Sangihe

Belum Kantongi Dokumen Resmi, Kelompok Nelayan Sambangi DKP Sangihe

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 12 March 2019 21:05   66 kali

TAHUNA (BK): Bantuan Pajeko (kapal ikan,red) tahun 2015 bagi para nelayan di Kabupaten Kepulauan Sangihe mengalami permasalahan. Pasalnya, bantuan itu dinilai belum mengantongi dokumen-dokumen kapal permanen.


Hal ini terbukti setelah beberapa waktu lalu masyarakat nelayan penerima bantuan tersebut, melakukan demonstrasi di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemkab Sangihe. Mereka menuntut agar dokumen-dokumen kapal segera diterbitkan.


Kepala DKP, Ernist Unas SPi MSi kepada sejumlah wartawan membenarkan hal itu. Dia mengatakan, sudah dilakukan pertemuan dari pihak DKP bersama dengan para nelayan serta dengan pihak Syahbandar. Sedangkan untuk kronologis permasalahan yang dituntut para nelayan ini, adalah dokumen-dokumen kapal yang permanen yang sampai sekarang belum dikantongi mereka (nelayan,red).


"Jadi yang para nelayan minta agar dokumen-dokumen seperti Surat ukur, SIUP, SIPI kapal tersebut untuk segera dilakukan rekomendasi, maupun dari DKP atau instansi terkait untuk aktifitas melaut bagi mereka. Akan hal ini maka kami akan tetap memperhatikan rekomendasi tersebut dan akan dikeluarkan dengan pertimbangan waktu," kata dia, Selasa (12/3/2019).


Dijelaskan, pihaknya tetap akan melakukan perlindungan kepada para nelayan ini. Karena nelayan itu memiliki kewenangan yang harus dipenuhi.


"Kami tetap akan membuat tebusan, yang namanya nelayan kecil maupun besar itu akan tetap kami lindungi sesuai kewenangan. Dari hasil pertemuan yang dilaksanakan tadi, kami telah mencari jalan keluar agar permasalahan dokumen-dokumen kapal ini segera teratasi," jelas dia.


Ia menambahkan, untuk hasil pertemuan ini, pihak DKP akan melengkapi kekurangan dokumen tersebut, dan akan dibawa hingga ke Provinsi karena ukuran GT 10 sampai 30 itu kewenangan dari provinsi. 


Lanjutnya, terkait dengan adanya aturan baru bahwa kapal bantuan harus diserahkan ke koperasi juga menjadi permasalahan baru bagi kelompok nelayan.


"Namun hal itu sudah bisa diatasi dengan kelompok nelayan menyetujui kepengurusan administrasi diserahkan kepada koperasi dan tetap yang megelolah kapal adalah kelompok nelayan yang sudah terbentuk sebelumnya," tukasnya.


(fad/bk-10)

Komentar ()
Berita Sangihe
Sangihe
11 Mar 2019 / dibaca 70 kali
TAHUNA (BK): Ahmad Nur Bintaher Antarani dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) resmi dilantik menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat...
Sangihe
11 Mar 2019 / dibaca 70 kali
TAHUNA (BK): Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terjadi di ruas jalan Kampung Taloarane, tepatnya depan Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud...
Sangihe
09 Mar 2019 / dibaca 147 kali
TAHUNA (BK): Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Sangihe resmi membuka pendaftaran calon Bintara, Tantama dan calon Taruna Akademi Kepolisian...
Sangihe
09 Mar 2019 / dibaca 79 kali
TAHUNA (BK): Rumah Sakit Daerah (RSD) Liun Kendage yang berada di Kota Tahuna, Kabupaten Sangihe akan memiliki Dokter Spesialis Telinga Hidung...
Sangihe
08 Mar 2019 / dibaca 66 kali
TAHUNA (BK): Punya potensi untuk dikembangkan lebih luas lagi, peran tiap sektor memerlukan keterpaduan mengelolanya secara maksimal agar...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.