Sangihe

Oknum Legislator Sangihe Diduga Aniaya Gadis

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 17 April 2018 07:33   154 kali

TAHUNA (BK): Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (baca: lesgialator) Kabupaten Kepulauan Sangihe berinisial AT diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang gadis bernama Sinta Kainage (23) warga Kampung Pulau Kawaluso Kecamatan Kendahe.

 

Kejadian yang terjadi Minggu (15/4/2018) di kawasan Towoe Kelurahan Sawang Bendar Kecamatan Tahuna, itu mengakibatkan Sinta luka memar dan lecet di tangan.  
 

Dari informasi yang diperoleh, korban mengaku saat itu berada di dalam kamar mandi. Tiba-tiba pelaku datang merangkulnya hingga tangannya lecet memar.

 

"Pada waktu itu saya sedang mandi di dalam rumah pondokan warga kawaluso. Ketika saya keluar dari kamar mandi, ibu (AT oknum anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe) tersebut masuk ke dalam rumah langsung menangkap saya hingga tangan saya memar," ucap Sinta kepada wartawan. 

 

Sinta mengatakan, pelaku kemudian merampas paksa handphone dan membawanya. "Setelah selesai menarik saya, dia merampas telepon genggam saya dan membawanya pergi," kata korban yang masih trauma.

 

Diketahui, AT diduga sempat menendang pintu dapur rumah tempat kejadian hingga rusak. Hal tersebut kemudian dibenarkan oleh Kapitalaung Kawaluso, Beni Barahama.

 

"Saya sempat mengatakan kepada pelaku, kalau ada masalah tolong dibicarakan baik baik. Namun pelaku tak menghiraukannya malahan langsung masuk ke dalam rumah mencari korban sambil menendang pintu dapur dan kemudian menarik paksa korban keluar dari rumah," jelas Barahama.

 

Sementara itu, AT oknum anggota dewan tersebut, ketika dikonfirmasi wartawan, di Polres Sangihe, Senin (16/4/2018), justru membantah tuduhan terhadap dirinya yang diduga melakukan penganiayaan. "Saya tidak pernah memukul korban. Juga tidak menarik korban secara paksa," aku AT di hadapan wartawan.

 

Selain itu, AT juga membantah kalau dirinya telah menendang ke arah pintu hingga mengalami kerusakan. AT juga mengaku kalau dirinya mengalami luka memar di badannya. "Saya tidak pernah menendang pintu, hingga rusak. Pula ada luka memar di badan saya," tambahnya. 

 

Secara terpisah, Kapolres Sangihe dan mencakup wilayah Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) AKBP Sudung F Napitu SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Denny Tampenawas SSos ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. 

 

"Penyidik Polres Sangihe membenarkan memang ada laporan penganiayaan terhadap korban bernama Sinta Kainage, diduga dianiaya oleh oknum anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe berinisial AT. Tentunya masih dalam proses pendalaman terhadap AT yang diduga melakukan penganiayaan kepada korban. Pula penyidik masih melakukan proses penyelidikan, termasuk klarifikasi terhadap AT, dan menentukan waktu guna mengundang AT," jelas dia.

 

Lebih lanjut Tampenawas juga penyidik Polres Sangihe tentunya serius untuk menanganinya karena korban masih keberatan terhadap AT. "Kami juga memastikan hasil penyelidikan, mungkin ada pasal-pasal yang akan dikenakan terhadap AT," tambahnya.

 

(fad/bk-1)   

 

Komentar ()
Berita Sangihe
Sangihe
07 Dec 2018 / dibaca 38 kali
TAHUNA (BK): Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe Ir Felix Gaghaube melalui Kabid...
Sangihe
07 Dec 2018 / dibaca 44 kali
TAHUNA (BK): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)...
Sangihe
06 Dec 2018 / dibaca 44 kali
TAHUNA (BK): Kemandirian untuk terus menggenjot produksi hasil pertanian lokal berupa bawang rica tomat (barito) terus dilakukan Pemerintah...
Sangihe
06 Dec 2018 / dibaca 82 kali
TAHUNA (BK): Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tahun 2019, di Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadi Rp2,200 juta. Demikian disampaikan Kepala Dinas...
Sangihe
06 Dec 2018 / dibaca 55 kali
TAHUNA (BK): Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Sangihe menggelar coffee morning dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi se Dunia Tahun...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.