Sangihe

Diduga Setubuhi Ponakan, RP Dijeblos ke Sel

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 13 December 2018 07:15   80 kali

TAHUNA (BK): Seorang pria berinisial RP (24), warga Kelurahan Soataloara Satu Kecamatan Tahuna, dijeblos ke sel tahanan Polsek Tahuna. Diduga RP menyetubuhi ponakan, sebut saja Bunga (samaran, Red), berumur 15 tahun, warga salah satu kelurahan di Kota Tahuna.

 

Informasi yang diperoleh di Kepolisian Sektor (Polsek) Tahuna, melalui Kanit Reskrim Novi Manangkabo, menjelaskan mereka menerima laporan tersebut Minggu (2/12/2018), pekan lalu.

 

"Laporan masuk melalui orang tua korban. Mereka mengaku menangkap tangan perbuatan keduanya.  Dan juga menurut keterangan korban, kejadian tersebut terjadi dimulai dari papa embonya yakni tersangka sering meminjamkan handphone atau HP kepadanya," jelas Manangkabo.

 

Sementara itu, tersangka RP kepada wartawan, mengakui perbuatannya. Diakuinya, ia dengan ponakannya terlibat hubungan suka sama suka dalam kurun waktu dua bulan. "Dia tidak punya hp android. Jadi saya sering meminjamkan hp saya kepadanya. Dari situ torang batona (pacaran) sekitar dua bulan lebih " kata dia.

 

Ia mengakui mereka telah melakukan hubungan badan lebih dari sekali. Atas penyesalannya, RP menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk tidak melakukan perbuatan seperti yang dia lakukan. "Kami melakukan hubungan itu kalau tidak ada orang di rumahnya. Atau kadang-kadang korban sendiri yang datang di rumah saya.  Saya sampaikan kepada teman-teman di luar sana, jangan melakukan hal yang seperti saya lakukan. Dapa rasa siksa takurung di sini. So mo Natal kong pikiran nda tenang," ungkapnya.

 

Kapolres Kepulauan Sangihe dan mencakup wilayah Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) AKBP Sudung Ferdinan Napitu SIK melalui Kapolsek Tahuna Iptu R Makasengku mengatakan, karena korban masih di bawah umur dan merupakan keponakannya, tersangka ditahan. "Sampai saat ini tinggal koordinasi dengan jaksa mengenai berkasnya perkaranya," kata dia.

 

Makasengku juga mengimbau kepada para orang tua, agar selalu mengawasi dengan serius anak-anaknya dalam melakukan aktivitas kesehariannya. Peran orang tua harus proaktif terhadap anak anak. Sebab ketika kami melakukan patroli, kerapkali kedepatan anak-anak remaja masih berada di tempat-tempat wifi hingga tengah malam. "Tersangka sudah ditahan. Dan dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara," jelasnya.

 

(fad/bk-1)  

 

 

Komentar ()
Berita Sangihe
Sangihe
10 Jan 2019 / dibaca 73 kali
TAHUNA (BK): Selang Oktober 2018 hingga Januari 2019, terhitung sebanyak 66 kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi di...
Sangihe
10 Jan 2019 / dibaca 89 kali
TAHUNA (BK): Kepala Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe Jeffry S Tilaar SE ME mengatakan pelaksanaan Upacara Adat Tulude...
Sangihe
09 Jan 2019 / dibaca 75 kali
TAHUNA (BK): Sebanyak 12 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Sangihe sudah terakreditasi oleh pemerintah pusat selama 2018...
Sangihe
09 Jan 2019 / dibaca 121 kali
TAHUNA (BK): Setelah hilang sejak 23 Desember 2018 lalu di laut, kini Dikson Makalikis, nelayan asal Kampung Pulau Kahakitang Kecamatan...
Sangihe
09 Jan 2019 / dibaca 80 kali
TAHUNA (BK): Dua nelayan bernama Alret Antara (41) dan Iwan Wangka (38) warga Kota Tahuna berhasil ditemukan selamat di perairan laut oleh...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.