Editorial
Menunggu Nazaruddin di Sulut

TERTANGKAPNYA mantan Bendahara DPP Partai Demokrat, M. Nazaruddin di Kolombia, merupakan salah satu bukti bahwa pemerintah tidak kompromi dengan namanya korupsi atau kejahatan lain.

 

Apalagi Presiden SBY meminta Nazaruddin blak-blakan dalam memberikan keterangan kepada penyidik. Ini pertanda Kepala Negara tidak main-main dalam membongkar korupsi yang merupakan musuh bersama.

 

Sudah barang tentu, pernyataan SBY bukan saja berlaku di Ibu Kota Negara, tapi seluruh Indonesia. Anehnya, di daerah hal tersebut dibikin pura-pura tidak tahu oleh aparat hukum. Sehingga masyarakat yang menjadi korban. Termasuk di Sulawesi Utara.

 

Semestinya, aparat hukum yang ada di lokalan daerah harus memahami bahwa Presiden SBY serius memberantas korupsi. Oleh karena itu, ritme SBY harus diikuti polisi, jaksa, hakim di pengadilan.

 

Mudah-mudahan dengan tertangkapnya Nazaruddin yang adalah mantan Bendahara Partai Demokrat, aparat hukum tak main-main lagi soal hukum. (***)

Komentar ()
Berita Lainnya
Profil Perusahaan | © 2011 - 2023 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.