Sangihe

Meiyer Ditemukan Tewas Mengenaskan

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 22 October 2019 05:39   271 kali
TAHUNA (BK): Warga di Kampung Lebo Kecamatan Manganitu dibuat heboh. Pasalnya, di kampung setempat, ditemukan seorang pria yang tewas secara mengenaskan dengan luka di bagian kepala, teridentifikasi bernama Meiyer Alwin Garing, berumur 44 tahun, warga Kampung Lebo Kecamatan Manganitu. 
 
 
Korban ditemukan, Minggu (20/10/2019), sekitar pukul 18.30 Wita, di lindongan 3 Kampung Lebo Kecamatan Manganitu, di Pantai Pendarehokang di belakang rumah keluarga Lakada Seba. 
 
 
Setelah memperoleh informasi tersebut, Kapolsek Manganitu Iptu Joubert Johanis bersama anggota langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) di Kampung Lebo Kecamatan Manganitu. 
 
 
Setelah diselidiki, mayat ditemukan pertama kali oleh Manuel Kamudi (61), berprofesi sebagai nelayan, warga setempat. 
 
 
Kronologis kejadian berdasarkan keterangan para saksi. 
Menurut saksi Manuel Kamudi, yang menemukan pertama kali mayat korban, juga warga setempat menjelaskan, Minggu (20/10/2019), sekitar pukul 18.30 Wita, pada saat saksi akan mengambil bangku yang dipinjam oleh  Nelman untuk dipakai di pantai Pendalehokang, sekitar 50 meter dari rumah saksi. Saksi melihat korban dengan menggunakan senter di tempat kejadian tersebut. Sebelumnya saksi tidak tahu kalau itu adalah mayat. Posisi korban sedang terlentang. 
 
 
Saksi nanti mengetahui bahwa itu adalah mayat, karena korban melihat darah pada bagian kepala korban.  Selanjutnya saksi langsung memberitahukan kejadian tersebut kepada masyarakat di sekitar pantai tersebut.
 
 
Menurut saksi Yongki Kansil (25), warga Kampung Nahepese Kecamatan Manganitu namun berdomisili di Kampung Lebo Kecamatan Manganitu, menjelaskan bahwa saksi bersama 8 orng lainnya datang di pantai tempat kejadian tersebut sekitar pukul 16.00 Wita, dengan maksud untuk berekreasi sambil membawa makanan dan membawa 1 dos minuman bir bintang. 
Sekitar pukul 17.30 Wita, korban datang bergabung, namun saksi tidak tahu korban dari mana. 
 
 
Korban sudah dalam keadaan mabuk, namun tidak membuat keributan di tempat tersebut. 
Pada saat saksi dan rekan-rekannya meninggalkan lokasi tersebut, korban masih berada di lokasi tersebut sambil tidur di pasir. 
 
 
Selain korban juga terdapat beberapa orang lain di sekitar lokasi tersebut, diantaranya lelaki Natalia Lahamendu, warga Kampung Lebo Kecamatan Manganitu. 
 
 
Menurut saksi Romi Diansapare Lahose (36), warga setempat, menjelaskan bahwa sekitar pukul 18.00 Wita, saksi bergabung dengan lelaki Nelman Makawengkase dan rekan-rekannya di pantai Pendarehokang yang sedang berekreasi. Saksi membawa keroncong dan mereka bernyanyi bersama dengan rekan-rekanya di tempat tersebut. 
 
 
Saksi sebelumnya sudah meneguk miras dan sempat minum-minuman bir bintang besama-sama dengan lelaki Nelman.
Di lokasi tersebut juga terdapat korban dan sempat bersama-sama minum bir. 
Keadaaan korban saat itu sudah dalam keadaan mabuk, namun tidak melakukan keributan. 
 
 
Sekitar pukul 19.00 Wita, lelaki Nelman dan rekan-rekannya bubar dari lokasi tersebut, sementara saksi nanti meningalkan lokasi tersebut sekitar 15 menit kemudian. Sementara korban masih di berada di lokasi tersebut. Korban pada saat itu sedang tidur-tiduran di atas pasir pantai tersebut. 
Saksi kemudian singgah di Posko, sekitar 50 meter dari lokasi pantai, dengan maksud untuk tidur, karena sudah mabuk. 
 
 
Beberapa saat kemudian datang lelaki Manuel Kamudi, membangunkan saksi, dan mengatakan bahwa lelaki Meiyer Garing (korban) sudah berdarah di pantai, tempat mereka berkumpul tadi.
Saksi tidak mengetahui kejadian sehingga korban meninggal dunia.
 
 
Pada saat saksi meninggalkan lokasi pantai tersebut, terdapat beberapa orang yang saksi sudah tidak ingat lagi, karena saksi sudah dalam keadaan mabuk, berada di lokasi pantai tersebut selain  korban. 
 
 
Menurut saksi Nelman Makawengkase (37), warga Kampung Lebo Kecamatan Manganitu, menjelaskan bahwa, saksi bersama rekan-rekan sekerjanya datang di pantai tempat kejadian tersebut, sekitar pukul 16.00 Wita, dengan maksud untuk berekreasi sambil membawa makanan dan 1 dos minuman bir bintang. 
 
