Editorial
Warga Berhak Gugat Pemerintah
JALAN Samratulangi dan Piere Tendean (Boulevard) Manado yang merupakan jalur protokol di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara, sejak beberapa minggu belakangan ini, rusak. Dampaknya, keselamatan jiwa pengendara motor terancam. 
Selain itu, masyarakat mengeluh karena debu di musim kemarau. Termasuk para pemilik kios makanan atau rumah makan di depan Jalan Piere Tendean dan Samrat.
 
Jalan tersebut rusak dikarenakan bekas galian pipa saluran Instalasi Pengelolaan Akhir Limbah (IPAL) tidak diperbaiki.  Kontraktor hanya bongkar aspal jalan tanpa ditutupi. Atau diaspal kembali.  
 
Anggota DPRD Kota Manado Franklyn Sinjal menyesalkan sikap Pemerintah Kota Manado yang terkesan hanya menggelar proyek tanpa ada pertimbangan prediksi dampak seusai melakukan proyek tersebut.
 
Sinjal berpendapat, pekerjaan tersebut sama sekali hanya dilakukan seenaknya, tanpa ada penanganan lebih lanjut, sehingga membuat fasilitas publik di Kota Manado justru menjadi rusak.
 
Kota Manado tidak nyaman lagi terutama di ruas jalan yang dilewati pekerjaan proyek galian pipa IPAL tersebut.
 
Harusnya dalam pekerjaan yang mengharuskan perusakan fasilitas publik seperti jalan, itu harus langsung disikapi dengan cepat agar tidak mengganggu.
 
Jadi harusnya ketika 100 meter dibongkar jalan untuk pemasangan pipa, itu ruas jalan yang dirusak harus ditampal. Jangan sudah 3 bulan seperti ini hanya dibiarkan dan menunggu hingga akhir pekerjaan pipa tersebut. Bisa kena ISPA masyarakat.
 
Saat ini Kota Manado banyak yang mengeluhkan proyek galian Pipa IPAL yang membuat ruas jalan menjadi macet karena jalan yang dirusak, serta ada ancaman ISPA karena banyak debu yang beterbangan dan bisa mengganggu saluran pernafasan.
 
(patria)
 
Komentar ()
Berita Lainnya
Profil Perusahaan | © 2011 - 2023 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.