Sangihe

Belum Kantongi Dokumen Resmi, Kelompok Nelayan Sambangi DKP Sangihe

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 12 March 2019 21:05   98 kali

TAHUNA (BK): Bantuan Pajeko (kapal ikan,red) tahun 2015 bagi para nelayan di Kabupaten Kepulauan Sangihe mengalami permasalahan. Pasalnya, bantuan itu dinilai belum mengantongi dokumen-dokumen kapal permanen.


Hal ini terbukti setelah beberapa waktu lalu masyarakat nelayan penerima bantuan tersebut, melakukan demonstrasi di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemkab Sangihe. Mereka menuntut agar dokumen-dokumen kapal segera diterbitkan.


Kepala DKP, Ernist Unas SPi MSi kepada sejumlah wartawan membenarkan hal itu. Dia mengatakan, sudah dilakukan pertemuan dari pihak DKP bersama dengan para nelayan serta dengan pihak Syahbandar. Sedangkan untuk kronologis permasalahan yang dituntut para nelayan ini, adalah dokumen-dokumen kapal yang permanen yang sampai sekarang belum dikantongi mereka (nelayan,red).


"Jadi yang para nelayan minta agar dokumen-dokumen seperti Surat ukur, SIUP, SIPI kapal tersebut untuk segera dilakukan rekomendasi, maupun dari DKP atau instansi terkait untuk aktifitas melaut bagi mereka. Akan hal ini maka kami akan tetap memperhatikan rekomendasi tersebut dan akan dikeluarkan dengan pertimbangan waktu," kata dia, Selasa (12/3/2019).


Dijelaskan, pihaknya tetap akan melakukan perlindungan kepada para nelayan ini. Karena nelayan itu memiliki kewenangan yang harus dipenuhi.


"Kami tetap akan membuat tebusan, yang namanya nelayan kecil maupun besar itu akan tetap kami lindungi sesuai kewenangan. Dari hasil pertemuan yang dilaksanakan tadi, kami telah mencari jalan keluar agar permasalahan dokumen-dokumen kapal ini segera teratasi," jelas dia.


Ia menambahkan, untuk hasil pertemuan ini, pihak DKP akan melengkapi kekurangan dokumen tersebut, dan akan dibawa hingga ke Provinsi karena ukuran GT 10 sampai 30 itu kewenangan dari provinsi. 


Lanjutnya, terkait dengan adanya aturan baru bahwa kapal bantuan harus diserahkan ke koperasi juga menjadi permasalahan baru bagi kelompok nelayan.


"Namun hal itu sudah bisa diatasi dengan kelompok nelayan menyetujui kepengurusan administrasi diserahkan kepada koperasi dan tetap yang megelolah kapal adalah kelompok nelayan yang sudah terbentuk sebelumnya," tukasnya.


(fad/bk-10)

Komentar ()
Berita Sangihe
Sangihe
16 May 2019 / dibaca 80 kali
TAHUNA (BK): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe melaksanakan rapat bersama persiapan dalam rangka dua tahun kepemimpinan Bupati...
Sangihe
15 May 2019 / dibaca 66 kali
TAHUNA (BK): Pencairan dana desa tahap pertama terkendala di peraturan bupati (perbup). Padahal sudah memasuki bulan kelima di tahun 2019,...
Sangihe
15 May 2019 / dibaca 76 kali
TAHUNA (BK): Kepala Cabang Dinas  Pendidikan (Kacabdin) Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Drs Max...
Sangihe
13 May 2019 / dibaca 58 kali
TAHUNA (BK): Hujan deras melanda Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sabtu (11/05/2019), sejak pagi, membuat aktifitas di Kota Tahuna dan sekitarnya...
Sangihe
13 May 2019 / dibaca 52 kali
TAHUNA (BK): Guna membantu publik atau masyarakat konsumen terhadap daya beli sejumlah bahan pokok, maka pemerintah daerah Kepulauan Sangihe...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.