Sangihe

109 Napi Peroleh Remisi

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Saturday, 18 August 2018 07:23   248 kali

TAHUNA (BK): Bagi para penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tahuna mendapat kaidah saat memperingati hari ulang tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 73, Jumat (17/8/2018).

 

Betapa tidak, sebanyak 109 warga binaan Lapas Kelas II B Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, mendapatkan remisi atau pengurangan masa tahanan oleh Kementrian Hukum dan Hak Azasi Manusia (HAM) Republik Indonesia (RI). 

 

Pelaksanaannya diawali Upacara Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73, dimulai sekitar pukul 07.02 Wita, di lapangan upacara Lapas Klas IIB Tahuna. 

 

Bertindak selaku inspektur upacara yakni Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II B Tahuna, Alfonsus Wisnu Ardianto BcIP, juga turut hadir para staf Lapas Kelas II B Tahuna dan warga binaan setempat.  

 

Kalapas Kelas II B Tahuna, Alfonsus Wisnu Ardianto BcIP yang membacakan sambutan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia menyampaikan pujian syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, yang telah menganugerahkan kesehatan dan kekuatan. 

 

"Hari ini, tanggal 17 Agustus 2018 dapat melaksanakan upacara kemerdekaan Republik Indonesia ke 73 negara yang kita cintai dan banggakan. Bangsa Indonesia bebas dari belenggu penjajah. Indonesia adalah bangsa yang majemuk, bahasa suku dan agama. Itu merupakan nikmat yang diberikan oleh Tuhan," jelasnya. 

 

Pula ditambahkan, tahun 2018 merupakan tahun istimewa, selain memperingati hari ulang tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 73, juga diselenggarakan pesta olahraga Asian Games ke 18 di Jakarta dan Palembang. Melalui kegiatan olahraga dapat mempererat persahabatan dengan negara-negara Asia. 

 

Tema peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 73 adalalah 'Kerja Kita, Prestasi Bangsa' dapat memberi dampak terciptanya kerja sama dalam membangun negara. 

 

"Ajakan Kementerian Hukum dan HAM RI yakni mari tingkatkan empati dalam pembangunan, mengisi kemerdekaan dengan prestasi. Melaksanakan tugas dan fungsi secara pasti dalam menjalankan tugas negara. Juga telah dilaksanakan pendaftaran bakal Calon Presiden (Capres) dan bakal Calon Wakil Presiden (Cawapres, beberapa waktu lalu, tentunya sebagai aparatur sipil negara (ASN) semoga harus memegang teguh netralitas. Hindari berkomentar dan hal-hal yang tidak perlu," tandasnya. 

 

Dia juga menambahkan, untuk mengisi pembangunan tidaklah mudah, perlu bahu membahu dan bekerja sama dalam membangun negara secara bersama, pula ebesaran suatu bangsa ditentukan oleh karakter bangsa dan marilah jadi pelopor bagi bangsa dan negara.

 

Selanjutnya upacara Pemberian Remisi bagi napi dan anak napi dipimpin oleh Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana SE ME, masih di lokasi yang sama, sekitar pukul 08.14 Wita. 

 

Turut dihadiri Asisten I Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe Drs Dirgahayu Mandiangan, Kepala Lapas Kelas II B Tahuna Alfonsus W Adrianto, Danlanal Tahuna yang diwakili Dandem Pomal Lanal Tahuna Mayor Laut (PM) Hendratmo B Wibowo, Kajari Tahuna M Irwan Datuinding SH MH, Kaban Kesbangpol Dany Mandak dan tokoh agama.  

 

Bupati membacakan sambutan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia (RI) Yasona Laoly, yakni menyampaikanp uji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena boleh hadir dan mengikuti hari ulang tahun (HUT) Proklamasi RI ke 73 dan pemberian remisi napi dan anak napi.

 

"Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus tahun 1945 merupakan puncak penggerakan kemerdekaan bangsa Indonesia. Kemerdekaan yang diraih tersebut adalah jembatan untuk memakmurkan seluruh rakyat Indonesia. Penegakan keadilan pada semua lapisan untuk kemajuan bersama pada setiap tantangan, sebagai anak bangsa kita semua harus bekerja keras penuh semangat dalam mengisi kemerdekaan," kata dia. 

 

Lebih lanjut dijelaskannya, semangat untuk mengisi kemerdekaan dijelaskan Bupati,  tentu harus menjadi segenap lapisan masyarakat tidak terkecuali warga binaan kemasyarakatan, meskipun secara hukum mereka dirampas kemerdekaanya, namum itu hanya kemerdekaan titik semata. Karena sesungguhnya mereka memiliki kemerdekaan untuk terus berkarya.

 

"Hal ini dibuktikan dengan beberapa kegiatan yang dilakukan oleh para nara pidana, diantaranya pengapdian terhadap masyarakat. Mereka melakukan pembangunan fasilitas umum di senagap implementasi dari pembinaan yang telah merek dapatkan," tukasnya.

