Sangihe

Juan Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Bebowong Nahepese

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Sunday, 15 December 2019 20:56   151 kali
TAHUNA (BK): Warga di Kampung Nahepese Kecamatan Manganitu, dibuat heboh. Pasalnya, telah ditemukan sesosok pria yang sudah tak bernyawa, teridentifikasi bernama Juan Isak Damalang alias Ical (19), warga Kampung Barangka Kecamatan Manganitu. 
 
Peristiwa penemuan mayat tersebut terjadi, Minggu (15/12/2019), sekitar pukul 06.30 Wita, di Sungai Bebowong wilayah Kampung Nahepese Lindongan 1 Kecamatan Manganitu. 
 
Dari informasi yang diperoleh, Minggu (15/12/2019), sekitar pukul 07.00 Wita, telah diperoleh informasi dari lelaku Sam Suoth, warga Kampung Nahepese Kecamatan Manganitu, bahwa ada mayat terapung di Sungai  Bebowong wilayah Kampunf Nahepese Kecamatan Manganitu.
 
Selanjutnya personil Poksek Manganitu yang dipimpin oleh Kapolsek Iptu Joubert Johanis langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
Tibanya di TKP, petugas memperoleh fakta-fakta, erdasarkan Keterangan dari saksi-saksi. 
 
Menurut saksi Dance Damanis (55), warga Kampung Nahepese Kecamatan Mangaitu bahwa,
pada pukul 06.30 Wita, pada saat saksi akan melewati jalan setapak di pinggiran Sungai Bebowong tersebut, saksi melihat ada orang terapung di tepi sungai tersebut. 
 
Karena saksi yakin orang tersebut sudah tidak bergerak, saksi langsung berlari memberitahukan kejadian tersebut kepada lelaki Sam Suoth selaku perangkat Kampung Nahelese, dan memberitahukan kejadian tersebut ke masyarakat sekitar sungai. 
 
Saksi belum mengetahui atau mengenal siapa korban yang mengapung di sungai tersebut, dan nanti mengetahui bahwa korban adalah lelaki Juan Damalang alias Ical, setelah masyarakat berkumpul di tepi sungai sekitar TKP. 
 
Menurut saksi Alex Mahamura (13), warga Kampung Taloarane Kecamatan Mangaitu, bahwa hari Sabtu (14/12/2019), sekitar pukul 19.00 Wita, korban dan saksi masih sempat jalan  bersama. Selanjutnya korban mengatakan kepada saksi bahwa, korban akan pulang karena keadaan korban yant kurang sehat.
 
Saksi melihat korban berjalan ke arah jalan setapak Kampung Taloarane menuju arah rumah korban di Kampung Barangka Kecamatan Manganitu. Jalan setapak tersebut berada di pinggiran Sungai Bebowong. Saksi nanti mengetahui kqlau korban sudah meninggal dunia tenggelam di sungai tersebut dari masyarakat. 
 
Menurut penjelasan Kepala Puskesmas Manganitu dr Polideng Dalawir bahwa pada tubuh korban tidak terdapat luka dan tanda-tanda kekerasan atau benturan. Telapak tangan  korban menggengam, terdapat dahan dimana keadaan orang pada saat tenggelam akan berusaha memegang sesuatu untuk menyelamatkan diri. 
 
Korban mengeluarkan kotoran pada anus,mulut korban menggigit lidahnya, korban mengeluarkan darah dari mulut karena sudah banyak air yang masuk ke paru-paru korban. Korban tenggelam diperkirakan sudah lebih dari 5 jam. 
 
Korban adalah salah satu pasiennya, dimana riwayat penyakit korban adalah pengidap penyakit ayan/epilepsi. Dapat disimpulkan bahwa korban meninggal wajar dengan cara tenggelam di air sungai, bukan karena kekerasan. 
 
Menurut penjelasan ayah korban, Junus Damalang (51), warga Kampung Barangka Kecamatan Manganitu bahwa, sejak kemarin, hari Sabtu (14/12/2019), korban sudah keluar rumah. 
 
Kebiasaan korban pergi tanpa sepengetahuan orqng tua. Korban menderita penyakit ayan/epilepsi sejak umur 8 tahun.
 
Setelah dilakukan pemeriksaan luar jenasah korban dan mendengarkan ketarangan dari Kepala Puskesmas Manganitu, yang bersangkutan menyatakan tidak akan melakukan pemeriksaan dalam terhadap korban, dan menerima kejadian tersebut sebagai suatu musibah.
 
Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Sudung Ferdinan Napitu SIK melalui Paur Humas Polres Kepulauan Sangihe Iptu Jakub Sedu membenarkan kejadian itu.
 
"Tindakan kepolisian yaitu enerima laporan, mendatangi  dan melakukan olah TKP, berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas Manganitu. Bersama sama masyarakat mengangkat korban dari TKP dan membawa korban rumah korban sekitar 100 meter dari TKP," kata dia. 
 
Pula ditambahkan, dari analisa, diduga korban meninggal dunia karena penyakit yang diderita korban yaitu penyakit epilepsi kambuh, pada saat korban berada di tepi Sungai  Bebowong, sehingga korban tenggelam dan terbawa arus sungai. 
 
"Oleh pihak keluarga korban telah menyatakan bahwa kejadian ini merupakan suatu musibah dan akan dibuatkan surat pernyataan penolakan dilakukan otopsi mayat korban. Tetap akan dilakukan penyelidikan tentang penyebab kematian korban, yang tidak menutup kemungkinan ada orang lain yang mengetahui sebab-sebab terjadinya peristiwa tersebut," jelasnya. 
 
(fad/bk-10)
 
Komentar ()
Berita Sangihe
Sangihe
15 Jan 2020 / dibaca 68 kali
TAHUNA (BK): Bencana banjir bandang yang juga melanda Kecamatan Tamako Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jumat (03/01/2020) lalu menyimpan rasa...
Sangihe
15 Jan 2020 / dibaca 56 kali
TAHUNA (BK): Babinsa Koramil 1301-02/Siau, Serda Fransisco Bataha melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) dengan Kepala Desa Karalung yakni...
Sangihe
15 Jan 2020 / dibaca 67 kali
TAHUNA (BK): Guna menjalin Kemanunggalan TNI dengan Rakyat, Serka Nixon Londo Koramil 1301-02/Siau melaksanakan komunikasi sosial (Komsos)...
Sangihe
15 Jan 2020 / dibaca 62 kali
TAHUNA (BK):Dalam rangka mewujudkan kedekatan antara TNI dengan rakyat, Babinsa Koramil 1301-02/Siau Babinsa Sertu Edi Santoso dan Serda Junnedi...
Sangihe
15 Jan 2020 / dibaca 59 kali
TAHUNA (BK): Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kepulauan Sangihe Steven Lawendatu memperingatkan Aparatur Sipil Negeri (ASN) di...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.