Sangihe

Diduga Korupsi, Tiga Legislator Sangihe Dilaporkan ke Kejari

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 25 May 2018 20:46   605 kali

TAHUNA (BK): Usai menyampaikan aspirasi di Kantor DPRD Sangihe, peserta aksi yang berasal dari masyarakat di beberapa kecamatan melaporkan hal tersebut ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari), Jumat (25/5/2018). Mereka melaporkan tiga anggota dewan yang disebut-sebut diduga melakukan tindak korupsi yang merugikan negara, antara lain RPM, NDM dan AT. 

 

Dalam orasi salah satu peserta aksi, Robinson Saul menyampaikan kasus yang ditengarai melibatkan NDM terkesan terulur prosesnya. "Kasus pengadaan laptop, printer, kamera digital yang diduga melibatkan NDM kemarin kami croscek kepihak kepolisian dan mereka mengatakan itu sudah ada di rana inspektorat. Namun ketika kami croscek ke inspektorat, jawaban pihak inspektorat kembali mengatakan itu sementara di kepolisian. Lalu masalah ini sudah terdiam dua bulan. Tolong diperhatikan pak, jangan didiamkan. Tolong diproses terus," kata Saul.

 

Sementara peserta aksi juga menyerahkan data kepada Kajari mengenai kasus pengadaan kolam renang di Kolongan Beha. Ditengarai melibatkan anggota dewan AT, menurut Saul, pembuatan kolam renang itu tidak ada dalam Renja.

 

"Pembuatan kolam renang tidak ada dalam renja , lalu kenapa bisa diadakan? Kenapa bisa ada? Terus yang kami dengar  tanah pembuatan kolam itu masih ada dalam Agunan Bank," ucap dia.

 

Ia juga menyampaikan terkait kasus pengadaan Soundsystem yang menurut dia menyebut nama RPM. "Kasus soundsystem, dalam fakta persidangan menyebutkan nama bapak RPM kenapa tidak ada tindak lanjut dari kejaksaan. Sehingga terkesan paul makagansa bebas saja," tambah dia.

 

Sementara itu aspirasi aksi massa tersebut disambut hangat oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Sangihe Muhhamad Irwan Datuinding SH mengungkapkan, pihak kejaksaan dan kepolisian tidak akan tumpang tindih dalam memberantas korupsi di Sangihe. Mereka berkomitmen akan segera menyelesaiakan setiap laporan yang masuk berdasarian aturan-aturan hukum yang berlaku.
 

 

"Seperti disebutkan tadi terkait saudara RPM, dalam fakta persidangan untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka itu minimal ada dua alat bukti. Namun demikian kami tidak akan tumpang tindih dalam melakukan pemberantasan korupsi di Kabupaten Kepulauan sangihe dan kami akan buktikan masalah ini," kata dia

 

Sementara itu, mengenai masalah kolam renang, Datuinding mengatakan data laporan resmi itupun baru diterima hari ini oleh masyarakat peserta aksi. "Terkait dengan masalah kolam renang, saya selama ini sudah mendengar masalah itu. Tapi saya tidak pernah mendengar laporan secara resmi. Kalau saudara-saudara punya data lapor kepada kami. Dan ini baru kami terima laporan itu. Kemudian terkait masalah Laptop dan lain sebagainya yang disebut tadi, laporan mengenai masalah ini telah dilaporkan kepada Polres sangihe juga kejaksaan, dan sementara ini telah dilakukan penyelidikan. Saya meminta kepada saudara-saudara sekalian untuk sabar, karena untuk mengungkap kasus korupsi tidak semuda membalikan telapak tangan. Percayakanlah dan yakinlah kami pihak kejaksaan dan kepolisian berkomitmen akan mengungkap kasus korupsi, tidak peduli siapapun dia," tegas Datuinding.

 

Setelah mendengar penjelasan Kajari, massa peserta aksi membubarkan dirinya dengan tertib dan meninggalian harapan bahwa masalah dugaan korupsi tersebut dapat secepatnya bisa diselesaikan.

 

(fad/bk-1)  

 

 

Komentar ()
Berita Sangihe
Sangihe
14 Mar 2019 / dibaca 42 kali
TAHUNA (BK): Tentara Nasional Indonesia (TNI) di wiliyah perbatasan Kabupaten Kepulauan Sangihe TA 2019 melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos)...
Sangihe
13 Mar 2019 / dibaca 84 kali
TAHUNA (BK): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kegiatan Pembangunan Daerah...
Sangihe
12 Mar 2019 / dibaca 76 kali
TAHUNA (BK): Sudah sepekan ini warga Kabupaten Kepulauan Sangihe mengeluh dengan kekosongan minyak tanah (MT) di semua pangkalan. Sejumlah...
Sangihe
12 Mar 2019 / dibaca 69 kali
TAHUNA (BK): Bantuan Pajeko (kapal ikan,red) tahun 2015 bagi para nelayan di Kabupaten Kepulauan Sangihe mengalami permasalahan. Pasalnya,...
Sangihe
12 Mar 2019 / dibaca 57 kali
TAHUNA (BK): Proses pelipatan logistik Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Kepulauan...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.