Opini
"SEMANGAT" Permesta 55 Tahun Lalu Diperingati di Tondano

2 Maret 1957 Kol. Vence Sumual membacakan Deklarasi Permesta di Makasar, yang selanjutnya perjuangan (1957-1961) dibawah kepemimpinan trio Permesta yakni Vence Sumual, Joop Warouw dan Alex Kawilarang. 55 tahun kemudian tepatnya Jumat lalu 2 Maret 2012 bertempat dikediaman Bpk. LEFRAN KUMONTOY seorang komandan sebuah peleton Permesta (1957-1961), disponsori dan difasilitasi oleh GEMPAR (Gerakan Muda Penerus Permesta) yang diketuai oleh putri bungsu Lefran Kumontoy mengadakan syukuran dihadiri lebih dari 50 lansia ex. pejuang Permesta waktu itu, sebagian berseragam lengkap seperti disaat perjuangan (1957-1961).

 

Penulis, berkesempatan diundang oleh Bpk. Lefran Kumontoy sehari sebelumnya untuk turut hadir dalam acara tersebut. Bahkan penulis juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pesan-pesan kepada yang hadir. Pesan tersebut antara lain agar ex. pejuang permesta untuk tetap terus menerus mengangkat "SEMANGAT" Konsep sebuah Perjuangan Semesta 55 tahun lalu yang disesuaikan dengan persoalan masa kini, yang mencakup 3 hal penting antara lain :

 

1. Meneruskan "semangat permesta" untuk NKRI yang lebih baik dan lebih sejahtera.

 

2. Gerakan untuk mulai menanam dan mengembangkan pohon seho/aren sebagai Bio Ethanol alternatif pengganti BBM yang kian mahal (naik 1 April 2012 !!!) dan semakin langka (sesuai anjuran serta dorongan Vence Sumual kepada penulis setiap kali bertemu muka, sebagai generasi muda untuk masa depan bangsa).

 

3. Anjuran penulis kepada ex. pejuang permesta yg sudah uzur itu, bahwa perjuangan belum berhenti namun masih berlanjut, yakni untuk memulai gerakan mengingatkan, menghimbau dan menasehati kepada anak, cucu, teman, tetangga, siapapun untuk mengkonsumsi "captikus" yang tidak melebihi takaran yang wajar ( 1 skoli saja cukup, bukan 1-2 gelas!).

 

Dari para ex. pejuang permesta juga menyampaikan isi hati mereka saat acara kongkow2 (diskusi) antara lain persoalan pengakuan perjuangan mereka yang dianggap sebagai "pemberontak", sementara saat ini salah 1 konsep perjuangan permesta yakni Otonomi Daerah (+ hadirnya DPD-RI) telah dinikmati oleh hampir 500 Kabupaten/Kota se Nusantara, walaupun perkembangan Otda saat ini tidaklah sepenuhnya sesuai harapan konsep permesta saat itu, dikarenakan ulah segelintir oknum pejabat yang tidak mengerti dalam mengimplementasikan arti serta makna sesungguhnya dari Otonomi Daerah. Atau mungkin secara UU perlu memang didukung upaya adanya Amandemen Kelima UUD45 soal Otda yaitu "Perluasan" Otonomi Daerah.

 

Persoalan pengakuan perjuangan permesta (1957-1961), penulis menyampaikan suatu pemikiran serta upaya yang perlu dilakukan kedepan yaitu adanya upaya "rekonsiliasi" atas peristiwa 1957-1961 untuk kejelasan sejarah bagi generasi penerus bangsa kedepan.

 

Mudah-mudahan upaya penulis dengan pihak-pihak yang berkompeten di pusat pada tahun 2012 ini dapat terwujud. Sehingga nantinya pengakuan perjuangan para ex. permesta. bahkan pengakuan pada tingkat nasional atas kepahlawanan tokoh-tokoh pejuang asal Minahasa pada masanya, mendapatkan pengakuan sebagaimana mestinya. Mudah-mudahan!    

 

(Oleh Heinrich Rudolf Warouw - Pemerhati Permesta)


 

Komentar ()
Berita Lainnya
Profil Perusahaan | © 2011 - 2023 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.