Sangihe

Wabub Irup Hardiknas

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Friday, 03 May 2019 18:27   42 kali

TAHUNA (BK): Wakil Bupati Kabupaten Sangihe, Helmud Hontong SE sebagi inspektur upacara (irup) pada upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Lapangan Gelora Santiago Tahuna, kawasan rumah jabatan Bupati, Kelurahan Tona Dua Kecamatan Tahuna Timur, Rabu 2 Mei 2019.

 

Hadir pada upacara tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Edwin Roring SE ME, Kapolres Sangihe dan mencakup wilayah Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) AKBP Sudung Ferdinan Napitu SIK, Danlanal Tahuna yang diwakili, Kejari Tahuna yang diwakili, Kepala PN Tahuna yang diwakili. Serta peserta upacara TNI-Polri, Pamong praja, Korpri, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), dan para siswa-siswi.

 


Wabup membacakan sambutan tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayan (Mendikbud) RI Prof Dr Muhajair Effendy MAP mengatakan, seluruh rakyat Indonesia sebagaimana diketahui, tanggal 2 Mei diambil dari hari kelahiran Ki Hajar Dewantara. Tokoh pahlawan nasional sekaligus Bapak Pendidikan Nasional dan para pahlawan khususnya para pejuang pendidikan.

 

"Di lihat dari sudut pandang pendidikan harus terjadi proses pembelajaran bagi setiap warga negara. Proses belajar pada hakekatnya adalah momentum terjadinya perubahan tingkah laku menuju kedewasaan, dalam hal ini dewasa dalam berdemokrasi perlu terbentuk warga negara yang demokratis, dan ini merupakan tujuan pendidikan nasional kita," kata dia. 

 

Dilanjutkannya, yang tertuang pada Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 13 menyebutkan tujuan potensi pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik, agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 

 

"Dalam konsep kontestasi demokrasi, selalu meninggalkan jejak yang bisa menimbulkan kerusakan, perpecahan. Dalam momentum seperti ini tanggungjawab nasional kita dipertaruhkan untuk selalu menjaga aset bangsa yang tak ternilai harganya, yaitu semangat kerukunan persaudaraan dan persatuan," tandasnya. 

 

Pula ditambahkannya, selama 4 tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, difokuskan pada pembangunan infrastruktur atau sarana pembangunan prasarana transportasi darat, laut dan udara. Mulai jalan tol, jalan pedesaan, pelabuhan dan lapangan terbang.

 

"Sebagaimana dinyatakan oleh Presiden Jokowi Indonesia baru memiliki sekitar 39% dari yang seharusnya. Pembangunan infrastruktur dalam 4 tahun terakhir ini dirasakan manfaatnya, disamping pembangunan infrastruktur pemerintahan juga memulai pembangunan dari pinggiran. Keduanya memiliki makna yang sangat mendalam dengan interaksi infrastruktur, khususnya transportasi dan komunikasi konektivitas seluruh wilayah Indonesia dapat diwujudkan dan betul-betul nyata," jelasnya. 

 

Di sisi lain dia menjelaskan, pembangunan wilayah pinggiran dapat mempertegas kehadiran dan kedaulatan negara. Kalau singa jantan menandai batas wilayah kekuasaannya dengan menebar aroma air seninya. Sedangkan negara menandai batas kedaulatannya dengan menebar aroma pembangunan besar-besaran di wilayah pinggiran dan perbatasan, dalam rangka menerjemahkan kebijakan tersebut di sektor pendidikan.

 

"Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memberi perhatian khusus, untuk mengirimkan di wilayah terluar terdepan dan Tertinggal. Kemendikbud memberi perhatian khusus pada pendidikan anak-anak Indonesia yang berada diluar batas negara, seperti anak-anak keturunan Indonesia yang berada di Sabang dan Serawak negara bagian Malaysia," tandasnya. 

 

Sebagaimana telah disampaikan Presiden dalam berbagai kesempatan, perhatian pemerintah saat ini mulai bergeser dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia (SDM). 

 

"Kekuatan sektor Pendidikan dan Kebudayaan menemukan urgensinya. Karen itu tema Hari Pendidikan Nasional tahun 2019 adalah menguatkan pendidikan, memajukan kebudayaan, yang mencerminkan pesan penting Ki Hajar Dewantara terkait hubungan pendidikan dan kebudayaan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sarat nilai dan pengalaman kebudayaan guna membingkai hadirnya sumber daya manusia (SDM), yang berkualitas demi terwujudnya Indonesia yang berkemajuan dalam perspektif," tuturnya.

 

Ditambahkannya, pembangunan sumber daya manusia (SDM) menekankan 2 penguatan, yaitu pendidikan karakter dan penyiapan generasi yang terampil dan cakap dalam memasuki dunia kerja.

 

"Dalam pendidikan karakter dimaksudkan, untuk membentuk Insan berakhlak mulia sopan santun tanggung jawab, keterampilan dan kecakapan, di sertai pula dengan penanaman jiwa kewirausahaan untuk membutuhkan profesional kerja segenap pemangku kepentingan dalam dunia di tingkat pusat dan tingkat daerah," tutupnya.

 

Di akhir kegiatan dilanjutkan dengan penampilan drum band dari siswa/siswi SMP dan SMA.

 

(fad/bk-1)

Komentar ()
Berita Sangihe
Sangihe
18 May 2019 / dibaca 65 kali
TAHUNA (BK): Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Sangihe melaksanakan kegiatan simpatik membagi Takjil Gratis kepada masyarakat pengguna jalan...
Sangihe
18 May 2019 / dibaca 113 kali
TAHUNA (BK): Siswa SMA Negeri 1 Tahuna, Shania Ayu Lestari peraih nilai tertinggi di Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam Ujian Nasional Berbasis...
Sangihe
17 May 2019 / dibaca 60 kali
TAHUNA (BK) : Bazar Ramadan digelar di Jalan Boulevard Kelurahan Tidore, Lingkungan II, Kecamatan Tahuna Timur, Jumat (17/5/2019) pagi. Pasar...
Sangihe
17 May 2019 / dibaca 59 kali
TAHUNA (BK): Komitmen Bupati Jabes Gaghana ME untuk mengurangi pengangguran dengan membuka lapangan pekerjaan terus dilakukan.  ...
Sangihe
17 May 2019 / dibaca 63 kali
TAHUNA (BK): Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Sangihe melaksanakan buka puasa bersama warga binaan di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.