Opini
Hamil di Luar Kandungan?

Dalam bahasa medis, hamil luar kandungan disebut juga Kehamilan Ektopik.  Keadaan dimana sel telur yang sudah dibuahi menempel tidak pada tempat yang seharusnya yaitu di dalam rongga rahim, itulah yang disebut Kehamilan Ektopik.  Hampir semua kehamilan Ektopik terjadi di dalam tuba Falopi, sehingga sering juga disebut kehamilan tuba.  Tapi pada beberapa kasus, kehamilan Ektopik dapat terjadi di indung telur (ovarium), leher rahim (serviks), pada luka bekas operasi aesar dan di dalam rongga perut.

Kehamilan Ektopik umumnya berakhir dengan proses keguguran.  Hal ini disebabkan karena organ dalam perut selain rahim, tidak dipersiapkan sebagai tempat untuk embrio bertumbuh kembang.  Oleh sebab itu, telur yang sudah dibuahi dalam kehamilan Ektopik tidak akan bisa berkembang dengan baik dan biasanya akan terjadi kematian embrio atau janin. Dilaporkan sekitar 16% kematian ibu akibat ‘kehamilan’ yang pecah dan menyebabkan pendarahan pada kehamilan Ektopik ini.

 

Apa penyebab kehamilan Ektopik ini?

Hasil pembuahan (zigot) akan melalui tuba Falopi dan menuju rongga rahim untuk menempel di sana.  Pada keadaan jalur tuba terblokir atau tersumbat, tuba Falopi akan gagal mendorong zigot menuju rahim sehingga akan tertahan dan terjebak di dalam tuba Falopi dan akan berkembang  di sana.

Ada beberapa faktor resiko yang mungkin menjadi penyebab kehamilan Ektopik, yaitu:

  1. Penyakit radang panggul kronik (Pelvic Inflammatory Disease/PID)
  2. Endometriosis
  3. Infeksi penyakit menular seksual
  4. Infeksi usus buntu
  5. Perlengketan pada bekas operasi sebelumnya
  6. Jaringan parut dari operasi sebelumnya
  7. Pernah mengalami kehamilan Ektopik sebelumnya
  8. Tumor kandungan
  9. Usia 35 tahun atau lebih
  10. Kehamilan dari proses bayi tabung (jarang)
  11. Merokok
  12. Pernah mengalami operasi  tuba (pembalikan steril)
  13. Ligasi tuba (sterilisasi) yang gagal
  14. Pemakaian kontrasepsi  IUD yang lama tanpa kontrol

 

Gejala apa yang harus diwaspadai?

Pada awal kehamilan, kehamilan Ektopik ini memberikan gambaran seperti kehamilan normal pada umumnya.  Pasien mengalami telat haid, mual dan muntah.  Ada 3 karakteristik utama dari kehamilan Ektopik ini yaitu: tidak munculnya siklus haid (amenorea), nyeri perut bawah (bisa di salah satu sisi atau keduanya) dan perdarahan jalan lahir (bisa ringan).  Namun hanya sekitar 50% wanita yang mengalami gejala tersebut.

Gejala lain yang perlu diperhatikan adalah:

  • Nyeri panggul
  • Nyeri  menjalar sampai bahu dan leher
  • Kadang sampai nyeri di selangkangan
  • Mual dan muntah
  • Nyeri kepala, pusing
  • Seringinginpingsan

Bila Anda mengalami perdarahan jalan lahir yang banyak dan disertai gejala syok (tubuh lemah, debar jantung cepat, pusing dan/atau pingsan, kulit pucat terasa dingin), segera bergegas ke Unit Gawat Darurat RS terdekat.  Syok biasanya disebabkan oleh kehilangan banyak darah akibat tuba Falopi yang robek/pecah dan memenuhi rongga perut.

 

Bagaimana cara mendiagnosis kehamilan Ektopik?

Semakin cepat kehamilanEktopik didiagnosis dan diterapi, akan semakin baik bagi Anda.   Terapi kehamilan Ektopik akan tergantung pada ukuran embrio, dan apakah Anda mengalami nyeri, perdarahan internal, atau gejala terkait lainnya.

