Sangihe

Lima Warga Sangihe Ditemukan di Laut Papua

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Sunday, 07 January 2018 19:02   178 kali

TAHUNA (BK): Setelah dinyatakan hilang hampir sebulan, lima warga Kabupaten Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara berhasil ditemukan selamat, di Pulau Padaidori Kabupaten Kepulauan Biak, Provinsi Papua, tanggal 6 Januari 2018.

 

Mereka hilang sejak tanggal 8 Desember 2017, di sekitaran perairan laut Pulau Kawaluso. Dikarenakan,  kerusakan mesin dan dihantam badai laut.

 

Kelima orang tersebut hanyut dibawa ombak dan terapung di atas pamboat selama kurang lebih sebulan dan terbawa arus sampai ke Pulau Padaidori Kabupaten Kepulauan Biak, Provinsi Papua.

 

Berkat kerjasama dari Satuan Lanal Tahuna dan Lanal Biak serta Basarnas Biak, tim berhasil mengevakuasi 5 orang WNI dalam keadaan sehat dan selamat.
 

 

Mereka menumpang sebuah perahu warna bawah biru dan atas putih yakni KM Hasrat, bernama masing-masing, Lasdi Hamka, Muliadi Manderes, Burhanudin Tompoh, Feri Tampilang dan Andika Hamka. 

 

Kolonel Laut (P) Setiyo Widodo SE MSi selaku Komandan Lanal Tahuna melaksanakan koordinasi dengan Lanal Biak dan Guskamlatim di Biak untuk dapat melaksanakan SAR terhadap 5 WNI yang merupakan korban dan masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe. 
 

 

Satuan Intel Lanal Tahuna di bawah pimpinan Mayor laut (P) Agung Dwi Handoko D selaku Pasintel Lanal Tahuna melaksanakan tracking posisi terhadap nomor handphone Lasdi (Nahkoda KM Hasrat). 

 


Berdasarkan informasi dari jaring agen dan komunikasi langsung nahkoda KM Hasrat Lasdi dengan Anggota Unit Intel Lanal Tahuna meminta koordinat posisi terakhir pamboat tersebut dan didapat informasi tentang posisi pamboat tsb di 1'08.115'S 136^42.709'E berada dekat dengan Pulai Padaidori Biak, Papua.
 

 

Setelah mendapatkan titik koordinat dari Lasdi Satuan intel Lanal Tahuna mengirimkan koordinat dan nomor handphone Lasdi kepada Satuan Ops Lanal Biak yang rencana gerak untuk SAR bersama Basarnas Biak menggunakan kapal basarnas Biak  RB 205  bertolak dari dermaga BMJ untuk melaksanakan SAR Laut Gabungan pencarian KM Hasrat.

 


Sekitar pukul 15.45 WIT melaksanakan apel kelengkapan.  Pukul 16.00 WIT Kapal KN SAR Biak OI mulai bergeser dari dermaga BMJ menuju lokasi pencarian dari titik Koordinat.

 

Pukul 18.06 WIT, Tim SAR Gabungan tiba di titik koordinat bagian selatan Kepulauan Padaidori dan melihat posisi dari Kapal KN Hasrat dalam kondisi rusak berat terdampar di pesisir Pantai Kepulauan Padaidori. Sekitar pukul 18.19 WIT, pelaksanaan merapat ke pantai dengan penurunan Sekoci yg di gunakan oleh Tim terdiri dari  Anggota SAR dan TNI AL Lanal Biak.

 

Pukul 18.22 WIT, Tim SAR gabungan tiba di pesisir pantai dan disambut masyarakat dan kepala Kampung Aiarimba Kepulauan Padaidori yakni Markus Mahombo, dan lansung dipertemukan para korban yang dalam kondisi sehat. Sekitar pukul 18.25 WIT penyampaian dari Katim SAR kepada kepala kampung dan masyarakat yang intinya. "Kami sangat berterim kasih kepada seluruh warga kampung ini yg dengan kerelaan hati untuk menerima dan menolong saudara kita yg ditimpah musibah ini. kami akan membawa para korban ini utk mendapat penanganan yg lebih baik lagi," kata Katim SAR. 

 

Sekitar pukul 18.30 WIT, Tim SAR beserta korban bergeser dari pantai menuju kapal KM Hasrat dengan menggunakan sekoci guna mengambil Barang barang korban yg masi tertinggal di kapal tersebut. 

 

Pukul 18.48 WIT, Tim SAR dan korban tiba di Kapal KN SAR Biak OI dan langsung dilaksanakan pengecekan kembali terhadap korban dan di persilahkan untuk beristirahat sejenak di ruangan dek bawah. Pukul 18.49 WIT Kapal KN SAR Biak mulai bergeser dari kepulauan Padaidori dengan tujuan pelabuhan BMJ dan pukul 21.24 Wit Kapal KN SAR Baik OI tiba dan sandar di dermaga BMJ dengan aman dan lancar.

 

Untuk para korban sementara di tampung di Kantor SAR Biak guna melaksanakan penangan lebih lanjut. Karena kondisi dari Kapal korban KN,Hasrat mengalami rusak berat maka diputuskan utk tidak dibawah dan tetap berada di Pulau Padaidori. 

 

"Himbauan kita kepada selueuh nelayan, seluruh pengguna laut adalah pertama lengkapi identitas, itu yang paling utama. Kedua lengkapi peralatan untuk melaut dari sisi keamanan, contohnya GPS, alat komunikasi. Juga kelengkapan keseluruhan alat-alat perlengkapan, perbaharui perubahan cuaca yakni dari pihal Sahbandar atau Otoritas Pelabuhan,  dan bisa dicek melalui brita-brita cuaca tengang bagaimana cuaca ke depan. Dan tak kalah penting juga, kalau terjadi apa-apa.  Kemarin, ada yang hanyut memiliki kontak person dengan salah satu anggota kita. Lalu kita perluas, dan ada anggota di Biak. Lalu melakukan evakuasi dengan cepat kepada para nelayan yang selamat tersebut," tutur Komandan Pangkalan Angkatan Laut Tahuna Kolonel Laut (P) Setiyo Widodo SE MSi.

 

(fad/bk-1)

Komentar ()
Berita Sangihe
Sangihe
14 Jun 2018 / dibaca 445 kali
TAHUNA (BK): Meski masih beberapa hari lagi hari raya Idul Fitri 1439 H akan dirayakan, ternyata ada juga bahan makanan yang mengalami...
Sangihe
13 Jun 2018 / dibaca 492 kali
TAHUNA (BK): Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Liun Kendage Tahuna membutuhkan dua dokter spesialis Patalogi.   Hal ini disampaikan...
Sangihe
13 Jun 2018 / dibaca 486 kali
TAHUNA (BK): Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Sangihe, Helmud Hontong SE menghadiri penutupan Hari Pekabaran Injil (HPI) ke 161 tahun dan Hari...
Sangihe
13 Jun 2018 / dibaca 0 kali
TAHUNA (BK): Mengakomodir komponen-komponen terkait untuk memacu percepatan pembangunan tentunya memerlukan dukungan bersama untuk memberikan...
Sangihe
13 Jun 2018 / dibaca 517 kali
TAHUNA (BK): Tak hanya ditangani pemerintah daerah, namun penting untuk selalu mengakomodir komponen terkait untuk menunjang kemajuan daerah...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.