Editorial
Tarkam di Imandi - Tambun Pembuktian Sulut tak Aman
TAWURAN antarkampung (tarkam) sebuah kasus yang sedang melonjak tren beberapa minggu belakangan ini di Indonesia. Mulai dari Provinsi Lampung, Sulawesi Tengah hingga Sulawesi Utara.
 
Korban jiwa sampai meninggal dunia, kerugian material akibat rumah dibakar warga terus mewarnai perkelahian anak bangsa di negeri tercinta ini. 
 
Ujung pangkalnya hanya persoalan sepele. Namun ketika diprovokasi menjadi besar dan membara kobaran api. Bahkan berlumuran darah.
 
Khususnya, di Sulawesi Utara yang dikenal sebagai daerah aman ternyata tidak demikian seperti diharapkan. Buktinya, perkelahian antarwarga di Desa Imandi dan Tambun, Kecamtan Dumoga Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow menyebabkan seorang tewas dan kerusukan rumah.
 
Jadi, slogan Sulut aman dan nyaman hanya sebuah perkataan yang dikeluarkan para pejabat, politisi dan petinggi kepolisian, tentara dan sebagainya. Imandi - Tambun merupakan realita yang terjadi minggu lalu. 
 
Para petinggi pemerintahan, lembaga legislatif nanti berkoar setelah insiden terjadi. Mereka sok menjadi pahlawan kesiangan dari sebuah kasus yang menimpa anak bangsa. 
 
Menurut Camat setempat, pertikaian itu sudah mengakar. Lantas kenapa tidak diantisipasi sebelum 'meledak'. Apakah hal tersebut bagian dari pembiaran setelah mengetahui bahwa kedua kampung sering bertikai. 
 
Semestinya, aparat keamanan, pejabat dan politisi saat mengetahui bahwa kedua kampung itu selalu bertikai segera mencari solusi. Bukan dilakukan pembiaran.
 
Gubernur Sulut, Sinyo Harry Sarundajang yang selalu dielukan 'si jago' menyelesaikan konflik ditantang mendamaikan pertikaian yang terjadi di Desa Imandi - Tambun.
 
Masyarakat Imandi - Tambun menunggu kepiawaian Sarundajang mendamaikan kedua desa bertikai. Mampukah mantan gubernur di daerah konflik itu menyelesaikan masalah di 'kampungnya' sendiri? 
 
(patria pombengi) 
Komentar ()
Berita Lainnya
Profil Perusahaan | © 2011 - 2023 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.