Sitaro

Memalukan, Tindakan Bully Saat Debat Paslon Dibiarkan Terjadi

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Sunday, 08 April 2018 13:44   421 kali
Polisi sampai turun tangan mengamankan debat calon Pilkada Sitaro yang berlangsung ricuh
SITARO (BK): Memalukan! Kata ini paling tepat menggambarkan situasi yang terjadi pada debat calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sabtu 7 April 2018 malam.
 
Dalam debat jilid 2 dengan tema Lingkungan, Pariwisata dan Infrastruktur ini, pihak penyelenggara dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkesan justru melanggar komitmen yang dilaksanakan pada Rapat Koordinasi yang sebelumnya dilaksanakan Jumat 6 April di Hotel Jakarta Ulu Siau.
 
Pasalnya, pihak KPU seakan membiarkan pendukung pasangan calon yang hadir membuat gaduh suasana. Apalagi, kegaduhan justru terjadi setiap kali pasangan yang diusung PDI Perjuangan akan berbicara, selalu ada teriakan buly dan dibiarkan oleh moderator DR Johny Budiman dan pihak KPU sendiri.
 
Akibatnya, pasangan yang diusung PDI Perjuangan, Evangelian Sasingen meminta kepada moderator untuk bisa lebih tegas dan sesuai dengan hasil dari rapat koordinasi, sehingga debat bisa berjalan sesuai dengan aturan.
 
Sejumlah warga pun merasa kecewa dengan pihak penyelenggara termasuk moderator, yang terkesan seperti membiarkan aksi 'bully' yang dilakukan dan membuat suasana debat yang tidak lagi baik.
 
"Kami benar-benar kecewa dengan KPU yang justru membiarkan suasana menjadi gaduh. Padahal dalam rapat koordinasi sudah ada aturan tidak boleh gaduh sebelum waktu yang diberikan. Tapi, kenapa dibiarkan dan akhirnya jadi ricuh,' tutur sejumlah warga yang mengaku malu karena debat ini juga disiarkan langsung di televisi.
 
Ketua KPUD Sitaro Stephen Londok sendiri mengaku jika kondisi yang terjadi masih bisa terkendali. Menurutnya, kericuhan yang terjadi hanya dikarenakan kesalahpahaman dari para pendukung yang tidak taat hasil rakor.
 
"Saya rasa teriakan yang wajar-wajar saja. KPU sendiri akan melakukan evaluasi," kata Londok saat ditanya adanya Bully yang terjadi.
 
Sementara, Pimpinan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Fidel Malumbot mengaku jika komitmen bersama dalam hasil rakor jelas-jelas dilanggar pada saat debat. 
 
"Agak kurang elok memang melihat hal tersebut apalagi ini disiarkan secara langsung. Jadi harus ada evaluasi baik dari penyelenggara maupun dari tim pasangan calon," kata Malumbot kembali.
 
Sementara Kapolres Sangihe AKBP Sudung Napitu mengaku jika moderator harus dikoreksi karena tidak mampu menguasai medan sehingga terjadi kegaduhan.
 
"Koreksi sedikit kepada moderator sebab kendali penuh ada pada dia. Saya juga imbau pasangan calon untuk mengedukasi pendukungnya. Saya juga berterimakasih kepada pendukung pasangan calon yang cepat bersikap dingin sehingga insiden tersebut tidak berlanjut," ujarnya.
 
(mesakh)
Komentar ()
Berita Sitaro
Sitaro
03 Dec 2018 / dibaca 109 kali
SITARO (BK): Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) menerima piagam penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang kelima...
Sitaro
03 Dec 2018 / dibaca 165 kali
SITARO (BK): Selain melakukan sidak bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hendak bolos di jam kerja baik berangkat atau pun nongkrong di...
Sitaro
03 Dec 2018 / dibaca 147 kali
SITARO (BK): Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Kepulauan Sitaro mengupayakan untuk tahun 2019, sepuluh Sekolah Menengah...
Sitaro
29 Nov 2018 / dibaca 162 kali
SITARO (BK): Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Utara sosialisasikan pengawasan pemilu partisipatif dalam rangka pemilihan...
Sitaro
29 Nov 2018 / dibaca 156 kali
SITARO (BK): Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Kepulauan Sitaro, Herry Lano SE MM MTh, bertindak sebagai...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2019 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.