Sangihe

Kembangkan Tanaman Pisang Hote

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 03 October 2019 08:29   141 kali

TAHUNA (BK): Sebagai salah satu bahan baku yang sangat bernilai untuk mata uang dolar, Yen, dan masih banyak lagi kegunaannya, tanaman Hote yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe memerlukan pengelolaan lebih lanjut lagi.

 

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe, Ir Adhe Pella kepada wartawan, kemarin.

 

Ia menyatakan, kegunaan bahan baku Hote tersebut, juga dipakai untuk pembuatan tali kapal laut, pempers, kantong teh celup, sudah semenjak lama ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

 

"Tanaman Hote masuk dalam spesies pisang. Bagian batangnya digunakan sebagai bahan baku, juga dipakai untuk bahan baku kain koffo. Banyak dari luar negeri yang mencarinya, bahkan dari Tim Peneliti Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) Malang Kementeian Pertanian Republik Indonesia (RI), melakukan penelitian," ungkapnya.

 

Lebih lanjut dijelaskannya, ternyata varietas Hote  yang ada di Sangihe sama dengan di Talaud, sebagai nomor satu di Indonesia. Mereka telah melakukan penelitian sejak tahun 2003, Kementrian Pertanian, melakukan survei, yakni dikeluarkan hasilnya varietas Hote di Sangihe dan Talaud.

 

"Untuk pengembangannya di Sangihe, pernah dilakukan tahun 2013, dikembangkan sekitar 3 hektar, di wilayah di Lenganeng Kecamatan Tabukan Utara (Tabut). Proses pengelolaannya tidaklah terlalu ruwet. Ada 3 lokasi pengembangan yakni Kampung Lenganeng Kecamatan Tabut, Kampung Mandoi Tabukan Selatan (Tabsel), dan Beha Kecamatab Tabut, tapi sudah tak ada," terang dia.

 

Dia menjelaskan, saat ini masih bertahan yakni dikembangkan di Kampung Lenganeng Kecamatan Tabukan Utara, tapi juga ada beberapa tempat lainny, ada yang sudah dibiarkan.

 

"Hote, batangnya dikeringkan, lalu dijual. Namun alat pemintal blum ada di Sangihe. Hote yang sudah dikeringkan batangnya, dalam bentuk serata yakni pelepah. Kalau harga jualnya hingga kini belum diketahui dengan pasti," tukasnya.

 

Ditambahkannya, untuk daerah Talaud sudah ada investor yang masuk membeli bahan baku  dari Hote ini, dan kita Sangihe terlambat dari Talaud.
 

"Hasil olahan Hote, salah satunya kain koffo, harganya mahal, dimana bahan bakunya dari hote. Perlu pengembangan dari Pemda, untuk bersama-sama mengelolanya," kata dia.

 

Pula ditambahkannya, meskipun ada kendala, namun kita berupaya agar bisa dikembangkan, saat ini masih bertahan di wilayah Lenganeng Kecamatan Tabukan Utara.

 

"Usia tanamnya 2-3 tahun. Tingginya bisa mencapai 3 meter, dan tentunya sudah bisa dipanen," tambahnya.

 

(fad/bk-1) 
 

 

 

Komentar ()
Berita Sangihe
Sangihe
30 Jul 2020 / dibaca 64 kali
TAHUNA (BK) : Sebagai bentuk kepedulian sarana dan prasaran pendidikan di wilayah binaanya, Babinsa Koramil 1301-09/Tabsel Serda Saiful...
Sangihe
30 Jul 2020 / dibaca 83 kali
TAHUNA (BK) : Guna memutus mata rantai penyebaran Covid 19, aktivitas belajar mengajar di sekolah pun diliburkan. Sebagai solusinya proses...
Sangihe
30 Jul 2020 / dibaca 63 kali
TAHUNA (BK) : Curah hujan tinggi yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Sangihe beberapa pekan terakhir mengakibatkan longsoran tanah di beberapa...
Sangihe
29 Jul 2020 / dibaca 94 kali
TAHUNA (BK) : Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr Joppy F Thungari MKes...
Sangihe
29 Jul 2020 / dibaca 148 kali
TAHUNA (BK) : Kepedulian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) yakni Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.