Editorial
Suasana Natal dan Tahun baru di Kampungku

Seakan sudah menjadi tradisi tahunan bahwa pesta Natal menjadi pesta pengucapan syukur bagi masyarakat Minahasa yang sebagian besar memeluk agama kristiani.

Sekarang ini, kalau anda datang ke Manado dan sekitarnya, suasana Natal sudah mulai terasa menggeliat. Mikrolet dan bis, kendaraan umum yang melintas di jalan-jalan, seakan berlomba-lomba memperdengarkan lagu-lagu Natal. Toko-toko dan Mall sudah mulai memutar juga lagu-lagu Natal untuk menarik perhatian para pembeli.

Tak ketinggalan mall-mall besar memajang aneka jenis pohon Natal yang dilengkapi dengan asesori seperti musik natal, hiasan salju, ornamen natal dan lampu kelap-kelipnya. Di bulan ini memang banyak yang orang berbelanja untuk mendapat bahan-bahan yang nanti bisa diolah untuk keperluan Natal. Lonjakan harga kebutuhan dasar terkait meningkatnya pembelian dari masyarakat alih-alih diterima sebagai resiko tahunan. Dari pantaun, minyak tanah bisa dijual hingga 10 ribu rupiah per liter di tempat pengecer.


Sementara itu, para pemuda mengadakan kegiatan Santa Claus dengan berkunjung ke rumah-rumah untuk memberi nasehat dan hadiah bagi anak-anak. Dalam kunjungannya, seorang pemuda dengan berpakain ala Santa Claus, yaitu berpakaian serba merah dengan rambut dan jambang putihnya dan tak lupa membawa tongkat, memberi hadiah bagi anak-anak yang baik. Santa Claus didampingi oleh Piet Hitam yang menjadi simbol penasehat galak bagi anak-anak yang nakal. Kegiatan Santa Claus ini biasanya dilaksanakan mulai tanggal 6 Desember hingga pertengahan Januari. Mereka berkeliling ke kota dengan kendaraan terbuka secara beriringan sambil membunyikan lagu-lagu natal dengan kuatnya.

Puncak keramaian perayaan Natal biasanya sudah dimulai seminggu sebelum Natal hingga bisa sampai dua minggu sesudah Tahun Baru. Pada saat itu, hampir semua rumah menjadi sibuk saling berkunjung ke tetangga atau handai taulan untuk memberi ucapan selamat Natal dan Tahun Baru sekaligus merayakan pesta pengucapan syukur. Lagu-lagu Natal terdengar riuh dari setiap rumah, sehingga suasananya pun benar-benar sangat meriah.

Kemeriahan Natal tidak hanya siang hari. Pada malam hari, banyak warga menyulutkan kembang api ke langit malam. Jika anda ingin melihat kemeriahan kembang api sebaiknya pada tanggal 25 Desember dan Malam Tahun Baru. Saat itu, sudah dipastikan akan terjadi pesta kembang api yang dilakukan secara spontan oleh masyarakat. Jika malam telah tiba, kemeriahan natal di setiap kolom atau lorong-lorong tampak begitu terang oleh hiasan oleh pohon-pohon Natal, baliho ucapan Natal dan lampion-lampion beraneka warna.


Suasana meriah perayaan Natal dan tahun Baru di bumi Nyiur Melambai ini memang tidak seramai di tempat-tempat lain. Justru kemeriahan ini lah yang menjadi daya tarik para wisatawan untuk datang ke Manado dan sekitarnya. Berburu sensasi dan suasana kemeriahan pengucapan syukur warga Minahasa saat menyambut dan merayakan Natal dan Tahun Baru, sungguh menjadi pengalaman yang mengasyikkan bagi siapa saja yang ingin berwisata di akhir Tahun.

Jika anda ingin berburu sensasi dan suasana Natal dan Tahun Baru sekaligus berwisata di akhir tahun, datanglah ke Manado dan sekitarnya. Wisata anda semakin lengkap dan semarak jika anda tidak melewatkan untuk berkunjung ke obyek-obyek wisata yang ada di Manado, Tomohon dan Minahasa.

 

( yubel)

Komentar ()
Berita Lainnya
Profil Perusahaan | © 2011 - 2023 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.