Sangihe

Pulau Matutuang tak Ada Perawat

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 21 May 2019 07:16   100 kali

TAHUNA (BK): Kehadiran tenaga medis di wilayah-wilayah belum semuanya tersedia termasuk wilayah pulau, salah satunya Pulau Matutuang Kecamatan Kepulauan Marore.

 

Menurut salah seorang tokoh masyarakat Pulau Matutuang setempat, Herry Sumolang, selama beberapa tahun terakhir sudah tak ada tenaga medis yakni perawat yang bertugas di Pulau Matutuang. 

 

"Terakhir sekitar tahun 2017 lalu, dan hingga kini sudah tak ada lagi tenaga perawat di Pulau Matutuang. Padahal masyarakat berharap agar tenaga perawat agar bisa disediakan lagi," kata dia. 
 

Lebih lanjut dijelaskan dia, kesulitan yang dihadapi masyarakat setempat, yakni kalau ada masyarakat yang sakit, mestinya bisa ditangani oleh perawar di kampung atau desa, minimal dapat memberikan pelayanan kesehatan lebih awal. 

 

"Tapi karena tak perawat, maka dengan terpaksa masyarakat membawa pasien ke Kota Tahuna dengan menggunakan perahu pambout. Selain memerlukan waktu yang lama, juga mengeluarkan biaya transportasi antar pulau," jelasnya.

 

Dia mengharapkan, agar pemerintah daerah bisa menyediakan dan menempatkan tenaga medis perawat di Pulau Matutuang, guna memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat. 
 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe dr Joppy Thungari menjelaskan, untuk keluhan publik atau masyarakat Pulau Matutuang tersebut tentunya tetap diperhatikan oleh pemerintah daerah agar tenaga medis yakni perawat bisa disediakan. 

 

"Kami terus mengupayakan agar tenaga perawat dapat ditempatkan di Pulau Matutuang. Pernah menanyakan kepada perawat yang ada, namun tak mau untuk bertugas di wilayah pulau, dengan berbagai alasan," kata dia. 

 

Dijelaskannya, setelah dicek lagi, ada beberapa tenaga perawat memilih mengabdi di wilayah daratan meski dengan upah yang kecil. Bahkan ada juga perawat yang bertugas sebagai sukarela melayani masyarakat di wilayah daratan, dan meski hanya berharap pada pengabdian mereka saat bertugas. 

 

"Memang ada juga kapitalaung atau kepala desa bersedia menyediakan upah bagi perawat yang bertugas di pulau, termasuk Pulau Matutuang. Yakni melalui pengelolaan dana desa, menyediakan honor bagi perawat setempat sekitar Rp3 juta hingga Rp4 juga rupiah setiap bulannya," ungkapnya.

 

Kadis menambahkan, lagipula melalui dana desa juga bisa dikelola untuk memberikan honor untuk perawat yang bertugas di wilayah kampung atau desa, baik di daratan maupun di pulau. 

 

"Berharap agar bisa ada perawat yang bersedia bertugas di wilayah Pulau Matutuang. Inipun menjadi harapan kami," tandasnya.

 

(fad/bk-1)

Komentar ()
Berita Sangihe
Sangihe
15 Nov 2019 / dibaca 71 kali
TAHUNA (BK): Gempa bumi  berkekuatan 7,4 SR pada kedadalam 73 kilometer yang terjadi di wilayah Jailolo Privinsi Maluku Utara, Jumat...
Sangihe
14 Nov 2019 / dibaca 100 kali
TAHUNA (BK): Harga sejumlah komoditi lokal di Kabupaten Kepulauan Sangihe mengalami fluktuasi atau perubahan kenaikan maupun penurunan harga di...
Sangihe
14 Nov 2019 / dibaca 73 kali
TAHUNA (BK): Pengadaan internet yang diadakan di kampung/desa di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang sempat menjadi polemik di kalangan masyarakat...
Sangihe
13 Nov 2019 / dibaca 69 kali
TAHUNA (BK): Sebagai wujud perhatian terhadap usaha mikro kecil menengah (UMKM) maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe turut...
Sangihe
13 Nov 2019 / dibaca 71 kali
TAHUNA (BK): Kekompakan antara eksekutif dan legislatif Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam melakukan lobi anggaran pada beberapa Kementrian untuk...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.