Editorial
Italia Vs Spanyol, Bisakah Mitos Patahkan Konsep Sepakbola Modern
MUNGKIN banyak yang bertanya kenapa penulis mengambil judul bisakah mitos patahkan konsep sepakbola modern terkait dengan Final Euro 2012 antara Gli Azzuri Italia melawan La Furia Roja Spanyol? Lalu apa hubungan antara mitos dengan sepakbola modern di final kali ini.
 
Alasan pertama dari penulis adalah Italia, yang dikenal dengan tim sepakbola yang selalu diidentikan dengan mitos terkait kemenangan-kemenangan krusial dalam laga kompetisi resmi seperti Piala Dunia dan Piala Eropa seperti saat ini, serta tim Spanyol yang kini menjadi kiblat sepakbola modern karena menjelma dengan taktik baru yang sering disebut dengan istilah tiki-taka. Lewat gaya inilah, Spanyol selalu mendominasi jalannya pertandingan.
 
Kita bahas pertama Spanyol dengan gaya sepakbola modernnya. Seperti kita ketahui, Spanyol adalah tim yang bisa dikatakan paling sempurna untuk saat ini. Mempunyai kiper sekaliber Iker Cassilas, pemain belakang disiplin, lini tengah yang tak perlu diragukan kualitasnya dan lini depan dengan striker bernaluri tinggi seperti Fernando Torres.
 
Apalagi, kekuatan Spanyol semakin komplit, karena mayoritas pemain yang berada di skuad inti, kebanyakan sering bermain bersama yakni Barcelona maupun Spanyol. Hal ini semakin membuat kolektivitas permainan Spanyol yang dilatih Vicente Del Bosque terbilang fantastis dan sensasional.
 
Mencetak 8 gol dari 5 laga di Euro 2012, dan hanya kalah penguasaan bola ketika berhadapan denga Portugal yang mempunyai gaya yang hampir sama dengan Spanyol, membuat tim matador benar-benar diatas angin jika dibandingkan Italia yang akan menjadi lawannya di final nanti.
 
Apalagi, kini Spanyol akan mengejar rekor tersendiri mereka, yakni ingin menjadi tim yang berhasil mempertahankan piala Eropa dua kali berturut-turut serta ingin mengejar rekor perolehan piala milik Jerman yakni 3 kali, akan membuat Xavi Hernandez cs akan mengeluarkan permaianan terbaik mereka agar bisa mendapatkan rekor tersebut.
 
Sebelumnya, Spanyol telah berhasil menyamai rekor tiga final beruntun milik Jerman Barat pada tahun 1972-1976 (Juara EURO 1972, Piala Dunia 1974, Runner-up EURO 1976). Bahkan jika juara, Spanyol akan menjadi tim pertama yang berhasil menjuarai EURO dua kali berturut-turut, dan tim pertama yang berhasil menjuarai tiga final beruntun setelah EURO 2008 dan Piala Dunia 2010.
 
Italia sendiri, lebih banyak berharap pada sejarah dan mitos tim. Buktinya, jika Italia benar-benar sangat terpengaruh sejarah dan mitos, mulai terlihat pada babak penyisihan grup ketika mereka berhadapan dengan Kroasia yang akhirnya berkesudahan imbang 1-1.
 
Seperti diketahui bersama, Italia selalu seperti menemui batu karang ketika berhadapan dengan tim Kroasia. Piala Dunia 2012 di Korea-Jepang, Italia harus menyerah 2-1 oleh Kroasia, demikian juga dengan perhelatan Piala Eropa. Intinya, selama sejarah, Italia sangat sulit menang atas tim pecahan negara Yugoslavia ini.
 
Begitu juga ketika menghadapi Jerman pada babak Semi Final. Italia yang secara sejarah selalu menang atas Jerman di ajang kompetisi resmi, kembali membuktikan hal tersebut. Buktinya, Jerman dibuat tak berkutik, dan Italia akhirnya kembali menang dengan skor 2-1.
 
