Sangihe

Selama Diperiksa BPK, Kepala OPD Dilarang ke Luar Daerah

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 22 February 2019 08:51   157 kali

TAHUNA (BK): Wakil Bupati Kabupaten Sangihe, Helmud Hontong SE mengatakan, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilarang ke luar daerah selama pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Sangihe tahun anggaran 2018.

 

“Tidak ada Kepala OPD ke luar daerah selama pemeriksaan berlangsung. Kita harus proaktif dan membantu BPK selama pemeriksaan dengan menyiapkan data yang diminta. Proaktif ketika ada panggilan BPK,  supaya apa yang diinginkan Pak Bupati itu dapat tercapai,” papar dia.

 

Lebih lanjut disampaikannya, jika ada permintaan data dari BKP, diharapkan kepada pimpinan OPD sesegera mungkin dapat memasukkanya, agar mendapatkan penilaian yang baik.

 

"Data yang diminta BPK harus cepat dimasukan, apabila masih menunggu akan jadi boomerang. Karena akan menimbulkan penilaian yang negatif," tambahnya.

 

(fad/bk-1) 

 

Komentar ()
Berita Sangihe
Sangihe
11 Oct 2019 / dibaca 75 kali
TAHUNA (BK): Dunia peternakan dihebohkan dengan African Swine Fever Virus (ASFV) atau lebih dikenal dengan Virus Babi Afrika. Menyikapi...
Sangihe
11 Oct 2019 / dibaca 93 kali
TAHUNA (BK): Adanya dugaan kemungkinan akan dilarang penjualan minyak kelapa curah di pasaran oleh pemerintah pusat,  maka tindaklanjutnya...
Sangihe
10 Oct 2019 / dibaca 57 kali
TAHUNA (BK): Penyediaan sarana dan prasarana berupa Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kota Tahuna memerlukan tindaklanjut terhadap penerapannya di...
Sangihe
10 Oct 2019 / dibaca 92 kali
TAHUNA (BK): Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana SE ME memimpin rapat evaluasi pelaksanaan Pameran Sulut  Expo dan Kunjungan Kerja...
Sangihe
10 Oct 2019 / dibaca 83 kali
TAHUNA (BK): Sinegritas Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polisi Republik Indonesia (Polri) di Kabupaten Kepulauan Sangihe terjalin dengan...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.