Sitaro

Memalukan, Tindakan Bully Saat Debat Paslon Dibiarkan Terjadi

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Sunday, 08 April 2018 13:44   351 kali
Polisi sampai turun tangan mengamankan debat calon Pilkada Sitaro yang berlangsung ricuh
SITARO (BK): Memalukan! Kata ini paling tepat menggambarkan situasi yang terjadi pada debat calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sabtu 7 April 2018 malam.
 
Dalam debat jilid 2 dengan tema Lingkungan, Pariwisata dan Infrastruktur ini, pihak penyelenggara dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkesan justru melanggar komitmen yang dilaksanakan pada Rapat Koordinasi yang sebelumnya dilaksanakan Jumat 6 April di Hotel Jakarta Ulu Siau.
 
Pasalnya, pihak KPU seakan membiarkan pendukung pasangan calon yang hadir membuat gaduh suasana. Apalagi, kegaduhan justru terjadi setiap kali pasangan yang diusung PDI Perjuangan akan berbicara, selalu ada teriakan buly dan dibiarkan oleh moderator DR Johny Budiman dan pihak KPU sendiri.
 
Akibatnya, pasangan yang diusung PDI Perjuangan, Evangelian Sasingen meminta kepada moderator untuk bisa lebih tegas dan sesuai dengan hasil dari rapat koordinasi, sehingga debat bisa berjalan sesuai dengan aturan.
 
Sejumlah warga pun merasa kecewa dengan pihak penyelenggara termasuk moderator, yang terkesan seperti membiarkan aksi 'bully' yang dilakukan dan membuat suasana debat yang tidak lagi baik.
 
"Kami benar-benar kecewa dengan KPU yang justru membiarkan suasana menjadi gaduh. Padahal dalam rapat koordinasi sudah ada aturan tidak boleh gaduh sebelum waktu yang diberikan. Tapi, kenapa dibiarkan dan akhirnya jadi ricuh,' tutur sejumlah warga yang mengaku malu karena debat ini juga disiarkan langsung di televisi.
 
Ketua KPUD Sitaro Stephen Londok sendiri mengaku jika kondisi yang terjadi masih bisa terkendali. Menurutnya, kericuhan yang terjadi hanya dikarenakan kesalahpahaman dari para pendukung yang tidak taat hasil rakor.
 
"Saya rasa teriakan yang wajar-wajar saja. KPU sendiri akan melakukan evaluasi," kata Londok saat ditanya adanya Bully yang terjadi.
 
Sementara, Pimpinan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Fidel Malumbot mengaku jika komitmen bersama dalam hasil rakor jelas-jelas dilanggar pada saat debat. 
 
"Agak kurang elok memang melihat hal tersebut apalagi ini disiarkan secara langsung. Jadi harus ada evaluasi baik dari penyelenggara maupun dari tim pasangan calon," kata Malumbot kembali.
 
Sementara Kapolres Sangihe AKBP Sudung Napitu mengaku jika moderator harus dikoreksi karena tidak mampu menguasai medan sehingga terjadi kegaduhan.
 
"Koreksi sedikit kepada moderator sebab kendali penuh ada pada dia. Saya juga imbau pasangan calon untuk mengedukasi pendukungnya. Saya juga berterimakasih kepada pendukung pasangan calon yang cepat bersikap dingin sehingga insiden tersebut tidak berlanjut," ujarnya.
 
(mesakh)
Komentar ()
Berita Sitaro
Sitaro
29 Nov 2018 / dibaca 203 kali
SITARO (BK): Sekertaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kepulauan Sitaro, Dra Agustina Budiman berharap ada...
Sitaro
28 Nov 2018 / dibaca 51 kali
SITARO (BK): Tiga hari menjelang bulan Desember harga rica di Pasar Tradisional Ondong melonjak naik hingga 100 persen dari harga biasanya....
Sitaro
28 Nov 2018 / dibaca 56 kali
SITARO (BK): Bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro Evangelian Sasingen SE berharap selain membangun secara fisik, Pemerintah Daerah (Pemda) juga...
Sitaro
27 Nov 2018 / dibaca 55 kali
SITARO (BK): Dampak hembusan asap tebal Gunung Api Karangetang mengakibatkan hujan debu di sepanjang Kecamatan Siau Timur. Hal ini langsung...
Sitaro
27 Nov 2018 / dibaca 68 kali
JAKARTA (BK): Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteran Keluarga (TP-PKK), Kabupaten Kepulauan Sitaro By Diane Palandung-Kamu SE mengikuti...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.