Editorial
Italia Lawan Jerman Duel Klasik Dua Tim Terbaik di Eropa
Catatan: Isa A Jusuf
 
MENGAPA judul yang diambil adalah duel klasik dua tim terbaik eropa. Ya, Italia lawan Jerman adalah dua rival yang mempunyai sejarah panjang dalam dunia sepakbola Eropa, baik di tingkatan benua biru sendiri maupun di level internasional Piala Dunia. Keduanya selalu menjadi musuh bebuyutan, termasuk dalam hal prestasi mentereng di kawasan benua biru. Pertandingan yang melibatkan kedua negara ini, selalu berlangsung sengit dan keras karena keduanya mempunyai strategi, kemampuan individualitas pemain yang tinggi serta kolektivitas dan gaya ciri khas masing-masing.
 
Kenapa juga disebut tim terbaik di Eropa? Merunut dari prestasi kedua tim pantas dijagokan dan di nomor satukan. Jerman, tim yang kini dilatih Joachim Loew ini mempunya raihan masing-masing 3 gelar di kancah Eropa maupun di level Piala Dunia. Sementara, Italia, walaupun hanya sekali merengkuh gelar Piala Eropa, namun untuk tingkatan Piala Dunia, Italia sedikit membusungkan dada karena sudah berhasil mengoleksi 4 bintang atau 4 kali mengangkat trophy piala dunia.
 
Prestasi ini belum ada yang bisa menyaingi di ranah Eropa. Tim sekelas Spanyol, Inggris maupun Prancis sendiri belum mampu mengejar prestasi kedua tim Italia dan Jerman ini.
 
Nah, berbicara mengenai rekor pertemuan Jerman dan Italia, dimana untuk partai semifinal Euro 2012 nanti menjadi partai ke 31 bagi kedua tim baik di level resmi maupun persahabatan, Italia masih unggul jauh dari Jerman. 
 
Dengan rekor 30 kali main, Italia sudah mengantongi 14 kemenangan, 7 kali menelan kekalahan dan sisanya berakhir dengan skor imbang.
 
Pertemuan terakhir mereka terjadi pada 9 Februari di Dortmund Jerman. Dalam pertandingan persahabatan tersebut, keduanya bermain imbang, dimana kala itu Jerman yang lebih dulu unggul lewat gol Miroslav Klose pada menit ke 16 berhasil disamakan oleh Giuseppe Rossi pada menit ke 81.
 
Pertemuan terakhir kedua negara di ajang resmi, terjadi pada tahun 2006 di Semifinal Piala Dunia Jerman, dimana Italia berhasil unggul lewat gol yang diciptakan Fabio Grosso dan Allesandro Del Piero pada perpanjangan waktu setelah keduanya hanya bermain imbang 0-0 pada waktu normal. Kala itu, Italia yang lolos ke final Piala Dunia berhasil keluar sebagai Juara setelah menaklukan Prancis lewat adu pinalti.
 
Jerman sendiri terakhir kali mengungguli Italia pada pertandingan persahabatan di Zurich Swiss pada tahun 1995 dengan skor 2-0.
 
Sementara, khusus untuk perhelatan Euro 2012 ini, Jerman walaupun mempunyai rekor buruk ketika bertemu Italia, tetap menjadi tim yang paling diunggulkan. Hal ini menilik dari rekor tak terkalahkan Jerman pada 4 laga. Bahkan kemenangan ini diperoleh dengan skor yang meyakinkan terhadap tim-tim kuat.
 
Tengok saja ketika mereka mengandaskan Portugal dengan skor 1-0 di awal penyisihan grup, kemudian membenamkan Belanda dengan skor 2-1 lalu kemudian menang kembali 2-1 ketika melawan Denmark. Sementara, pada pertandingan perempat final, Yunani dibabat habis 4-2.
 
Kolektivitas pemain Jerman yang dipenuhi pemain muda, tentunya akan membuat mereka lebih diunggulkan dengan Italia. Apalagi Italia harus terseok-seok pada pertandingan penyisihan grup.
 
Lihat saja, mengawali dua pertandingan dengan skor 1-1 ketika melawan Spanyol dan Kroasia, Italia akhirnya tertolong dan berhasil lolos ke babak perempat final setelah menang atas Irlandia 2-0 dengan bantuan kemenangan Spanyol atas Kroasia di partai lain.
 
Sementara, ketika menghadapi Inggris, walaupun mendominasi pertandingan dari awal hingga akhir, Italia tetap kesulitan membobol gawang Joe Hart. Beruntung pada babak tos-tosan pinalti, Gianluigi Buffon tampil lebih baik dari Joe Hart karena berhasil mementahkan tendangan Ashley Cole. Italia sendiri melenggang ke babak Semifinal setelah sebelumnya sempat berada di bawah tekanan karena tendangan pinalti Riccardo Montolivo jauh dari sasaran.
 
Jadi, sudah bisa dipastikan, jika pada pertandingan semi final nanti antara Italia melawan Jerman, pertandingan klasik yang seru bakal tersaji. Italia dengan gaya baru di bawah asuhan Cesare Prandelli yang tak terlalu terfokus pada gaya permainan Cattenacio melawan kolektivitas anak-anak muda Jerman yang sejauh ini selalu menang di semua laga mereka di Euro 2012. Para petaruh pun akan berpikir dua kali untuk mengambil jagoan ketika pertandingan dimulai. Kita tunggu saja kick offnya nanti.
 
(***)
Komentar ()
Berita Lainnya
Profil Perusahaan | © 2011 - 2023 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.