Sangihe

Usai Ikut Ibadah, WBP Lapas Tahuna Ditemukan Tewas

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 16 July 2019 10:38   787 kali

TAHUNA (BK): Seoarang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Tahuna berinisial JS (74) warga Kelurahan Dumuhung Kecamatan Tahuna Timur, dikabarkan meninggal seusai ibadah Minggu pagi (14/7/2019) di Lapas Tahuna.


Kepala Lapas Kelas II Tahuna, Alfonsus Wisnu Ardianto membenarkan terkait meninggalnya salah seorang warga binaanya Minggu usai melaksanakan ibadah di gereja dalam Lapas Tahuna.


"Iya benar, ada warga binaan Lapas Tahuna yang meninggal dunia. Saat itu, warga binaan ini mengeluh sakit, karena penyakitnya yang kambuh," kata kata Kalapas, Selasa (16/07/2019).


Dia menjelaskan, pada saat itu sakit JS kambuh, dan teman sekamarnya melaporkan, bahwa JS pusing. Sehingga petugas melaporkan JS akan dibawah ke Rumah Sakit (RS). Pada saat itu dokter berupaya untuk mengobati JS, dan ternyata dia sudah meninggal.


"Ternyata yang bersangkutan sakitnya kambuh, kemudian petugas melaporkan kepada saya untuk membawah JS ke rumah sakit. Nah saat tiba di rumah sakit kondisinya sudah meninggal. Menurut dokter yang pada saat itu sedang bertugas bahwa dia terkena serangan jantung," terangnya.


Ditanya terkait gejala sakit yang mengakibatkan JS meninggal, Wisnu mengungkapkan, tidak ada gejala atau tanda-tanda. Karena, JS ini dilihat keseharianya sangat aktif mengikuti kegiatan di Lapas.


"Untuk gejala sakit itu tidak ada. Kerna JS sangat aktif dan sering mengikuti kegiatan pembinaan, baik kegiatan baca tulis, kegiatan rohani. Jadi memang kami tidak menyangka," tutur Wisnu.


Sementara untuk petugas medis yang melayani para warga binaan ditambahkanya, memang di Lapas Tahuna kekurangan tenaga medis. Yang ada hanya satu orang perawat bukan tenaga medis, dan pada saat kejadian perawat tersebut sedang mengambil cuti. Karena sedang melahirkan.


“Di lapas Tahuna memang sampai saat ini hanya ada satu orang petugas perawat. Itu hanya paramedis bukan medis, jadi penindakan penanganan jika ada yang sakit itu sangat terbatas. Dan kebetulan paramedis saat itu tidak masuk sedang dalam cuti melahirkan. Paramedis ini juga hanya selama enam hari yakni Senin hingga Sabtu saja,” tandasnya.


Pula ditambahkannya, setelah JS dinyatakan meninggal dunia, maka jenazah JS kemudian dilaksanakan ibadah pelepasan di gereja Lapas.


"Ibadah pelepasan jenazah JS di gereja Lapas. Sesudah itu, dibawa kd rumah keluarganya. Juga Lapas Tahuna memberikan santunan duka bagi keluarga," tambahnya.


(fad/bk-10)

Komentar ()
Berita Sangihe
Sangihe
14 Aug 2019 / dibaca 54 kali
TAHUNA (BK): Guna menunjang proses pembangunan daerah, Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan melaksanakan program TNI Manunggal Membangun Desa...
Sangihe
13 Aug 2019 / dibaca 38 kali
TAHUNA (BK): Memperhatikan kondisi kewilayahan yang memiliki beragam sumber daya alam (SDA) termasuk dalam potensi di Kabupaten Kepulauan...
Sangihe
13 Aug 2019 / dibaca 68 kali
TAHUNA (BK): Guna memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 74, tanggal 17 Agustus 2019, Dinas...
Sangihe
12 Aug 2019 / dibaca 103 kali
TAHUNA (BK): Setelah melewati seleksi di tingkat pendidikan daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe hingga berlanjut ke tingkat propinsi Sulawesi...
Sangihe
12 Aug 2019 / dibaca 92 kali
TAHUNA (BK): Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Sangihe menetapkan calon anggota DPRD Sangihe hasil Pemilu 2019, pada Rapat Pleno...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.