Sitaro

Memalukan, Tindakan Bully Saat Debat Paslon Dibiarkan Terjadi

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Sunday, 08 April 2018 13:44   243 kali
Polisi sampai turun tangan mengamankan debat calon Pilkada Sitaro yang berlangsung ricuh
SITARO (BK): Memalukan! Kata ini paling tepat menggambarkan situasi yang terjadi pada debat calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sabtu 7 April 2018 malam.
 
Dalam debat jilid 2 dengan tema Lingkungan, Pariwisata dan Infrastruktur ini, pihak penyelenggara dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkesan justru melanggar komitmen yang dilaksanakan pada Rapat Koordinasi yang sebelumnya dilaksanakan Jumat 6 April di Hotel Jakarta Ulu Siau.
 
Pasalnya, pihak KPU seakan membiarkan pendukung pasangan calon yang hadir membuat gaduh suasana. Apalagi, kegaduhan justru terjadi setiap kali pasangan yang diusung PDI Perjuangan akan berbicara, selalu ada teriakan buly dan dibiarkan oleh moderator DR Johny Budiman dan pihak KPU sendiri.
 
Akibatnya, pasangan yang diusung PDI Perjuangan, Evangelian Sasingen meminta kepada moderator untuk bisa lebih tegas dan sesuai dengan hasil dari rapat koordinasi, sehingga debat bisa berjalan sesuai dengan aturan.
 
Sejumlah warga pun merasa kecewa dengan pihak penyelenggara termasuk moderator, yang terkesan seperti membiarkan aksi 'bully' yang dilakukan dan membuat suasana debat yang tidak lagi baik.
 
"Kami benar-benar kecewa dengan KPU yang justru membiarkan suasana menjadi gaduh. Padahal dalam rapat koordinasi sudah ada aturan tidak boleh gaduh sebelum waktu yang diberikan. Tapi, kenapa dibiarkan dan akhirnya jadi ricuh,' tutur sejumlah warga yang mengaku malu karena debat ini juga disiarkan langsung di televisi.
 
Ketua KPUD Sitaro Stephen Londok sendiri mengaku jika kondisi yang terjadi masih bisa terkendali. Menurutnya, kericuhan yang terjadi hanya dikarenakan kesalahpahaman dari para pendukung yang tidak taat hasil rakor.
 
"Saya rasa teriakan yang wajar-wajar saja. KPU sendiri akan melakukan evaluasi," kata Londok saat ditanya adanya Bully yang terjadi.
 
Sementara, Pimpinan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Fidel Malumbot mengaku jika komitmen bersama dalam hasil rakor jelas-jelas dilanggar pada saat debat. 
 
"Agak kurang elok memang melihat hal tersebut apalagi ini disiarkan secara langsung. Jadi harus ada evaluasi baik dari penyelenggara maupun dari tim pasangan calon," kata Malumbot kembali.
 
Sementara Kapolres Sangihe AKBP Sudung Napitu mengaku jika moderator harus dikoreksi karena tidak mampu menguasai medan sehingga terjadi kegaduhan.
 
"Koreksi sedikit kepada moderator sebab kendali penuh ada pada dia. Saya juga imbau pasangan calon untuk mengedukasi pendukungnya. Saya juga berterimakasih kepada pendukung pasangan calon yang cepat bersikap dingin sehingga insiden tersebut tidak berlanjut," ujarnya.
 
(mesakh)
Komentar ()
Berita Sitaro
Sitaro
30 Jun 2018 / dibaca 369 kali
SITARO (BK): Bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro Toni Supit SE MM memimpin apel kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), yang dirangkaikan dengan...
Sitaro
30 Jun 2018 / dibaca 375 kali
SITARO (BK): Perekrutan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk Kabupaten Kepulauan Sitaro saat ini dalam tahap pemilihan oleh Tim...
Sitaro
29 Jun 2018 / dibaca 365 kali
SITARO (BK): Corneles Manope (65) warga Kampung Buise Kecamatan Siau Timur, suami dari Prokaina Daraeng (60) dan ayah dari Renelson Manope...
Sitaro
28 Jun 2018 / dibaca 401 kali
SITARO (BK): Kesabaran Evangelian Sasingen-Jhon Heit Palandung (Yes-Jo), saat mereka di bully habis-habisan di media sosial serta difitnah,...
Sitaro
28 Jun 2018 / dibaca 339 kali
SITARO (BK): Menyalurkan hak pilih dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro sudah menjadi hak masing-masing warga,...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.