Sangihe

KPA RI Sosialisasi Perlindungan Anak

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 08 November 2018 21:09   240 kali

TAHUNA (BK): Komisi Perlindungan Anak (KPA) Republik Indonesia (RI) melaksanakan Sosialisasi Perlindungan Anak dan pelantikan Pengurus KPA Kabupaten Kepulauan Sangihe, di pendopo rumah jabatan Bupati Kepulauan Sangihe, Rabu (8/11/2018) pagi.

 

Turut hadir Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana SE ME, Ketua KPA Nasional RI Arist Merdeka Sirait, Ketua KPA Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Jul Takaliuang, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe Ny Ririswati Gaghana Katamsi.

 

Pelaksanannya diawali dengan Pelantikan Pengurus KPA Kabupaten Kepulauan Sangihe oleh Ketua KPA Nasional RI Arist Merdeka Sirait didampingi Ketua KPA Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Juli Takaliuang, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe Ny Ririswati Gaghana Katamsi. 

 

Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana SE ME dalam sambutannya menyampaikan, terhadap perlindungan anak tentunya perlu untuk memahami tugas dan tanggung jawab hak-hak anak, baik individu, keluarga dan pemerintah. "Dalam kerangka ini juga telah dilantik pengurus perlindungan anak di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Tentunya diharapkan dapat mewujudkan tindaklanjutnya terhadap perlindungan anak bagi seluruh anak di Sangihe," kata Bupati.

 

Lebih lanjut disampaikannya, bukan kebetulan peristiwa baru-baru ini yang mengejutkan tak hanya berskala daerah dan nasional tapi juga dunia. Perlu menjadi perhatian kita bersama yakni kasus yang menimpa almarumah Jesica yang diduga diduga dibakar ibu kandungnya, agar tidak terulang lagi. "Perhatian semua pihak untuk bagaimama membesarkan anak-anak dengan baik. Atas nama pemerintah daerah berterima kasih bagi Tim Komisi Perlindungan Anak (KPA) dalam pelantikan pengurus KPA Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Sosialisasi Perlindungan Anak. Bersama membangun daerah, termasuk melindungi anak-anak di Sangihe," tutup Bupati. 

 

Sementara itu, Ketua Umum Nasional KPA RI, Arist Merdeka Sirait mengatakan, sudah menjadi tugas dan tanggungjawab kita merawat anak-anak dengan baik dan memberikan hak-hak anak-anak kita.  "Juga memberikan apresiasi bagi Sinode GMIST yang turut membantu pelaksanaan kegiatan ini. Diutus untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak. Suatu kehormatan dalam pelayanan perlindungan anak haruslah nyata," kata dia. 

 

Pula disampaikannya, sebuah peristiwa tragis yang dialami Jesica yang dipaksa ibunya begitu tragis, agar menjadi pembelajaran bagi kita semua, dan melalui Sosialisasi Gerakan Perlindungan Anak berbasis rumah tangga dan masyarakat. "Hendaklah kasus Jesica ini tidak terjadi lagi. Kasus Jesica bukan lagi untuk ditangisi tapi menjadi perhatian penting bagi kita semua," tandasnya. 

 

Pula ditambahkan dia, sebagai mitra strategis pemerintah yakni gerakan perlindungan anak di Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadi basis anti kekerasan bagi anak. Lagipula Gerakan Perlindungan Anak bisa tersosialisasi dengan baik, adalah tanggung jawab kita bersama yakni berbasis kampung, di dalamnya semua pemangku kepentingan untuk berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi anak-anak. 

 

"Momentum yang dialami Jesica menjadi refleksi bagi keluarga dan kita semua yakni kekerasan dalam rumah tangga hendaklah menjadi perhatian penting. Juga memberikan pertolongan bagi anak-anak baik bagi adik Jesica untuk biaya sekolah. Termasuk menolong sampai kasus Jesica ini dalam proses hukum yang adil," kata dia.

 

Lebih lanjut dijelaskannya, proses hukum diserahkan kepada aparat hukum untuk seadil-adilnya,  dan melalui gerakan perlindungan anak yang begitu penting akan dilaksanakan secara baik dan benar. "Memutuskan mata rantai kekerasan terhadap anak. Ketentuan hak azasi manusia (HAM) dalam Komite PBB di dalamnya juga perlindungan bagi anak-anak. Mari bersama-sama memberikan yang terbaik bagi anak-anak. Mari bersyukur kepada Tuhan, mari beri yang terbaik sebagai keterpanggilan bagi anak-anak. Mulai hari ini stop kekerasan kepada anak-anak. Bersama memutus mata rantai kekerasan terhadap anak," jelas dia.

 

(fad/bk-1)

Komentar ()
Berita Sangihe
Sangihe
10 Jan 2019 / dibaca 71 kali
TAHUNA (BK): Selang Oktober 2018 hingga Januari 2019, terhitung sebanyak 66 kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi di...
Sangihe
10 Jan 2019 / dibaca 87 kali
TAHUNA (BK): Kepala Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe Jeffry S Tilaar SE ME mengatakan pelaksanaan Upacara Adat Tulude...
Sangihe
09 Jan 2019 / dibaca 74 kali
TAHUNA (BK): Sebanyak 12 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Sangihe sudah terakreditasi oleh pemerintah pusat selama 2018...
Sangihe
09 Jan 2019 / dibaca 120 kali
TAHUNA (BK): Setelah hilang sejak 23 Desember 2018 lalu di laut, kini Dikson Makalikis, nelayan asal Kampung Pulau Kahakitang Kecamatan...
Sangihe
09 Jan 2019 / dibaca 79 kali
TAHUNA (BK): Dua nelayan bernama Alret Antara (41) dan Iwan Wangka (38) warga Kota Tahuna berhasil ditemukan selamat di perairan laut oleh...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.