Kehamilan Ektopik dapat didiagnosis dengan:

  • Pemeriksaan pelvik. Dokter dapat mendiagnosis adanya gumpalan atau pertumbuhan pada tuba Falopi yang mengindikasikan kehamilan Ektopik. Tes ini juga dilakukan untuk memeriksa ukuran rahim Anda. Pada kehamilan normal, ukuran rahim akan membesar, dan pada kehamilan Ektopik, rahim tidak atau sedikit membesar.
  • Ultrasonografi untuk melihat kondisi rahim dan tuba Falopi.  Tes ini adalah tes yang paling diandalkan untuk melihat di mana letak kehamilan, dan efektif untuk kehamilan tahap awal.
  • Tes darah untuk memeriksa kadar hormon. Pada kehamilan normal, human chorionic gonadotropin, atau hCG, meningkat setiap 2 hari. Kelainan pada kadar hormon dapat mengindikasikan kehamilan Ektopik atau keguguran.

 

 

Bagaimana cara mengatasi Kehamilan Ektopik?

Kehamilan Ektopik dapat ditangani tergantung seberapa dini kehamilan terdeteksi dan kondisi keseluruhan Anda:

  1. Jika tuba Falopi tidak pecah. Apabila kehamilan Ektopik didiagnosis secara dini, Anda dapat menghindari risiko pecahnya tabung Falopi. Pada kasus ini, ada beberapa pilihan penanganan:
  •  Obat-obatan: untuk menghentikan pertumbuhan jaringan kehamilan, seperti methotrexate, apabila memiliki kadar hormon kehamilan (β-hCG) kurang dari 5000 dan tidak ada aktivitas jantung  janin

 

  •  Operasi laparoskopik untuk membuat sayatan pada tuba Falopi, mengangkat embrio, dan memperbaiki kerusakan akibat perdarahan.

 

  1. Jika tuba Falopi pecah. Apabila janin telah bertumbuh cukup besar untuk merobek tuba, operasi darurat diperlukan untuk menghentikan perdarahan.  Operasi laparoskopi darurat bisa dilakukan bila Anda belum jatuh dalam keadaan syok berat.

 

3.Jika syok berat, maka diperlukan operasi laparotomi darurat (luka irisan kulit lebih lebar). Bila tuba dan indung telur rusak parah, Anda mungkin memerlukan operasi pengangkatanorgan tersebut.

 

Bagaimana cara mencegah terjadinya Kehamilan Ektopik?

Kehamilan Ektopik tidak dapat dicegah, namun Anda dapat mengurangi beberapa faktor risiko tertentu dan menjalani pola hidup sehat dan beberapa anjuran berikut:

  • Menjaga kebersihan alat kelamin
  • Tidak merokok atau berhenti  merokok sebelum kehamilan
  • Waspada tanda – tanda keputihan yang tidak normal
  • Berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat - obatan selama kehamilan
  • Mengurangi pemakaian cairan pembersih  vagina
  • Melakukan seks yang aman dengan membatasi  jumlah pasangan seksual
  • Menggunakan kondom saat berhubungan seks untuk mencegah infeksi menular seksual dan mengurangi risiko peradangan pelvis
  • Mengunjungi dokter sesuai jadwal

 

Bagaimana dengan kehamilan berikutnya?

Bila Anda mengalami kehamilan Ektopik, kemungkinan kehamilan berikutnya juga menjadi Ektopik akan meningkat sampai 15%. Dengan setiap kehamilan berikutnya, kemungkinan kehamilan Ektopik meningkat lagi.  Tapi jangan khawatir, wanita yang pernah mengalami kehamilan Ektopik memiliki peluang untuk hamil normal hingga 85%.  Anda hanya membutuhkan beberapa waktu untuk siap menjalani kehamilan berikutnya. Waktu yang dibutuhkan untuk program hamil bervariasi bergantung pada kesiapan psikologis dan kondisi masing - masing pasien. Pada umumnya program hamil boleh dimulai setelah 3 - 6 bulan pasca suntikan atau pembedahan dengan laparoskopi maupun laparotomi.

 

 

 

 

dr. Maya E. Mewengkang, SpOG

Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi

Siloam Hospitals Manado

Komentar ()
Berita Lainnya
Profil Perusahaan | © 2011 - 2023 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.