Sitaro

Cerita Perjuangan Warga Sitaro Kibarkan Bendera Merah Putih dan Sebarkan Berita Proklamasi

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Monday, 20 August 2018 11:03   274 kali
TAHUN ini Republik Indonesia akan memasuki usia Ke-73 Tahun kemerdekaan. Melihat ke belakang ternyata ada yang menarik untuk dibahas di Kabupaten Kepulauan Sitaro. 
 
Informasi yang dirangkum di tanah 'Bumi Karamando' tepatnya di Desa Peling Kecamatan Siau Barat, merupakan tempat berkibarnya Bendera Merah Putih kedua pada tanggal 1 Januari 1946 Pukul 12:00 WITA, usai proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945.
 
Informasi yang dirangkum ada sembilan orang pejuang asal Desa Peling dengan gagah berani memperjuangkan kemerdekaan Indonesia terlebih khusus di Sitaro delapan di antaranya masih meliki hubungan sauadara yakni Laurens Mocodompis Kansil, Paulus Kansil, Olden Kansil, Erens Kansil, Aldofina Kansil, Rachel Kansil, Albert Kansil, Akumina Karame, dan Darius Mumba.
 
Berdasarkan penuturan Beatrix Kansil (55) anak dari Robert Kansil, pada awalnya kakak dari ayahnya yakni Laurens Mokodompis Kansil merupakan guru SGB di Makasar. Ayahnya bermodalkan pendengaran dari sebuah stasiun radio yang memberitakan bahwa Indonesia telah merdeka menyampaikan pada kakak mereka. 
 
"Dengan perjuangan Kakak ayah saya mereka dengan menggunakan perahu kayu berlayar dari Makasar selama tiga bulan untuk sampai Ke Sitaro tepatnya di Desa Peling," kata dia.
 
Dia melanjutkan, dalam perjalanan menggunakan perahu Laurens menyempatkan diri mampir di Pulau-pulau untuk memberitahukan kabar tentang Kemerdekaan Indonesia. Kansil menjelaskan, hal ini sempat diketahui oleh para penjajah dan mengejar Laurens bersama dengan ayahnya serta rombongan saat itu. 
 
"Mereka ditembaki ditengah laut, beruntung dengan keberanian dan tuntunan Tuhan mereka bisa meloloskan diri dari kejaran penjajah hingga tiba disini," ujar dia.
 
Dia melajutkan setiap malam mereka terus berunding untuk mencari waktu yang tepat untuk mengibarkan bendera Merah Putih sehingga diputuskan tanggal 1 Januari 1946. 
 
Sempat mendapatkan larangan dari orang tua meraka (Opa Beatrix) namun dengan keberanian dan kegigihan mereka mengibarkan bendera tersebut. 
 
"Opa mengatakan kepada mereka membuat lubang jarum saja kalian tidak bisa bagaiman cara kalian melawan penjajah yang bersejatakan lengkap. Lalu kakak perempuan ayah saya Adolfina Kansil mengambil sebilah parang dan menancapkannya ke meja dan mengatakan dengan ini akan kami lawan penjajah," ujarnya menirukan pencakapan malam itu.
 
Beatrix membeberkan, tiga jam pasca dikibarkan Bendera Merah Putih Laurens yang merupakan otak dari semua ini langsung dibawah oleh penjajah dan dikurung selam tiga bulan. 
 
"Selama itu pula senjata selalu ditodongkan kepada om saya. Namun dengan beraninya dia mengatakan walaupun saat ini dia mati di tangan penjajah mereka tetap akan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia," tuturnya.
 
Dirinya menambahkan, untuk Bendera yang dikibarkan serta parang yang ditancapkan ke meja oleh Adolfina kini berada di kantor Veteran di Tuminting Manado. Serta, sebelum menutup usian Roberth dan Lauren sempar berpesan agar terus menjaga perjuangan dan kemerdekaan Indonesia. 
 
"Jadi, motto yang tertera di monumen Merah Putih itu merupakan pesan dari mereka," pungkasnya. 
 
Sebagai tambahan monumen ini diresmikan pada tanggal 10 September 2005 oleh Bupati Sangihi saat itu (sebelum otonom) Drs Winsulangi Salindeho. 
 
(Mesakh)
Komentar ()
Berita Sitaro
Sitaro
26 Oct 2018 / dibaca 89 kali
SITARO (BK): Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 90 yang diperingati setiap 28 Oktober 2018, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro melalui...
Sitaro
26 Oct 2018 / dibaca 208 kali
SITARO (BK): Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kepulauan Sitaro terus melakukan kegiatan rutin berupa perpustakaan keliling untuk...
Sitaro
26 Oct 2018 / dibaca 220 kali
SITARO (BK): Bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro Evangelian Sasingen SE menghadiri City Sanitation Summit (CSS) XVIII yang digelar di hotel BW...
Sitaro
25 Oct 2018 / dibaca 195 kali
SITARO (BK): Kapolsek Siau Barat (Sibar) Johanis Sasebohe S.Sos mengimbau kepada pemilik toko dan warung untuk lebih teliti, pasca beredarnya...
Sitaro
25 Oct 2018 / dibaca 170 kali
SITARO (BK): Bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro Evangelian Sasingen SE merencanakan setiap Jumat dijadikan Hari Kerja Bakti se Kabuapaten...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.