Sangihe

Pemkab Sediakan Pupuk Bersubsidi

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 09 August 2018 21:39   226 kali

TAHUNA (BK): Guna menunjang pengelolaan sektor pertanian dan perkebunan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, kebutuhan pupuk bagi para petani tentunya turut menopang pelaksanaannya di wilayah-wilayah. Salah satunya, Malambae Sahabat (46), hampir separuh dari usianya ia abdikan sebagai petani, sekadar untuk menyambungkan hidup dan membiayai kuliah anaknya di salah satu perguruan tinggi di Sulut. 

 

"Sudah banyak yang datang memberi janji mau menyalurkan pupuk, toh saat ini memang belum ada. Oleh karena itu lebih baik tetap bekerja sebagaimana adanya. Kalau memang ada, yah! Bersyukur," ungkap dia.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Sangihe, Matilda Lumeling menjelaskan untuk pupuk subsidi pemerintah daerah baru diadakan tahun ini, dan untuk pupuk subsidi pusat masyarakat harus menyediakan Rencana Defenetif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK). 

 

"Namun demikian Pak Bupati menginginkan cara bagaimana memudahkan masyarakat mendapatkan pupuk. Jadi kita mencari proses yang aman dan baru keluar surat keputusan inspektorat," kata dia.

 

Pula ditambahkannya, akhir bulan Agustus 2018 pupuk subsidi daerah yang sebanyak 60 hingga 70 Ton, sudah akan disalurkan. "Akhir bulan ini pupuk jenis Ponska yang disubsidi daerah akan mulai dijalankan. Harga pupuk jenis ini, yang non subsidi mencapai Rp11ribu/kg, namun ketika disubsidi oleh pemerintah, menjadi telah menjadi Rp4ribu/kg," jelasnya Lumeling.

 

Lanjutnya, penyaluran pupuk bersubsidi tersebut, akan disalurkan melalui pengecer yang ada di kecamatan, dan melalui proses-proses yang sudah ditetapkan. "Aturan untuk mendapatkan pupuk subsidi, harus melalui rekomendasi Kapitalaung setempat. Hal ini dilakukan, jangan sampai ada yang lahannya hanya dua hektar,  terus dia meminta 10 ton, misalnya. Rekomendasi itu yang harus dibawa ke pengecer," jelasnya.
 

Kemudian terkait dengan pengecer, sambung Lumeling, di dua kecamatan ditetapkan satu pengecer, yakni siapa yang menjadi pengecer akan melalui proses mendaftar dulu, kemudian pemeriksaan berkasnya jika memungkinkan. Jadi yang mau menjadi pengecer harus melalui pemeriksaan inspektorat dan harus mendaftar.

 

(fad/bk-1)

Komentar ()
Berita Sangihe
Sangihe
10 Apr 2019 / dibaca 65 kali
TAHUNA (BK): Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar Rapar Koordinasi (Rakor) Sentra Penegakan Hukum Terpadu...
Sangihe
09 Apr 2019 / dibaca 145 kali
TAHUNA (BK): Harga tarif tiket kapal cepat KM Majestik Kawanua diduga terlalu mahal. Pasalnya, tarif dengan pelayaran menempuh Pulau...
Sangihe
09 Apr 2019 / dibaca 84 kali
TAHUNA (BK): Menjelang menjelang Pemilu 17 April 2019 mendatang, Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Sangihe mengucap ikrar...
Sangihe
08 Apr 2019 / dibaca 459 kali
TAHUNA (BK): Dilaporkan, sekitar empat bulan tunjangan kinerja guru Aparatur Sipil Negara (ASN) Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sangihe belum...
Sangihe
08 Apr 2019 / dibaca 90 kali
TAHUNA (BK): Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Dr R Sigit Hardjanto SH MSi melaksanakan kunjungan kerja (kunker) sehari di wilayah...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.