Sangihe

Penganyam Atap Rumbia Perlu Diperhatikan

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 17 September 2019 05:47   77 kali

TAHUNA (BK): Meski kemajuan jaman begitu pesat terhadap bahan bangunan yang semakin modern, namun ada juga masyarakat yang tetap menekuni pembuatan bahan bangunan dari alam, salah satunya atap daun rumbia. Tak bisa dipungkiri daya saing membuat para penganyam atap daun rumbia tradisonal mengalami penyusutan penjualan seiring dengan berjalannya waktu, kian hari makin sedikit, baik penganyam maupun penjual.


Dimungkinkan ada beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu, keadaan cuaca kurang memungkinkan, bahan pengolahan, kurangnya peminat dikarenakan daya saing.


Meski begitu, bagi Sarjono Papunas, adalah salah satu pengrajin sekaligus penjual di Kampung Kalurae Kecamatan Tabukan Utara (Tabut) masih tetap bertahan hingga kini, bahkan sudah menjalaninya bertahun-tahun.


Kepada wartawan dia mengatakan bahwa untuk saat ini permintaan konsumen meningkat dikarenakan ada agenda tahunan Festival Pesona Sangihe (FPS) Tahun 2019.


"Dimana semua stand harus mengunakan atap daun rumbia. Namun setelah selesainya kegiatan ini, maka kembali seperti semula, karena faktor daya saing," ujarnya.


Lebih lanjut disampaikan, dirinya juga sudah puluhan tahun mengerjakan kerajinan anyaman atap rumbia ini, mulai harga penjualan Rp250.


"Adapun bahan yang dibutukan adalah bambu patung, pengikat anyaman (ginto) dan daun rumbia. Jika bahan-bahan ini lengkap, baru dikerjakan, dan walaupun ada bahan, kalau kondisi cuaca tidak memungkinkan, tidak bisa juga,” tandasnya.


Dijelaskannya, untuk mengerjakan 100 lebar atap bisa berlangsung selama dua hari dan dijual Rp12.000/ daun, untuk sekarang ini. Itupun kalau pengarajin yang lihai menganyam.


"Berharap kepada pemerintah daerah agar memperhatikan pengrajin anyaman tradisonal agar tidak punah. Sebab pekerjaan ini merupakan warisan nenek moyang kita," tambahnya.


(fad/bk-10)

Komentar ()
Berita Sangihe
Sangihe
09 Oct 2019 / dibaca 76 kali
 TAHUNA (BK): Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten kepulauan Sangihe melaksanakan kegiatan manasik haji cilik (MHC), Rabu...
Sangihe
09 Oct 2019 / dibaca 80 kali
TAHUNA (BK): Diduga karena penerapan harga bahan bakar minyak berupa avtur (bahan bakar pesawat) terlalu tinggi di Bandara Soekarno-Hatta hanya...
Sangihe
09 Oct 2019 / dibaca 89 kali
TAHUNA (BK)Pelaksanaan upacara bendera yang rutin dilaksanakan kodim 1301/Sangihe setiap hari senin bertempat di lapangan upacara Makodim kali...
Sangihe
08 Oct 2019 / dibaca 98 kali
TAHUNA (BK): Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe, Ernist Unas SPi MSi mengatakan, untuk...
Sangihe
08 Oct 2019 / dibaca 105 kali
TAHUNA (BK): Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe Edwin Roring SE ME, dangan tegas mewarning para Camat....
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.