Perjalanan Italia sendiri ke Euro sebenarnya juga sudah dibayang-bayangi oleh sejarah dan mitos dari perjuangan tim nasional Italia ketika akan menghadapi ajang besar.
 
Pasalnya, Italia sebelum keberangkatan ke Polandia-Ukraina, lagi-lagi tersandung masalah hukum, ketika Serie A Italia kembali dituding diatur oleh sindikat judi untuk mengatur hasil pertandingan. Hal ini seperti yang terjadi pada Piala Dunia 1982 dan Piala Dunia 2006, ketika itu Italia berhasil menjadi Juara Dunia, walaupun diterpa isu pengaturan skor tersebut.
 
Tak hanya itu, Italia juga mempunyai mitos, ketika tim ini menjadi runner up pada perhelatan kompetisi, maka selang 3 kali kompetisi berikut Italia pasti akan kembali menjadi juara. Yang pertama ketika tahun 2006 Italia Juara Dunia, sebelumnya pada tahun 1994 atau 3 perhelatan kompetisiPiala Dunia sebelumnya Italia juga hanya menjadi Runner Up dari Brazil.
 
Saat ini juga, Italia yang masuk final di tahun 2012 disangkut pautkan dengan mitos 3 kompetisi sebelumnya, karena pada tahun 2000, Italia juga hanya menjadi runner up ketika dikalahkan Prancis.
 
Sementara, terkait dengan sejarah pertemuan melawan Spanyol, Italia baru sekali kalah dalam pertemuannya dengan tim matador ini di kompetisi resmi. Kekalahan ini sendiri terjadi pada Perempat Final Euro 2008, dimana setelah bermain imbang 0-0, Italia harus disingkirkan SPanyol dalam drama adu pinalti.
 
Total pertemuan kedua tim sebanyak 30 kali dimana Spanyol berhasil memenangkan 9 pertandingan, 11 kali seri, dan 10 kali kalah dari Italia. Sementara di laga resmi, ada 11 kali pertemuan dilaksanakan dimana Spanyol hanya mampu menang sekali, 5 kali seri, dan 5 kali kalah atas Italia. 
 
Khusus untuk partai Final nantinya, yang akan dilaksanakan di Stadion NSK Olimpijs’kyj, Kiev, Ukraina, pertandingan ini akan menjadi menarik terutama untuk Andrea Pirlo dari kubu Italia, karena pada tahun 2008, ketika Italia dikandaskan Spanyol, Pirlo tak bisa bermain karena harus menerima akumulasi kartu.
 
Sementara bagi Gianluigi Buffon, Antonio Cassano, Giorgio Chiellini, Andrea Barzagli, Danielle De Rossi, Antonio Di Natale dan Morgan De Sanctis, yang pada tahun 2008 lalu ikut dalam skuad, mereka ingin membalas sakit hati atas Spanyol yang mengalahkan mereka.
 
Di Kubu Spanyol sendiri, sisa-sisa tim yang berhasil memenangkan pertarungan di babak Perempat Final Euro 2008 terdapat Iker Cassilas, Gerard Pique, Xavi Hernandez, Anders Iniesta, Fernando Torres, dan David Silva.
 
Jadi, bisa dikatakan jika pertandingan antara Spanyol melawan Italia akan menjadi sangat sengit, dimana secara sejarah dan mitos, Italia masih diunggulkan, sementara secara kolektivitas permainan, Spanyol akan mendominasi jalannya pertandingan bahkan bisa mendikte Italia untuk bisa mengejar rekor tersendiri untuk timnya. Jadi jangan sampai ketinggalan menyaksikan partai puncak Euro 2012 antara Spanyol melawan Italia.
 
(Catatan Yusuf Kalalo)
 
Komentar ()
Berita Lainnya
Profil Perusahaan | © 2011 - 2023 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.