Sangihe

Siswa Kelas 4 SD Diduga Dibakar

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 13 September 2018 06:57   185 kali

TAHUNA (BK): Warga di Kampung Pintareng Kecamatan Tabukan Selatan (Tabsel) Tenggara dibuat heboh. Lantaran, seorang anak bernama Jesica Aurelia Gicela Mananohas alias Kesi yang berumur 10 tahun, siswa kelas 4 sekolah dasar (SD) Pintareng Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara, diduga terbakar api dengan luka terbakar hampir di sekujur tubuhnya.

 

Peristiwa tersebut berlangsung, Rabu (12/9/2018), yakni pagi hari, sekitar pukul 08.00 Wita, di Lindongan V Kampung Pintareng Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara, yakni di rumah korban.  Menurut saksi Magdalena Bawengeng (70) warga setempat, dirinya bersama ibu korban bernama Olga Semet hendak memasak makanan pagi. Saat itu Olga Semet menanyakan keberadaan pisau dapur kepada anak-anaknya yaitu Jesica Aurelia Gicela Mananohas (10) dan Devrits Mananohas (7). Kedua anaknya tidak tahu keberadaan pisau dapur tersebut. Dan saat itu ibu korban bernama Olga Semet langsung memarahi kedua anaknya. 

 

Lalu sekitar pukul 07.00 Wita saksi melihat kedua anak tersebut hendak mengambil piring untuk makan, namun dilarang oleh ibunya. Ibu mereka mengambil pelepa buah kelapa yang sudah kering dan memukul kedua anak tersebut secara berturut-turut. Kemudian ibu korban bernama Olga Semet mengambil sebuah ember yang berisi minyak tanah dan menyiramkan minyak tersebut kepada kedua anaknya. Melihat hal tersebut saksi ketakutan dan langsung pergi dan duduk di teras rumah. Kedua anak menangis.

 

Beberapa menit kemudian saksi mendengar anak-anak SD berteriak di jalan bahwa anak Jesica Aurelia Gicela terbakar di dapur rumah. Karena samping dapur rumah tersebut terlihat jelas dari jalan raya. Saksipun masuk ke dapur dan melihat korban yakni Jesica Aurelia Gicela atau yang bisa disapa Kesi duduk di kursi plastik dan hampir seluruh tubuhnya menderita luka bakar. 

 

Pada saat itu ibunya menggosokan buah tomat ke badan anaknya. Lalu sekitar pukul 08.00 Wita, datang Kepala Kampung atau Kapitalaung Kampung Pintareng setempat bernama Rine R Tumei datang ke  rumah, dan membawa anak Kesi yakni korban ke Puskesmas Pintareng. Saksi juga menerangkan ibu korban bernama Olga Semet sering menganiaya kedua anaknya apabila sedang marah.

 

Menurut saksi Rine R Tumei selaku Kapitalaung Kampung Pintareng Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara menjelaskan bahwa sekitr pukul 08.00 Wita ia mendapat informasi bahwa anak Kesi (korban) terbakar dan saksi pun langsung pergi ke rumah korban Keluarga Limpong-Semet, dan pada saat masuk ke dapur saksi melihat korban dalam keadaan luka bakar hampir di sekujur tubuhnya, saksi pun membawa korban ke Puskesms Pintareng. Setelah beberapa saat di puskesmas korban langsung dirujuk ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Liun Kendage Tahuna untuk mendapatkan perawatan yang lebih  intensif, dan selanjutnya sekitar pukul 11.00 Wita saksi pergi Ke Polsek Tabsel untuk melaporkan kejadian tersbut.

 

Selanjutnya saksi Lusye Ansar (63) warga setempat, menerangkan sekitar pukul 07.30 Wita, ia tiba di SD GMIST Sion Pintareng yang letaknya berhadapan dengan rumah korban. Saksi mendapat info anak Kesi (korban) mengalami kebakaran, saksi pun langsung pergi ke rumah korban dan saksi mendapati korban terduduk d kursi plastik di dalam dapur dan menderita luka bakar.

 

Ibu korban bernama Olga Semet sedang berusaha mengobati anaknya dengan cara menggosok buah tomat dan beberapa buah daun ke tubuh korban. Saksi sempat menanyakan penyebab terjadinya kebakaran yangbmenimpa anak Kesi (korban) kepada ibunya. 
Namun ibunya yaknin Olga Semet tidak menjawab, dan beberapa saat kemudian datang Kapitalaung Kampung Pintareng yakni Riner R Tumei dan langsung membawa korban ke Puskesmas Pintareng. 
 

Sementara itu, Devrits Mananohas (7) siswa SD Pintareng Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara yang merupakan adik korban, menjelaskan ibunya bernama Olga Semet, kalau benar telah menyiram minyak tanah ke tubuhnya serta kakaknya (korban) dan memukuli keduanya dengan menggunakan pelepa buah kelapa kering, dan ibunya juga sering memukul keduanya apabila marah.

 

Kapolres Kepulauan Sangihe dan mencakup Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) AKBP Sudung Ferdinan Napitu SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Denny Tampenawas membenarkan kejadian itu, dan menjelaskan tentang tindakan Kepolisian Indonesia (Polri) yaitu mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), melakukan bahan keterangan (baket)/lidik, membuat permintaan visum et revertum (VER), dan untuk penyebab pasti peristiwa terbakarnya korban Jesica Aurelia Gicela Mananohas masih dalam proses lidik, dan ibu korban bernama Olga Semet belum bisa diambil keterangan, karena ibu korban saat ini berada di RSD Liun Kendage Tahuna untuk mendampingi korban. 
 

"Untuk peristiwa di atas benar terjadi. Namun polisi masih mendalami, apakah ibunya yang memercikkan korek api ke tubuh korban setelah disiram dengan minyak tanah, ataukah saat itu ada api atau kompor yang sedang menyala lalu bersentuhan dengan tubuh korban lalu terbakar," kata Kasat Reskrim Polres Sangihe Iptu Denny Tampenawas SSos.

 

(fad/bk-1)

Komentar ()
Berita Sangihe
Sangihe
13 Sep 2018 / dibaca 186 kali
TAHUNA (BK): Warga di Kampung Pintareng Kecamatan Tabukan Selatan (Tabsel) Tenggara dibuat heboh. Lantaran, seorang anak bernama Jesica...
Sangihe
13 Sep 2018 / dibaca 163 kali
TAHUNA (BK): Komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk mengenjot hasil pertanian dan perkebunan terus dilakukan melalui...
Sangihe
12 Sep 2018 / dibaca 154 kali
TAHUNA (BK): Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melaksanakan kegiatan Fokus Group Discussion (FGD) dalam rangka...
Sangihe
12 Sep 2018 / dibaca 161 kali
TAHUNA (BK): Optimalisasi terhadap pengelolaan keuangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terus didorong pelaksanaannya...
Sangihe
12 Sep 2018 / dibaca 166 kali
TAHUNA (BK): Topangan yang sama terhadap semua sektor memerlukan dukungan bersama guna mengelola semua sumber daya alam (SDA) di tiap wilayah...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.