Sangihe

Masyarakat Perbatasan di Sangihe Butuh Perhatian Khusus

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 24 May 2019 07:07   205 kali

TAHUNA (BK): Daerah terluar yang berbatasan dengan negara tetangga Filipina yaitu Kecamatan Kepulauan Marore Kabupaten Kepulauan Kepulauan Sangihe, meliputi tiga pulau yaitu Marore, Kawio dan Matutuang dengan penduduk 1.554 jiwa tercatat kategori penduduk miskin.

 

Seperti halnya di Pulau Matutuang, menurut Camat Kepulauan Marore,Imelda Lawendatu SSTP, kepada wartawan mengatakan, hampir semua masuk kategori miskin.

 

"Pada kemiskinan ini, semua ada pada masalah pendapatan masyarakat. Sebab, semua tergantung pada hasil laut (tangkap) karena, ketika cuaca tidak bersahabat potensinya seperti itu, kurangnya pendapatan masyarakat. Belum lagi masalah pasar yang berdampak pada harga," kata Lawendatu.

 

Dikatakannya, tidak hanya pada masalah perikanan penyebab kemiskinan,  susahnya di pulau-pulau di Kepulauan Marore ini, adalah kendala kapal sebagai penghubung antar pulau-pulau ke pulau besar.

 

"Kepulauan ini merupakan pulau rawan pangan, karena disebabkan kurangnya transportasi laut sebagai penghubung. Seperti halnya di Pulau Matutuang, satu bulan ini baru minggu kemarin ada kapal. Jadi, pergumulan sekali pemasalah kapal ini," jelas dia. 

 

Sehingga krisis kapal ini terhadap pangan, pihaknya terpaksa menyurat ke pusat karena memang masyarakat sudah kehabisan beras "Contoh saja pada bulan Januari dan Pebruari 2019 belum lama ini, pada saat itu angin utara berhembus kencang sehingga membuat gelombang bergelora membuat aktifitas masyarakat lumpuh terpaksa dua minggu masyarakat makan pisang muda," tandasnya. 

 

Dilanjutkannya, terakhir kapal yang beroperasi untuk melayani kepulauan ini adalah Sabuk Nusantara 05,  tetapi ditarik ke Bima karena masyarakat Bima juga membutuhkan. Kemudian, setelah kita lihat ketika giliranya jadwal kapal KM Meliku Nusa untuk menyinggahi pulau-pulau ini hanya saja jadwalnya tidak ada untuk rute di pulau Matutuang.

 

"Kemudian untuk kapal KM Sabuk Nusantara 69 yang dengan 70 yang sama tipe 2.000,  kapal itu tidak mau untuk berlabuh di pelabuhan karena badan kapal 70 Meter, sedangkan kapasitas pelabuhan hanya 40 meter. Ketika kapal itu berlabuh berharap ada perahu tambangan untuk mengakut penumpang dan barang. Tetapi tipe perahu seperti itu tidak ada di sini sebab perahu di sini didominasi perahu pambut," tambahnya.

 

(fad/bk-1)  

 

 

Komentar ()
Berita Sangihe
Sangihe
15 Oct 2020 / dibaca 96 kali
TAHUNA (BK) : Menyambangi daerah kepulauan perbatasan NKRI, Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI dan Kementerian Sosial (Kemensos) RI melaksanakan...
Sangihe
15 Oct 2020 / dibaca 55 kali
TAHUNA (BK) : Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Tahuna menggelar Sosialisasi Keimigrasian Tentang "Eazy...
Sangihe
15 Oct 2020 / dibaca 43 kali
TAHUNA (BK) : Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr Joppy F Thungari MKes...
Sangihe
15 Oct 2020 / dibaca 87 kali
TAHUNA (BK) : Komandan Kodim (Dandim) 1301/Sangihe Letkol Inf Rachmat Christanto SIP menghadiri kegiatan Bakti Sosial (Baksos) yang dilaksanakan...
Sangihe
15 Oct 2020 / dibaca 79 kali
TAHUNA (BK) : Ikuti perkembangan di wilayah desa binaan, Babinsa Naha I, Serda Rofik Efendi anggota Koramil 1301-07/Tabut, Update Data...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.