Sangihe

Delapan Kasus Gizi Buruk

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Saturday, 05 January 2019 08:05   96 kali

TAHUNA (BK): Selama 2018, sebanyak delapan anak penderita gizi buruk di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr Joppy Thungari kepada wartawan, Jumat (4/1/2019).

 

Ia menyatakan, kedelapan anak tersebut ditangani Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di wilayah-wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

 

"Ada dua kasus dari tahun 2016 yang masih ditangani hingga 2018 yakni penderita gizi buruk asal Kampung Kuma dan Manalu. Ini dikarenakan penderita juga mengalami keterbatasan fisik sejak lahir sehingga ketika dirawat gizinya sudah membaik tapi tiba-tiba kembali menurun," ungkapnya.

 

Meski begitu, sambung Kadis, di 2018 sudah menurun dibanding 2017 lalu, dimana ada 11 kasus yang harus ditangani, yakni ada tiga kasus sudah selesai ditangani karena gizi anak membaik. Dalam satu kasus penderita gizi buruk mendapat bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp4,5 juta.

 

“Bantuan ini diberikan kepada Puskesmas yang memasukkan pengajuan kasus gizi buruk. Bantuan hanya untuk tiga bulan. Penanganan bulan selanjutnya sudah menggunakan bantuan operasional kesehatan (BOK) dari setiap puskesmas,” ujarnya.

 

Dijelaskan, bantuan Rp 4,5 juta tidak diberikan tunai bagi penderita, tetapi dibelanjakan bahan makanan untuk menunjang gizi penderita. Bantuan ini untuk makanan satu bulan dan nanti petugas gizi yang akan memasak makanan setiap hari untuk diantar ke rumah penderita," terang dia. 

 

Ia menambahkan, kebanyakan penderita dibawa ke Puskesmas dan dirawat selama tiga bulan, agar perkembangan gizinya dapat terus dipantau petugas gizi, pihak Puskesmas dan Dinkes. "Jika bulan berikutnya gizinya belum stabil, maka penderita tersebut masih akan menerima kembali bantuan. Namun kebanyakan penderita pasca mendapat perawatan hanya satu bulan langsung sembuh," jelasnya. 

 

Dia pula berharap, di tahun 2019 ini, kasus gizi buruk akan semakin menurun. Mengingat gizi buruk ini terjadi salah satunya karena pola makan yang diberikan orang tua tidak teratur bahkan tanpa pola. Karena banyak orang tua tidak memperhatikan pola makan anaknya serta kebutuhan gizi tidak terpenuhi.
 

“Selain itu, disebabkan karena sakit bawaan juga sakit jantung. Yang sulit disembuhkan penyakit penyerta atau penyakit bawaan. Seperti berat bayi lahir rendah (BBLR) dengan berat badan di bawah normal 2,7 kg," tandasnya. 

 

Ia menekankan, agar menjauhkan pemberian makanan tidak berpola, misalnya makanan untuk orang tua diberikan kepada anaknya, padahal bukan makanan khusus untuk balita. Bahkan, banyak ditemukan di masyarakat, bayi di bawah usia enam bulan sudah diberi makan.

 

Kasus Gizi Buruk di Puskesmas Kabupaten Kepulauan Sangihe
 

1.Puskesmas Enemawira : 1 kasus
2.Puskesmas Manente : 1 kasus
3.Puskesmas Manalu : 3 kasus
4.Puskesmas Kuma : 3 kasus

Total : 8 kasus

Sumber : Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

 

(fad/bk-1)

Komentar ()
Berita Sangihe
Sangihe
10 Jan 2019 / dibaca 73 kali
TAHUNA (BK): Selang Oktober 2018 hingga Januari 2019, terhitung sebanyak 66 kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi di...
Sangihe
10 Jan 2019 / dibaca 88 kali
TAHUNA (BK): Kepala Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe Jeffry S Tilaar SE ME mengatakan pelaksanaan Upacara Adat Tulude...
Sangihe
09 Jan 2019 / dibaca 75 kali
TAHUNA (BK): Sebanyak 12 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Sangihe sudah terakreditasi oleh pemerintah pusat selama 2018...
Sangihe
09 Jan 2019 / dibaca 121 kali
TAHUNA (BK): Setelah hilang sejak 23 Desember 2018 lalu di laut, kini Dikson Makalikis, nelayan asal Kampung Pulau Kahakitang Kecamatan...
Sangihe
09 Jan 2019 / dibaca 79 kali
TAHUNA (BK): Dua nelayan bernama Alret Antara (41) dan Iwan Wangka (38) warga Kota Tahuna berhasil ditemukan selamat di perairan laut oleh...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.