Opini
Cegah Kepunahan Kota Model Ekowisata
Dr (c) Ferol Warouw, ST. M.Eng
Direktur Pariwisata dan Lingkungan Intelektual Muda (Ilmu) Sulut Akademisi Unima, Kandidat Doktor Universitas Indonesia
 
Trend pembangunan global termasuk didalamnya pembangunan kota telah mengalami pergeseran fungsi. Pergeseran tersebut nampak pada berubahnya fungsi kota yang sebelumnya sebagai penyedia kota produksi (industri fisik) bergeser menjadi pusat penyedia kota konsumsi (industri jasa).
 
Trend pergeseran fungsi kota ini bisa dilihat pada beberapa kota besar dunia seperti Singapura dan Hongkong yang mengembangkan desain sebagai kota belanja, Milan sebagai kota fashion, Holywood sebagai kota film dan Dubai sebagai kota wisata. 
 
Pergeseran fungsi kota juga dialami oleh Kota Manado, hal ini tampak pada visi yang dikemukakan oleh pemerintah kota di bawah kepemimpinan Walikota Vicky Lumentut dan Wakil Walikota Harley “Ai” Mangindaan yaitu menjadikan Manado sebagai Kota Model Ekowisata. Visi menegaskan bahwa Kota Manado juga turut mengalami trend pergeseran fungsi kota produksi menjadi kota jasa pariwisata. Perubahan pola pengembangan industri kota jasa pariwisata tentunya perlu ditindaklanjuti dengan strategi pengembangan fokus pada core business pariwisata. 
 
Dilihat dari jumlah wisatawan manca negara yang berkunjung ke Indonesia, daya tarik wisata alam atau ekowisata masih kurang dibandingkan objek wisata budaya. Hasil survey Biro Pusat Statistik dan Puslitbang Departemen Parpostel, menunjukkan bahwa jumlah pengunjung wisatawan ke objek wisata budaya dan sejarah mencapai 51,3% dari kunjungan keseluruhan. Sedangkan objek wisata pantai, hanya dikunjungi oleh 11,12%, dan objek wisata gunung oleh 1,9% wisatawan. 
 
Menilik hasil survey tersebut dibutuhkan strategi jitu agar daya tarik wisata alam yang menjadi inti ekowisata mampu menarik minat lebih banyak wisatawan. Problematika lain dalam pengembangan pariwisata di Kota Manado adalah pengembangan pariwisata lebih didominasi oleh sistem pengelolaan atas inisiatif pemerintah. Belum nampak pengelolaan pariwisata atas inisiatif komunitas masyarakat. Padahal keberlanjutan pengelolaan pariwisata ditentukan oleh partisipasi aktif komunitas masyarakat. Jika kondisi ini terus menerus dibiarkan maka bisa dipastikan Manado Kota Model Ekowisata yang dicanangkan pemerintah sebagai visi kota akan punah seiring pergantian pemimpin kota. 
 
Kebutuhan model pengelolaan dan pengembangan pariwisata yang berbasis komunitas masyarakat mutlak dibutuhkan. Namun pengelolaan dan pengembangan pariwisata yang berbasis komunitas perlu menampilkan ciri khas tempat dimana model pariwisata tersebut dikembangkan. Sebab jika model pengembangan yang nampak konvensional dan hasil ciplakan pengelolaan tempat lain sudah barang tentu menurunkan minat dan ketertarikan para wisatawan. 
 
Sudah bukan rahasia lagi alasan kunjungan kunjungan wisatawan ke suatu tempat adalah untuk mencari hal yang unik dari kawasan wisata tersebut dan tidak dimiliki oleh kawasan wisata di tempat lain. Kebutuhan akan keunikan inilah yang mesti ditampilkan dalam model pengembangan suatu kawasan wisata agar menarik minat untuk dikunjungi wisatawan.
 
Komentar ()
Berita Lainnya
Profil Perusahaan | © 2011 - 2023 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.