Sangihe

Paling Banyak Pecandu Pakai Lem Ehabon

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Saturday, 14 December 2019 09:23   108 kali

TAHUNA (BK): Sepanjang 2019, sebanyak 19 pecandu yang direhabilitasi oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kepulauan Sangihe. Paling banyak pecandu menggunakan lem ehabon kemudian obat-obatan seperti grantusif, mextril, komix dan trihexyphenidyl, serta ada juga jamur yang tumbuh di kotoran sapi.

 

Demikian disampaikan, Kepala BNNK Kepulauan Sangihe, Melkias Tuwankotta kepada wartawan, di kantornya, kemarin.

 

Sebanyak 19 pecandu semuanya remaja berjenis kelamin laki-laki, dengan tingkat kecanduan berbeda-beda seperti coba pakai ada 13 orang, teratur pakai 1 orang dan pecandu 5 orang.

 

“Bersyukur di Sangihe ini saat ini masih zero atau negatif penggunaan narkoba. Hanya saja zat adiktif seperti ehabon bagi anak muda, itu tidak bisa dipungkiri. Sehingga pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk tidak diperjual belikan ehabon bagi anak-anak," ungkapnya kepada awak media, Jumat (13/12/2019).

 

Lanjutnya, untuk Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) khususnya untuk masyarakat yang masih bersih atau belum tersentuh narkoba maupun zat adiktif di tahun 2019 ini, BNNK Kepulauan Sangihe telah melakukan advokasi, sosialisasi, tes urine, pemberdayaan masyarakat dan kampanye stop narkoba di institusi pemerintah, lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan serta masyarakat dengan jumlah 83 kegiatan dengan melibatkan 15.086 orang atau 11,53 persen dari penduduk Sangihe berjumlah 130.833 jiwa.

 

“Ini sudah melebihi capaian target dimana yang ditetapkan 7 persen atau 9.158 orang. Dan juga sepanjang tahun 2019, BNNK Sangihe telah menerbitkan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN) sebanyak 476 orang,” jelas dia. 

 

Disentil terkait kendala yang dihadapi selama 2019, dia mengakui, SDM yang dimiliki dalam melaksanakan kegiatan sangat terbatas. Selain itu juga rendahnya partisipasi pelaksanaan tes urine di lingkungan instansi pemerintah karena tidak dianggarkan oleh masing-masing instansi pemerintah.

 

“Selain itu kurangnya kesadaran masyarakat untuk memberikan informasi atau laporan tentang adanya pecandu atau penyalahguna narkoba yang ada di lingkungan masyarakat. Sehingga petugas yang mencari sendiri keberadaan para penyalahguna. Serta kurangnya kesadaran penyalahguna untuk datang ke klinik rehabilitasi, sehingga petugas harus datang ke rumah untuk melakukan kunjungan dan konseling pada  para pecandu,” tutupnya.

 

(fad/bk-1)   
 

 

 

Komentar ()
Berita Sangihe
Sangihe
15 Jan 2020 / dibaca 74 kali
TAHUNA (BK): Bencana banjir bandang yang juga melanda Kecamatan Tamako Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jumat (03/01/2020) lalu menyimpan rasa...
Sangihe
15 Jan 2020 / dibaca 60 kali
TAHUNA (BK): Babinsa Koramil 1301-02/Siau, Serda Fransisco Bataha melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) dengan Kepala Desa Karalung yakni...
Sangihe
15 Jan 2020 / dibaca 68 kali
TAHUNA (BK): Guna menjalin Kemanunggalan TNI dengan Rakyat, Serka Nixon Londo Koramil 1301-02/Siau melaksanakan komunikasi sosial (Komsos)...
Sangihe
15 Jan 2020 / dibaca 62 kali
TAHUNA (BK):Dalam rangka mewujudkan kedekatan antara TNI dengan rakyat, Babinsa Koramil 1301-02/Siau Babinsa Sertu Edi Santoso dan Serda Junnedi...
Sangihe
15 Jan 2020 / dibaca 61 kali
TAHUNA (BK): Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kepulauan Sangihe Steven Lawendatu memperingatkan Aparatur Sipil Negeri (ASN) di...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.