Opini
Investasi Gemilang di Era SHS

LEMBARAN kerja ekonomi Sulawesi Utara (Sulut) tahun 2011 akan segera ditutup. Sejumlah evaluasi kerja sepanjang tahun ini akan menjadi barometer dalam penyelenggaraan pemerintah di masa mendatang.

 

Bagi saya, masa depan ekonomi Sulut 2012 makin atraktif dibanding tahun ini. Berdasarkan data triwulan ketiga Badan Pusat Statistik (BPS) maupun Bank Indonesia Manado, pertumbuhan ekonomi tahun ini diproyeksikan mencapai 7,3 – 7,7 persen. Dalam hitungan kertas, kita optimis pertumbuhan ekonomi Sulut ke depan naik menjadi 8,5 persen bahkan lebih. Ini refleksi nyata kinerja ekonomi Sulut di bawah kepemimpinan Gubernur DR S.H Sarundajang. Dengan indikator, capaian dan trend ekonomi saat ini, pertumbuhan ekonomi di atas 8 % bukanlah hal yang sulit.

 

Sebagaimana uraian BPS, hasil terbesar pertumbuhan ekonomi saat ini lebih dominan dari sektor jasa perhotelan dan restoran, yakni mencapai 2 persen dari 21 persen total kontribusi sektoral. Pada tahun-tahun sebelumnya, sektor pertanian menjadi motor penggerak perekonomian daerah, kini sektor pertanian menyumbang 0,52 persen. Kita berharap sektor agro akan tumbuh kembali dan mampu mengkontribusi pertumbuhan ekonomi secara maksimal.

 

Apalagi pada Masterplan Percepatan, Perluasan, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (MP3EI) Sulut masuk dalam koridor Sulawesi sebagai pusat produksi dan pengolahan hasil pertanian, perkebunan dan perikanan nasional.  
 
Investasi Gemilang
 
Yang cukup menggembirakan nilai investasi yang terus naik. Angka investasi hingga triwulan ketiga 2011 (versi BPS) mencapai 28,90 %, meningkat dari 25,69 % tahun 2010 lalu. Tak bisa dipungkiri peran Gubernur DR S.H Sarundajang telah mampu menciptakan Sulut sebagai primadona investasi. Kepiawaian melakukan lobi dan membangun networking dengan investor besar baik dalam negeri maupun asing sudah dibuktikan. Sejumlah  pengusaha papan atas nasional yakni James Riady, Peter Sondakh, Chaerul Tanjung telah mengikat diri untuk berinvestasi di Sulut berkat lobi Bapak Gubernur SHS. Masih banyak lagi pengusaha besar nasional yang sedang melirik dan siap berinvestasi di Sulut.

 

Berikut sejumlah proyek PMA dan PMDN 2010 yang masuk ke Sulut antara lain yakni Industri Semen senilai Rp 1.1 triliun, industri pengolahan dan pengalengan Ikan senilai Rp 12.2 miliar, Perkebunan Kelapa Sawit dan Industri minyak kasar (Minyak makan) dari nabati (3 Proyek) bernilai 58.8 miliar USD, penangkapan ikan dan industri pengolah ikan senilai 1.3 juta USD, Industri Kimia Dasar senilai 400 ribu USD, Jasa pelaksana konstruksi, pembangkitan tenaga listrik, industri tangki senilai 1.9 juta USD, Pembangkit Listrik Tenaga Uap senilai 80.2 Juta USD, Pertambangan emas  (5 Proyek) senilai 182  juta USD, Jasa Akomodasi (Cottage) dan Wisata Tirta (2 Proyek) senilai 750 ribu USD, Pembangkit Tenaga Listrik senilai 11.2 Juta USD, Industri pembekuan ikan dan biota air lainya senilai 400  ribu USD.

 

Sementara itu mega proyek infrastruktur Sulut yakni pembangunan jalan tol Manado-Bitung dengan nilai investasi Rp 2,2 Triliun dimana pembebasan lahan dilakukan Pemerintah Daerah, proyek peningkatan pelabuhan Hub Internasional Bitung (Perluasan Dermaga Untuk Menampung 5 Kapal) senilai Rp 250 milyar, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung senilai Rp 600 milyar (sedang dalam tahap persiapan).

 

Menyangkut sektor pariwisata akan menjadi trend baru pertumbuhan ekonomi di Sulut. Sebagai daerah destinasi MICE, Sulut sedang menjadi tujuan primadona. Apalagi Sulut akan menjadi tuan rumah iven besar ASEAN Tourism Forum (ATF) 8-15 Januari 2012 yang akan melibatkan pemangku kepentingan pariwisata global. Ini peluang emas untuk memacu kunjungan wisatawan.

 

Apalagi tahun 2013 Sulut akan menjadi international Hub maskapai Lion Air yang berarti akan membuka pintu investasi yang luas. Kita berharap pariwisata akan tetap menjadi leading sector Sulawesi Utara.

 

Mengenai pengangguran, mulai ada perubahan mendasar turun menjadi 9,19 % dari angka 9,61 % tahun lalu. Sementara angka kemiskinan juga mulai turun, yakni dari 11,22 % turun di kisaran 8,51%, sehingga jauh dibawah angka nasional di kisaran 13  %. 

 

Sejumlah hal yang sudah dan sedang dibenahi oleh pemerintah provinsi terutama insitusi BKPMD yakni aturan tentang pembebasan lahan untuk investasi, pelimpahan kewenangan perizinan penanaman modal, penyederhanaan pelayanan perizinan (Waktu, Prosedur dan Biaya) melalui pendelegasian wewenang sebanyak 23 jenis perizinan yang telah dilimpahkan ke PTSP, fungsi pelayanan perizinan dalam proses integrasi dengan fungsi perencanaan penanaman modal, promosi dan pengendalian penanaman modal. Semua langkah ini tentu akan menjadikan Sulut sebagai tujuan investasi yang menarik ke depan.

 

Akhirnya saya ucapkan Selamat Natal 2011 dan selamat menyongsong Tahun baru 2012.
 
Pakatuan wo pakalowiren
 
Manado, 27 Desember 2011
 
Jackson Kumaat
Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang Investasi

Komentar ()
Berita Lainnya
Profil Perusahaan | © 2011 - 2023 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.