Sangihe

Delapan WNA Filipina Diamankan

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Wednesday, 28 February 2018 20:29   171 kali

TAHUNA (BK): Sebanyak delapan warga negara asing (WNA) Filipina berhasil diamankan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) yakni Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tahuna. Keberhasilan dimaksud yakni setelah Tim EFQR Lanal Tahuna menyikat WNA Filipina ilegal di rumpon. 

 


Pelaksanaannya berlangsung, Rabu (28/2/2018) sekitar pukul 04.30 Wita,  yakni Operasi Gabungan antara TNI AL Tahuna dengan Tim Pora di wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe dengan menggunakan 2 unsur Alpung Lanal Tahuna Kal PSH 1-8-31 sebagai Pusat Kendali Utama dan Sea Rider Lanal Tahuna sebagai Tim Penindak di Laut .
 

 

Hadir dalam giat Ops Tim Pora diantaranya Mayor Laut (P) Agung Dwi.H.D (Pasintel Lanal Tahuna),Aditya (Kasiwasdakim Imigrasi Kelas II Tahuna), Lettu Laut (P) Sunato (Dankal Sangihe), Tim EFQR Lanal Tahuna, 2 (dua) Staf Imgrasi Kelas II Tahuna.
Kegiatan operasi gabungan ini digelar karena adanya pengembangan Informasi di lapangan tentang banyaknya WNA Filipina ilegal yang masih berada di sekitar Tahuna, khususnya dipekerjakan sebagai penjaga rumpon bagan/rumpon.

 

Berdasarkan informasi awal tersebut Komandan Lanal Tahuna Kolonel laut (P) Setiyo Widodo memerintahkan Pasintel Lanal Tahuna mayor laut (P) Agung Dwi Handoko untuk melaksanakan penyelidikan maritim (Lidmar)
Berbekal informasi dan data yang akurat dari Tim Lidmar Lanal Tahuna yang telah melaksanakan Matbar satu hari sebelumnya mengenai titik posisi koordinat rumpon dan informasi adanya penjaga rumpon yang merupakan WNA Filipina ilegal. 

 

Selanjutnya Komandan Lanal Tahuna memerintahkan Tim EFQR dan Tim Pora Tahuna di bawah pimpinan Mayor Laut (P) Agung Dwi Handoko untuk melaksanakan penindakan dengan menggunakan 2 Unsur Alpung Milik Lanal Tahuna yang di lengkapi dengan 1 Sea Rider terbaru dimiliki Lanal Tahuna dengan kecepatan 40 Knot dan 6 Anggota bersenjatakan SA VZ kaliber 7.6 mm.
Selama pelaksanaan giat Operasi tim EFQR melaksanakan manuver menuju titik koordinat rumpon yang terdapat WNA Filipina ilegal serta menemukan adanya bagan pada posisi datanya yaitu sekitar pukul 06.10 Wita di bagan nama Bedak, pada titik koordinat 3* 30' 26 N- 125* 20 ' 19 " E, milik Alfia (Nel Tidore) terdapat Nelayan WNA Filipina sebanyak 2 orang yakni 
1.Nama      : Pranee
   TTL.        : Kawas,21 Agustus 1977
Alamat.      : Kawas,Saranggani Prabin Philipina
2.Nama.     : Marcelino
  TTL.         : Kawas, 18 Mei 1974
Alamat.      : Kawas,Saranggani Prabin Philipina. 
Selanjutnya sekitar pukul 06.45 Wita di bagan pada titik koordinat 3* 30' 33 " N - 125* 15' 32" E, milik Kadir terdapat Nelayan WNA Filipina sebanyak 1 Orang yakni : 
1.Nama.  : Leonard Banaba
TTL         : Alabil, 04 September 1993
Alamat.   : Ance Kawas/Alabil,Saranggani Philipina. 
 

