Sangihe

Diduga Korupsi, Tiga Legislator Sangihe Dilaporkan ke Kejari

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 25 May 2018 20:46   454 kali

TAHUNA (BK): Usai menyampaikan aspirasi di Kantor DPRD Sangihe, peserta aksi yang berasal dari masyarakat di beberapa kecamatan melaporkan hal tersebut ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari), Jumat (25/5/2018). Mereka melaporkan tiga anggota dewan yang disebut-sebut diduga melakukan tindak korupsi yang merugikan negara, antara lain RPM, NDM dan AT. 

 

Dalam orasi salah satu peserta aksi, Robinson Saul menyampaikan kasus yang ditengarai melibatkan NDM terkesan terulur prosesnya. "Kasus pengadaan laptop, printer, kamera digital yang diduga melibatkan NDM kemarin kami croscek kepihak kepolisian dan mereka mengatakan itu sudah ada di rana inspektorat. Namun ketika kami croscek ke inspektorat, jawaban pihak inspektorat kembali mengatakan itu sementara di kepolisian. Lalu masalah ini sudah terdiam dua bulan. Tolong diperhatikan pak, jangan didiamkan. Tolong diproses terus," kata Saul.

 

Sementara peserta aksi juga menyerahkan data kepada Kajari mengenai kasus pengadaan kolam renang di Kolongan Beha. Ditengarai melibatkan anggota dewan AT, menurut Saul, pembuatan kolam renang itu tidak ada dalam Renja.

 

"Pembuatan kolam renang tidak ada dalam renja , lalu kenapa bisa diadakan? Kenapa bisa ada? Terus yang kami dengar  tanah pembuatan kolam itu masih ada dalam Agunan Bank," ucap dia.

 

Ia juga menyampaikan terkait kasus pengadaan Soundsystem yang menurut dia menyebut nama RPM. "Kasus soundsystem, dalam fakta persidangan menyebutkan nama bapak RPM kenapa tidak ada tindak lanjut dari kejaksaan. Sehingga terkesan paul makagansa bebas saja," tambah dia.

 

Sementara itu aspirasi aksi massa tersebut disambut hangat oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Sangihe Muhhamad Irwan Datuinding SH mengungkapkan, pihak kejaksaan dan kepolisian tidak akan tumpang tindih dalam memberantas korupsi di Sangihe. Mereka berkomitmen akan segera menyelesaiakan setiap laporan yang masuk berdasarian aturan-aturan hukum yang berlaku.
 

 

"Seperti disebutkan tadi terkait saudara RPM, dalam fakta persidangan untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka itu minimal ada dua alat bukti. Namun demikian kami tidak akan tumpang tindih dalam melakukan pemberantasan korupsi di Kabupaten Kepulauan sangihe dan kami akan buktikan masalah ini," kata dia

 

Sementara itu, mengenai masalah kolam renang, Datuinding mengatakan data laporan resmi itupun baru diterima hari ini oleh masyarakat peserta aksi. "Terkait dengan masalah kolam renang, saya selama ini sudah mendengar masalah itu. Tapi saya tidak pernah mendengar laporan secara resmi. Kalau saudara-saudara punya data lapor kepada kami. Dan ini baru kami terima laporan itu. Kemudian terkait masalah Laptop dan lain sebagainya yang disebut tadi, laporan mengenai masalah ini telah dilaporkan kepada Polres sangihe juga kejaksaan, dan sementara ini telah dilakukan penyelidikan. Saya meminta kepada saudara-saudara sekalian untuk sabar, karena untuk mengungkap kasus korupsi tidak semuda membalikan telapak tangan. Percayakanlah dan yakinlah kami pihak kejaksaan dan kepolisian berkomitmen akan mengungkap kasus korupsi, tidak peduli siapapun dia," tegas Datuinding.

 

Setelah mendengar penjelasan Kajari, massa peserta aksi membubarkan dirinya dengan tertib dan meninggalian harapan bahwa masalah dugaan korupsi tersebut dapat secepatnya bisa diselesaikan.

 

(fad/bk-1)  

 

 

Komentar ()
Berita Sangihe
Sangihe
13 Jun 2018 / dibaca 487 kali
TAHUNA (BK): Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Liun Kendage Tahuna membutuhkan dua dokter spesialis Patalogi.   Hal ini disampaikan...
Sangihe
13 Jun 2018 / dibaca 484 kali
TAHUNA (BK): Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Sangihe, Helmud Hontong SE menghadiri penutupan Hari Pekabaran Injil (HPI) ke 161 tahun dan Hari...
Sangihe
13 Jun 2018 / dibaca 0 kali
TAHUNA (BK): Mengakomodir komponen-komponen terkait untuk memacu percepatan pembangunan tentunya memerlukan dukungan bersama untuk memberikan...
Sangihe
13 Jun 2018 / dibaca 516 kali
TAHUNA (BK): Tak hanya ditangani pemerintah daerah, namun penting untuk selalu mengakomodir komponen terkait untuk menunjang kemajuan daerah...
Sangihe
12 Jun 2018 / dibaca 378 kali
TAHUNA (BK): Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melakukan monitoring atau pemantauan terhadap nilai jual barang-barang dan kebutuhan pokok...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.