 

Ditambahkannya, Pemerintah memberikan apresiasi terhadap warga binaan kemasyarakat yang telah mengikuti pembinaan dengan baik melalui remisi.

 

"Remisi merupakan salah satu sarana hukum yang penting dalam mewujudkan tujuan sistem kemasyarakatan, remisi diberikan sebagai bentuk apresiasi pencapaian, perbaikan diri yang tercermin dari sikap binaan yang taat," jelas dia. 

 

Pula ditambahkan dia, warga binaan juga turut berperan aktif dalam berkarya yakni di tiap Lapas di seluruh Indonesia, memberikan apresiasi bagi warga binaan melalui pemberian remisi warga binaan yang taat dan berkelakuan baik selama dalam pembinaan. 

 

"Remisi diberikan bagi narapidana berkelakuan baik. Bila tidak, maka hak remisi tak diberikan, dan ke depannya akan diterapkan digitalisasi pemberian remisi agar transparan," tandasnya. 

 

Pula disampaikannya, Lembaga Pemasyarakatan juga telah membuat terobosan yang berani membuat program. Yaitu akan ada Lapas Maksimun Sekuriti, Medium Sekuriti dan tahapan berikutnya. Nantinya pentahapan tak hanya akan bergantung pada waktu, tapi para perilaku. Juga mengapresiasi kepada pemerintah daerah yang telah memberikan pembinaan bagi warga binaan. Berharap agar warga binaan berkelakuan baik, dan berguna dalam kehidupan.

 

Usai pelaksanaan upacara pemberian remisi tersebut, Kalapas Kelas II B Tahuna, Alfonsus Wisnu Ardianto BcIP mengatakan, setiap tanggal 17 Agustus diberikan remisi bagi warga binaan yang berkelakuan baik. 

 

"Total semua warga binaan di Lapas Kelas II B Tahuna sebanyak 161 orang. Pemberian remisi hanya bagi yang berkelakuan baik selama dalam pembinaan. Untuk perhitungan remisi nantinya tak lagi berdasarkan waktu, tapi sesuai penempatan Lapas. Yakni. Ada Lapas Maksimum Sekuriti, Lapas Medium Sekuriti. Untuk saat ini, di Lapas Kelas II B Tahuna, tak ada pemberian remisi bagi anak napi, semuanya hanya napi," ungkapnya kepada wartawan.

 

Ketika ditanya, saat melaksanakan upacara peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 73, para peserta upacara yakni staf Lapas Kelas II B Tahuna tidak menggunakan seragam atau pakaian dinas untuk upacara, namun menggunakan pakaian adat Sangihe. "Iya, kami menggunakan baju adat daerah. Selalu mempertahankan adat dan budaya daerah, yakni kami bangga saat berada di tempat tugas, sekaligus turut melestarikan adat dan budaya," tutunya. 

 

Sementara itu, salah seorang penerima remisi yakni Rizal Lakuhati salah seorang warga binaan Lapas Kelas II B Tahuna mengatakan, bersyukur karena telah diberikan remisi tahapan oleh pemerintah. "Bersyukur dan merasa senang. Karena sudah diberikan remisi tahanan," jawabnya singkat.

 

Daftar Pemberian Remisi Lapas Kelas II B Tahuna :
- Remisi 6 bulan = 1 orang 
- Remisi 5 bulan = 8 orang
- Remisi 4 bulan = 21 orang
- Remisi 3 bulan = 22 orang
- Remisi 2 bulan = 29 orang
- Remisi 1 bulan = 28 orang 
- Total = 109 orang 
*Sumber : Lapas Klas IIB Tahuna

 

(fad/bk-1)

Komentar ()
Berita Sangihe
Sangihe
05 Nov 2018 / dibaca 91 kali
TAHUNA (BK): Setelah diberikan penambahan waktu lagi pelaksanaan selama sebulan terhadap Immunisasi Campak dan Rubbela bagi anak usia 9 bulan...
Sangihe
05 Nov 2018 / dibaca 97 kali
TAHUNA (BK): Upaya mendorong kemandirian berkarya bagi para tenaga kerja yang berpotensi turut diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten...
Sangihe
05 Nov 2018 / dibaca 120 kali
TAHUNA (BK): Pemerataan terhadap pembangunan tentunya penting untuk diberlakukan bagi seluruh wilayah yang mencakup keseluruhannya, termasuk...
Sangihe
04 Nov 2018 / dibaca 158 kali
TAHUNA (BK): Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Sangihe menangkap lelaki berinisial MAT alias Amir,...
Sangihe
04 Nov 2018 / dibaca 134 kali
TAHUNA (BK): Jefry Moghodatu (25), warga Kampung Basau Kecamatan Tabukan Selatan (Tabsel), dilarikan ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Liun Kendage...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.