Sangihe

Opa Asal Pinebetengan Diduga Nekad Gantung Diri

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Sunday, 10 November 2019 21:13   138 kali

TAHUNA (BK): Warga di Kampung Pinebetengan Kecamatan Manganitu sempat dibuat heboh. Pasalnya, seorang pria, teridentifikasi berinisial AM (66), berprofesi sebagai petani, dan warga Lindongan II Kampung Pinebetengan Kecamatan Manganitu, ditemukan dalam kondisi tewas mengenaskan.


Diduga opa AM nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Peristiwa menghebohkan ini terjadi Jumat (08/11/2019), sekitar pukul 15.45 Wita, di Lindongan II Kampung Pinebetengan Kecamatan Manganitu.


Dari informasi yang diperoleh, yakni sejumlah saksi, menurut Espin Budiman (74), isteri korban, warga setempat, Jumat (08/11/2019), sekitar pukul 15.00 Wita, korban dari kebun, datang rumah sudah dalam keadaan mabuk. Seperti biasa, antara korban dan saksi terjadi cekcok, disebabkan karena korban setiap kali pulang rumah sudah dalam keadaan Mabuk.


Saksi dan korban sempat makan bersama. Beberapa saat kemudian setelah selesai makan, korban masuk ke ruangan sebelah yang terdapat tempat tidur.


Saksi melihat korban mengambil tali nilon warna biru yang terdapat di bawa tempat tidur. kemudian korban mengikatkannya pada balok diatas tempat tidur tersebut. Selanjutnya korban juga mengikatkan tali tersebut ke leher korban.


Saksi tidak dapat mencegah korban, karena korban marah marah, sudah dalam keadaan mabuk, dan korban membawa parang yang diikatkan pada pinggang korban.


Melihat kejadian tersebut saksi menjauh. namum saksi tidak menyangka kalau korban akan melakukan bunuh diri.
Beberapa saat kemudian saksi kembali ke ruangan tersebut. Saksi melihat korban dalam keadaan tertidur, tali terikat dari balok ke leher korban. Kemudian saksi mendekat, dengan maksud untuk membangunkan korban.


Namun karena korban sudah tidak bergerak, saksi langsung memberitahukan kejadian tersebut kepada Theodorus Medellu, yang merupakan tetangga korban, yang rumahnya berjarak sekitar 100 meter dari tempat kejadian perkara (TKP).


Menurut saksi Theodorus Medellu (39), anggota Polri, warga setempat, sekitar pukul 15.45 Wita, datang perempuan Espin Budiman, merupakan tetangga saksi menyampaikan keadaan suaminya.


Saksi langsung menuju ke TKP dan melihat keadaan korban tertidur menyamping sudah tidak bergerak. Celana korban sudah terdapat tinja dan kencing. Pada leher korban terdapat lilitan tali nilon warna biru, sedangkan ujung tali diikatkan pada balok di atas tempat tidur tersebut.


Pada saat itu pasyarakat sekitar TKP langsung terkumpul, karena perempuan Espin Budiman menangis sambil berteriak. Selanjutnya saksi langsung menghubungi Kapitalaung Pinebentengan dan menginformasikan ke Polsek Manganitu.


Menurut Kepala Puskesmas Manganitu, dr Polideng Dalawir, setelah melakukan pemeriksaan luar terhadap korban di TKP bahwa tulang jakun pada tenggorokan korban patah akibat lilitan tali, mengeluarkan tinja pada anus, mengeluarkan kencing pada kemaluan, lidah tergigit, mengeluarkan ingus pada hidung.


Sehingga disimpulkan bahwa korban meninggal dunia karena terjadi sumbatan pada jalan napas.
Merupakan unsur pada pasien yang meninggal karena jeratan tali pada leher/gantung diri.


Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Sudung Ferdinan Napitu SIK melalui Paur Humas Polres Kepulauan Sangihe Iptu Jakub Sedu ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian itu.


"Tindakan Polri yakni mendatangi TKP, dipimpin langsung oleh Kapolsek Manganitu Iptu Joubert Johanis bersama anggota,berkoordimasi dengan Kepala Puskesmas Manganitu dan Kapitalaung Pinebentengan Robinson Takaredase SSos.
Melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi, serta
berkoordinasi dengan keluarga korban. Oleh pihak Keluarga tidak akan melakukan otopsi jenasah terhadap korban karena kejadian tersebut merupakan musibah," jelasnya.


(fad/bk-10) 

Komentar ()
Berita Sangihe
Sangihe
10 Aug 2020 / dibaca 72 kali
TAHUNA (BK) : Dalam rangka kunjungan kerja, Komandam Kodim (Dandim) 1301/Sangihe Letkol Inf Rachmat Christanto SIP didampingi Ibu Ketua Persit...
Sangihe
10 Aug 2020 / dibaca 71 kali
TAHUNA (BK) : Sebagai bentuk kepedulian Komandan terhadap anggota jajaranya, Komandan Kodim (Dandim) 1301/Sangihe Letkol Inf Rachmat Christanto...
Sangihe
08 Aug 2020 / dibaca 62 kali
TAHUNA (BK) : Di tengah pandemi Covid 19 melanda, semua aktivitas dibatasi, baik dalam bekerja ataupun belajar. Tapi semua itu tidak menyurutkan...
Sangihe
08 Aug 2020 / dibaca 61 kali
TAHUNA (BK) : Sebagai wujud kepedulian Babinsa dalam meringankan beban masyarakat di desa binaan, Koptu Jodi Kendati anggota Babinsa Koramil...
Sangihe
08 Aug 2020 / dibaca 79 kali
TAHUNA (BK) : Dalam rangka penanggulangan wabah corona  pada masa adaptasi kebiasaan baru di Kepulauan Siau Kabupaten Kepulauan Siau...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.