 

Kemudian sekitar Pukul 07.10 Wita di bagan pada titik Koordinat 3* 31' 15 " N - 125* 13' 19" E,  milik Ikhsan Manado terdapat Nelayan WNA Filipina sebanyak 3 orang, yaitu 
1.Nama.    : Almario
TTL.         :Alabil,19 Januari 1981
Alamat.    : Yorpo Saranggani Philipina
2.Nama.    : Buni Pasio
TTL.           : Alabil, 21 September 1996
Alamat.     : Amasan Saranggani Philipina 
3.Nama.    : Bonjeng Amasan
TTL.           : Kawas,16 Nomember 1968
Alamat.     : Kawas,Saranggani Philipina. 
 

 

Selanjutnya, sekitar pukul 08.00 Wita di bagan pada titik koordinat 03* 32' 38" N - 125* 14' 01" E, milik Kamal  terdapat Nelayan WNA Filipina sebanyak 2 Orang, yaitu : 
1.Nama.    : Elisar Belo
TTL.         :Davao,14 April 1976
Alamat.    : Alabil Kawas Saranggani Philipina
2.Nama.    : Mario Masamluk
TTL.           : Kawas, 01 Desember 1974
Alamat.     : Kawas Saranggani Philipina. 

 

Saat diketemukan WNA Filipina ilegal yang berada di setiap bagan, maka secara bertahap WNA tersebut dibawa menuju ke KAL PSH untuk dilaksanakan pendataan.

 

Kemudian tim penindak Sea Rider melanjutkan pemeriksaan ke bagan yang lainnya. 
"Total keseluruhan WNP Illegal yg terjaring operasi gabungan berjumlah 8 orang yang tidak mempunyai dokumen pribadi berupa ID Card, Dokumen PLB , Pasport maupun surat ijin tinggal dan bekerja di Indonesia.

 

Dari hasil pemeriksaan sementara kedelapan WNA Filipina ilegal, ada yang tinggal di Tahuna, yakni bervariasi dari minimal 2 tahun hingga 15 tahun.  Kebanyakan WNA Filipina tersebut tidak berani berdiam di daratan/Tahuna untuk menghindari petugas Tim Pora.

 

Untuk selanjutnya kedelapan WNA Filipina ilegal dibawa menuju Lanal Tahuna untuk dilaksanakan pengamanan sebelum diserahkan ke pihak imigrasi untuk dilaksanakan proses lebih lanjut. Sekitar pukul 10.10 Wita Kal Sangihe tiba di Pelabuhan Nusantara Tahuna sandar badan ke 2 (Dua) KNP.343 KPLP Tahuna," ungkap Komandan Lanal Tahuna Kolonel laut (P) Setiyo Widodo melalui Humas Lanal Tahuna.

 

(fad/bk-1)

 

Komentar ()
Berita Sangihe
Sangihe
11 Dec 2018 / dibaca 36 kali
TAHUNA (BK): Upaya untuk selalu mendorong pertumbuhan sektoral termasuk yang digalakan pelaksanaannya di lapangan, tentunya memerlukan...
Sangihe
10 Dec 2018 / dibaca 32 kali
TAHUNA (BK): Kelengkapan penunjang pembangunan daerah juga diperhatikan penyediaannya bagi publik di wilayah-wilayah dengan memperhatikan...
Sangihe
10 Dec 2018 / dibaca 38 kali
TAHUNA (BK): Melakukan yang terbaik demi kemajuan bersama dan menyertakan publik atau masyarakat agar sejalan dalam membangun daerah, tentunya...
Sangihe
10 Dec 2018 / dibaca 57 kali
TAHUNA (BK): Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) bersama Panitia Adventus dan Natal serta Tahun 2019 melaksanakan Pawai Natal, Sabtu...
Sangihe
08 Dec 2018 / dibaca 22 kali
TAHUNA (BK): Kemampuan melaksanakan program yang ditetapkan tentunya tak lepas peran dari sektoral guna menindaklanjutinya melalui dukungan...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.