu jauh, mereka kembali mengajukan izin untuk merayakan secara bersama di rumah saja, namun tetap tidak mendapakan izin," kata Sudarto.

 

Saat ini, Sudarto dan beberapa perwakilan PUSAKA mendatangi Komnas HAM dan Ombudsman untuk mengadukan nasib mereka, agar mendapatkan izin merayakan Natal dan Tahun Baru mereka.

 

(scom/bk-1)

 

Komentar ()
Berita Religi
Religi
11 May 2019 / dibaca 640 kali
MANADO (BK): Puasa adalah satu-satunya ibadah yang tidak terlihat ibadahnya. Mengapa? Karena yang mengetahui ibadah itu hanya orang yang...
Religi
25 Apr 2019 / dibaca 849 kali
SEA (BK): Peran perempuan sejak jaman Yesus sangat menonjol. Perempuan mengerti bahasa ekonomi, mereka juga menyaksikan di mana kubur Yesus....
Religi
22 Apr 2019 / dibaca 658 kali
MANADO (BK): Pemahaman theologi sebagai pendalaman iman menjadi prioritas dalam perayaan kemenangan Yesus Kristus, dalam semarak Paskah 2019....
Religi
22 Apr 2019 / dibaca 550 kali
MANADO (BK):  Uskup Manado Mgr Benedictus Estefanus Rolly Untu, MSC memimpin ibadah Jumat Agung Gereja Oikumene Abigail Rutan Klas IIA...
Religi
06 Feb 2019 / dibaca 1044 kali
MANADO (BK) : Milad Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-72, diperingati dengan cara berbeda oleh HMI Cabang Manado. Peringatan secara sederhana...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.