Sangihe

Pemkab Sediakan Pupuk Bersubsidi

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 09 August 2018 21:39   177 kali

TAHUNA (BK): Guna menunjang pengelolaan sektor pertanian dan perkebunan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, kebutuhan pupuk bagi para petani tentunya turut menopang pelaksanaannya di wilayah-wilayah. Salah satunya, Malambae Sahabat (46), hampir separuh dari usianya ia abdikan sebagai petani, sekadar untuk menyambungkan hidup dan membiayai kuliah anaknya di salah satu perguruan tinggi di Sulut. 

 

"Sudah banyak yang datang memberi janji mau menyalurkan pupuk, toh saat ini memang belum ada. Oleh karena itu lebih baik tetap bekerja sebagaimana adanya. Kalau memang ada, yah! Bersyukur," ungkap dia.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Sangihe, Matilda Lumeling menjelaskan untuk pupuk subsidi pemerintah daerah baru diadakan tahun ini, dan untuk pupuk subsidi pusat masyarakat harus menyediakan Rencana Defenetif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK). 

 

"Namun demikian Pak Bupati menginginkan cara bagaimana memudahkan masyarakat mendapatkan pupuk. Jadi kita mencari proses yang aman dan baru keluar surat keputusan inspektorat," kata dia.

 

Pula ditambahkannya, akhir bulan Agustus 2018 pupuk subsidi daerah yang sebanyak 60 hingga 70 Ton, sudah akan disalurkan. "Akhir bulan ini pupuk jenis Ponska yang disubsidi daerah akan mulai dijalankan. Harga pupuk jenis ini, yang non subsidi mencapai Rp11ribu/kg, namun ketika disubsidi oleh pemerintah, menjadi telah menjadi Rp4ribu/kg," jelasnya Lumeling.

 

Lanjutnya, penyaluran pupuk bersubsidi tersebut, akan disalurkan melalui pengecer yang ada di kecamatan, dan melalui proses-proses yang sudah ditetapkan. "Aturan untuk mendapatkan pupuk subsidi, harus melalui rekomendasi Kapitalaung setempat. Hal ini dilakukan, jangan sampai ada yang lahannya hanya dua hektar,  terus dia meminta 10 ton, misalnya. Rekomendasi itu yang harus dibawa ke pengecer," jelasnya.
 

Kemudian terkait dengan pengecer, sambung Lumeling, di dua kecamatan ditetapkan satu pengecer, yakni siapa yang menjadi pengecer akan melalui proses mendaftar dulu, kemudian pemeriksaan berkasnya jika memungkinkan. Jadi yang mau menjadi pengecer harus melalui pemeriksaan inspektorat dan harus mendaftar.

 

(fad/bk-1)

Komentar ()
Berita Sangihe
Sangihe
08 Dec 2018 / dibaca 22 kali
TAHUNA (BK): Beragamnya potensi sumber daya alam (SDA) yang dimiliki memerlukan upaya kongkrit untuk melaksanakan seluruh proses...
Sangihe
08 Dec 2018 / dibaca 34 kali
TAHUNA (BK): Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) yang dipimpin Oleh Wakil Ketua MPR RI E E Mangindaan, melaksanakan...
Sangihe
07 Dec 2018 / dibaca 38 kali
TAHUNA (BK): Sejumlah kasus yang ditangani Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Sangihe terus...
Sangihe
07 Dec 2018 / dibaca 40 kali
TAHUNA (BK): Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe Ir Felix Gaghaube melalui Kabid...
Sangihe
07 Dec 2018 / dibaca 46 kali
TAHUNA (BK): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.