Editorial
Parpol Pendukung SBY Pura-Pura tidak Tahu

DEMONSTRASI mahasiswa menolak penaikan bahan bakar minyak (BBM) terus berlanjut di seantero Indonesia. Ada yang terkapar, luka bahkan dilarikan ke rumah sakit. Itulah perjuangan mahasiswa dan buruh agar pemerintah tidak bersikukuh menaikan harga BBM.

 

Sayangnya, perjuangan militansi dari pendemo tak digubris DPR RI yang notabene adalah wakil rakyat di parlemen. DPR hanya menutup mata, pura-pura tidak tahu dengan gejolak massa di luar kantor dewan. Dalam rapat badan anggaran, akhirnya para politisi yang dipilih rakyat itu menyetujui usulan pemerintahan SBY - Boediono menaikan harga BBM.

 

Rakyat pun menjerit. Tak berdaya. Meski begitu, para demonstran tidak akan berhenti mendesak pemerintah membatalkan persetujuan dewan itu. Mereka berencana turun ke jalan hingga 5 April mendatang.

 

Istana Negara, Kantor DPR RI dan beberapa lain menjadi sasaran unjuk rasa. Di otak mereka hanya tiga kata. BBM tidak naik.
Perjuangan mahasiswa dan buruh sebenarnya adalah perjuangan kita semua yang akan menjerit jika BBM naik. Akan tetapi, polisi yang dipersenjatai 'menumpas' demonstran dengan gas air mata hingga peluru karet.

 

Padahal, polisi yang bertugas itu punya istri, anak dan keluarga menginginkan BBM tak naik. Tapi apa mau dikata mereka juga hanya pesuruh dari sang penguasa. Tidak bedanya pembantu dan majikan di rumah.

 

Oleh karena itu, perjuangan mahasiswa dan buruh harus mendapat dukungan penuh dari rakyat Indonesia yang tidak inginkan BBM naik. Mereka tidak meminta dukungan keuangan untuk demonstrasi, akan tetapi dukungan moril dan doa supaya perjuangan bisa berhasil.

 

Semoga perjuangan dari mahasiswa dan buruh bisa tercapai sehingga rakyat miskin dan mereka yang inginkan BBM tak naik bisa merasakannya.

 

(patria pombengi)

Komentar ()
Berita Lainnya
Profil Perusahaan | © 2011 - 2023 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.