 
Sekitar pukul 19.00 Wita, korban datang bergabung, namun saksi tidak tahu korban dari mana. 
Korban sudah dalam keadaan mabuk, namun tidak membuat keributan di tempat tersebut. 
 
 
Pada saat saksi dan rekan-rekannya meninggalkan lokasi tersebut, saksi  masih berada di lokasi tersebut, sambil tidur di pasir.
 
 
Adapun rekan-rekan saksi yang berkumpul di pantai Pendarehokang yaitu lelaki Yongki, Alpinus Gandawari, Piong, Andarias Makangiras, semuanya dari Kampung Lebo Kecamatan Manganitu. Dan ada juga teman-teman saksi dari Tahuna yaitu lelaki Ambo, Son, Raden, Ambo, Mario dan 
perempuan 3 orang. 
 
 
Sekitar pukul 20.00 Wita, Kepala Puskesmas Manganitu, dr Polideng Dalawir, juga mendatangi TKP menerangkan bahwa tidak dapat melakukan pemeriksaan luar terhadap mayat tersebut, karena situasi dan kondisi korban harus dilakukan pemeriksaan di Puskesmas Manganitu.
Kemudian, sekitar pukul 21.00 Wita, dilakukan identifikasi dan olah TKP oleh personil Sat Reskrim Polres Kepulauan Sangihe. 
 
 
Keadaan korban di TKP yaitu korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, osisi korban tertidur terlentang, mengenakan kaos warna merah dan celana pendek warna hitam, pada bagian kepala di wajah korban terdapat luka berdarah dan wajah korban ditimbuni pasir, di sekitar TKP terdapat botol bekas minuman jenis bir bintang yang masih utuh dan sudah pecah. 
 
 
Sekitar pukul 21.30 Wita, korban dibawa ke Puskesmas Manganitu untuk dilakukan pemeriksaaan mayat oleh pihak Puskesmas Manganitu. 
 
 
Hasil pemeriksaan luar oleh dokter bahwa pada bagian wajah korban terdapat luka akibat benturan benda tumpul, 1 buah gigi atas lepas. 
Dari hasil penyelidikan petugas, yakni masih dalam pendalaman terhadap penyebab kematian korban, diantara orang-orang yang berada di lokasi tersebut, terdapat lelaki Natalia Lahamendu. 
 
 
Pada saat saksi-saksi diatas meninggalkan lokasi tersebut, lelaki Natalia Lahamendu berada di lokasi tersebut bersama-sama dengan korban. 
Antara korban dengan lelaki Natalia Lahamendu, sekitar bulan Maret 2019, diduga pernah terjadi salah paham dan sempat berkelahi. 
 
 
Setelah dilakuakan pencarian terhadap lelaki Natalia Lahamendu, untuk dimintai keterangan, yang bersangkutan belum ditemukan di Kampung Lebo Kecamatan Manganitu. 
 
 
Saat ini korban masih berada di Puskesmas Manganitu, sedang dilakukan VER pemeriksaan luar. Situasi di Kampung Lebo Kecamatan Manganitu sampai saat ini masih dalam keadaan kondusif. 
 
 
Kapolres Kepulauan Sangihe dan mencakup wilayah Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) AKBP Sudung Ferdinan Napitu SIK melalui Paur Humas Polres Kepulauan Sangihe Iptu Jakub Sedu ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. 
 
 
"Tim identifikasi dari Sat Reskrim Polres Kepulauan Sangihe telah melakukan olah TKP, dan Tim Scorpion melakukan pengembangan atas kejadian tersebut. Dan untuk para saksi telah diamankan di Polsek Manganitu untuk dilakukan interogasi, dan sampai dengan sekarang ini belum dapat dipastikan pelaku kejadian tersebut, dan hingga sekarang ini masih dilakukan penyelidikan terhadap pelaku," kata dia. 
 
 
(fad/bk-10) 
 
Komentar ()
Berita Sangihe
Sangihe
31 Mar 2020 / dibaca 52 kali
TAHUNA (BK) : Anggota Koramil 1301-06/Kendahe yang dipimpin Plh Danramil bersama anggota Polsek Kendahe dipimpin Kapolsek setempat, melaksanakan...
Sangihe
31 Mar 2020 / dibaca 46 kali
TAHUNA (BK) : Guna membantu pemerintah memutus mata rantai penyebaran virus corona atau covid 19, anggota Koramil 1301- 04/Manganitu bersama Tim...
Sangihe
31 Mar 2020 / dibaca 88 kali
TAHUNA (BK) : Segala upaya pencegahan dan penanggulangan dalam memerangi virus corona atau covid 19 terus dilakukan di berbagai daerah, melalui...
Sangihe
31 Mar 2020 / dibaca 43 kali
TAHUNA (BK) : Dalam rangka meningkatkan kerjasama untuk pencegahan penyebaran virus corona atau covid 19, anggota Babinsa Koramil...
Sangihe
31 Mar 2020 / dibaca 39 kali
TAHUNA (BK) : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe akan menunda pelaksanaan Pemilihan Kapitalaung (Pilkap) serentak yang rencananya...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.