Editorial
Imlek, Khong Hu Cu dan Warga Tionghoa Pemeluk Agama Lain

TAHUN Baru Imlek bukanh anya perayaan bagi umat Khong Hu Cu, tetapi juga sudah menjadi perayaan tradisi bagi warga Tionghoa yang memeluk agama lainnya.

 

Agama baru bisa diterima jika dapat beradaptasi dengan tradisi dan kebiasaan. Menurut umat Khong Hu Cu bahwa Imlek tetap hari raya, tapi bukan berarti milik mereka saja.

 

Bagi warga Tionghoa yang sudah memeluk agama lain, maka perayaan Tahun Baru Imlek sebagai suatu tradisi. Dan kalau ada warga Tionghoa yang menganut Khong Hu Cu, maka silakan merayakan Tahun Baru Imlek.

 

Jadi umat Khong Hu Cu menganggap ini (Tahun Baru Imlek) sebagai perayaan Hari Besar, menjelang tengah malam pergantian tahun mereka akan berdoa di kelenteng.

 

Saat tengah malam menjelang pergantian tahun Imlek, warga Tionghoa penganut Khong Hu Cu akan melakukan sembahyang di kelenteng atau pun lithang (tempat kebaktian) yang dapat menampung ribuan umat.

 

Umat Khong Hu Cu di Indonesia mulai melakukan sembahyang secara terbuka di kelenteng-kelenteng sejak 2006. Sebelum itu, sembahyang dilakukan secara sembunyi-sembunyi karena adanya larangan dari pemerintah.

 

Penentuan Kalender Imlek, berdasarkan penanggalan bulan. Itu dimulai sejak kelahiran Nabi Khong Hu Cu pada 551 Sebelum Masehi (SM). Maka dari itu, kini kalender Imlek sudah mencapai 2563 tahun, dan usianya jauh lebih lama dari Kalender Masehi dan Hijriah.

 

Dalam penyambut pergantian tahun Imlek, umat Khong Hu Cu menyiapkan sejumlah barang yang berhubungan dengan perayaan tersebut, misalnya replika naga. Karena dalam kepercayaan umat Khong Hu Cu, saat kelahiran Nabi Khong Hu Cu atau Kongcu, dikawal oleh dua naga.

 

Selain itu, terdapat sejumlah hidangan sebagai ungkapan syukur kepada Shang Di (dibaca: Shang Ti) atau Tuhan karena hasil panen yang baik yang merupakan 3 unsur kehidupan, udara, darat dan air yang biasanya disimbolkan berupa hewan. Kemudian buah-buahan yang mengandung arti kebaikan seperti jeruk besar dan buah apel dan lain-lain.

 

Sebenarnya orang Tionghoa suka dengan simbol-simbol. Nah sebagai ungkapan syukur, simbol yang baik-baik itulah yang disiapkan saat menyambut Imlek.

 

(mi/bk-1)

Komentar ()
Berita Lainnya
Profil Perusahaan | © 2011 - 2023 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.