Sangihe

Pembahasan RAPBD Tahun 2020 Berlanjut

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 21 November 2019 22:55   92 kali
TAHUNA (BK): Agenda pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2020, masih berlanjut di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kamis (21/11/2019), sekitar pukul 10.00 Wita. 
 
Rapat pembahasan tersebut dipimpin Ketua DPRD setempat Josephus Kakondo dan didampingi Wakil Ketua DPRD Maikel Thungari, pula dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe Edwin Roring SE ME, Badan Anggaran, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). 
 
Saat pembahasan yang berlangsung tersebut, diantaranya tentang kebutuhan pelayanan yang ada di Rumah Sakit Daerah (RSD) Liun Kendahe Tahuna. 
 
Menurut Kepada Badan Keuangan Pemkab Kepulauan Sangihe, Femmy Montang, dalam pelaksanaannya juga terkait dengan kebutuhan pelayanan kesehatan hak-hak paramedis yang harus dibayarkan, belanja obat-obatan, sewa kendaraan, makan minum bagi para pasien. 
 
"Obat-obat diprioritaskan, juga akan bayar utang Rp3,8 milyar. Dan untuk total anggaran Rp9,8 milyar," ungkapnya. 
 
Pula dijelaskan Sekda Pemkab Kepulauan Sangihe Edwin Roring SE ME yakni terhadap kondisi yang terjadi di RSD Liun Kendage Tahuna, tentunya itu sebagai wujud pemerintah daerah untuk pelayanan kesehatan. 
 
Sementara itu, Paul Rizal Makagansa, salah satu anggota DPRD setempat, juga mempertanyakan terhadap pengadaan obat-obatan, biaya yang diperlukan, ada pinjaman untuk atasi pelayanan di rumah sakit, dan berapa kebutuhan rumah, dan dengan dibayarkan Rp3,8 milyar utang rumah sakit agar persoalan clear. 
 
Selanjutnya penjelasan Dirut RSD Liun Kendage Tahuna, dr Blessing Rompis SpB menjelaskan, sebanyak Rp5,8 milyar untuk obat-obatan, palayanan kesehatan ada dana di RSD, Rp3,8 milyat untuk bayar utang. 
 
Juga disampaikan Ketua DPRD Josephus Kakondo yakni terhadap pelayanan kesehatan di RSD Liun Kendage Tahuna, tentunya diperuntukan untuk menolong rakyat, termasuk kebutuhan obat-obatan. 
 
Dalam pembahasan berikut, yakni Dinas Kesehatan, oleh salah seorang anggota DPRD setempat, Dalmasius Saletia, menanyakan tentang target pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2020 yang mengalami penurunan dari tahun 2019. 
 
Menanggapinya, maka Sekretaris Dinkes Pemkab Kepulauan Sangihe, Frederik, menjelaskan PAD dianggarkan 300 juta lebih, retribusi pelayajan kesehatan di puskesmas, objek adalah pasien umum, pendapatannya dari orang sakit. 
 
Selanjutnya pembahasan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Kepulauan Sangihe, oleh salah seorang anggota DPRD setempat Paul Rizal Makagansa, meminta data data retribusi pasar, kios, serta potensi apa capai target. 
 
Menjawab pertanyaan tersebut, Kabid Pasar Disperindag Pemkab Kepulauan Sangihe, Obed Maheda menjelaskan, memohon maaf data yang akan masih dirampungkan lagi. 
 
Sementara itu, Ketua DPRD Josephus Kakondo menjelaskan, memberikan kesempatan mengumpulkan data itu. Pembahasan selanjutnya, yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH), oleh Kepala Dinas Ronald Izak menjelaskan, potensi yang ada, target PAD Rp150 juta, retribusi persampahan pada sektor rumah tangga, objek pertokoan perbengkelan. 
 
"Bila ada penambahan, maka sektor perumajan kita laksanakan. Tahun 2020 kita akan perbaiki data, berdasarkan Perda tahun 2017. Ada call center tersedia sampai jam 5 sore," jelasnya. 
 
Kemudian pembahasan terhadap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) yang disampaikan Kepala Dinas Ernist Unas SPi MSi, yakni menjelaskan setiap aset perikanan harus jelas, kawasan mangrove merupakan kewenangan pemerintah provinsi, akan ditindaklanjuti. 
 
"Kami akan memperjuangkan. Di Dagho, ITS ada hak mengelola, adakan seleksi pengusaha, memastikan atas dasar apa penentuan PAD. Target kita memang sudah tak ada PAD," jelasnya. 
 
Rapat pembahasan diskors pukul 12.00 Wita, dan dilanjutkan pukul 13.00 Wita. 
Oleh ketua DPRD Josephus Kakondo masih menjelaskan percakapan tentang pendapatan, tanya jawab dan akan melangkah ke agenda berikutnya. 
 
Sementara itu, Sekda Pemkab Kepulauan Sangihe Edwin Roring SE ME meminta agar semua organisasi perangkat daerah (OPD) bisa hadir. 
"Semua OPD harus hadir, juga data yang diminta dari OPD, pajak, retribusi berproses di Kemendagri. Rumah Sakit Daerah (RSD) Liun Kendage Tahuna agar pengelolaan keuangan lebih optimal dan mengoptimalkan pendapatan," kata Sekda.
 
(fad/bk-10)  
Komentar ()
Berita Sangihe
Sangihe
11 Dec 2019 / dibaca 76 kali
TAHUNA (BK): Babinsa Koramil 1301-05/Tahuna Serda Rakinaung, Serda Leo M dan Kopda Gustaf melaksanakan kegiatan pendampingan kepada petani yg...
Sangihe
11 Dec 2019 / dibaca 65 kali
TAHUNA (BK): Babinsa Koramil 1301-08/Tabukan Tengah (Tabteng), Koptu Fresly Ladi, melaksanakan pendampingan kegiatan Posyandu di Balai Kampung...
Sangihe
11 Dec 2019 / dibaca 74 kali
TAHUNA (BK): Menuju era modernisasi, Koramil 1301-06/Kendahe bekerja sama dengan Pemerintah Kampung Tariang Lama Kecamatan Kendahe membuat...
Sangihe
10 Dec 2019 / dibaca 65 kali
TAHUNA (BK): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) melalu Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulawesi utara (Sulut) melaksanakan...
Sangihe
10 Dec 2019 / dibaca 54 kali
TAHUNA (BK): Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe, dr Joppy Thungari MKes mengatakan, tahun 2020...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.