Opini
Memahami Pengembangan Ekowisata
Salah satu konsep pembangunan yang berorientasi pada konservasi lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat adalah konsep Ekowisata. Ekowisata merupakan salah satu bagian dari konsep pariwisata yang menitik beratkan pada lingkungan dan keberlanjutannya.
 
Konsep pengembangan pariwisata berbasis ekowisata diyakini memiliki kemampuan untuk membangun kawasan kota secara lebih berwawasan lingkungan. Prinsip pengembangan berbasis ekowisata didasarkan pada piagam pariwisata berkelanjutan (1995) yang menyebutkan bahwa pengembagan pariwisata bertumpu pada tiga pilar utama yakni dapat didukung secara ekologis, layak secara ekonomi dan adil secara etika dan sosial terhadap masyarakat.
 
Tujuan pengembangan ekowisata adalah untuk menyatukan dan menyeimbangkan beberapa konflik secara obyektif dengan menetapkan ketentuan dalam berwisata, melindungi sumber daya alam dan budaya serta menghasilkan keuntungan dalam bidang ekonomi untuk masyarakat lokal.
 
Konsep ini terdiri dari tiga komponen pokok yaitu pertama komponen pelestarian lingkungan (alam dan budaya),Kedua peningkatan partisipasi masyarakat, dan Ketiga meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan kawasan yang berwawasan lingkungan. 
 
Konsep ekowisata sukses dikembangkan di beberapa negara banyak negara berkembang seperti Korea, Singapura, Canada, Uni Emirat Arab  dan Brasil. Maksimalisasi konsep ekowisata menjadi andalan utama sebagai pemasok devisa. Indonesia sendiri mengalami perkembangan yang pesat dalam hal pariwisata. Hal ini dapat tercermin dari statistik kunjungan wisata dan pemasukan yang dihasilkan dari sektor ini dari tahun ke tahun. Melalui kunjungan wisatawan mancanegara saja dari tahun 2001 sampai 2008 memberikan pemasukan yang berkisar 5,4 – 7,4 juta US$ (Kementerian Pariwisata).
 
Sebagai konsep pengembangan pembangunan maka konsep berbasis ekowisata dianggap cocok untuk menjadi arahan pengembangan pembangunan kota Manado yang membutuhkan model pengembangan yang menjembatani persoalan degradasi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 
Namun studi untuk mendapatkan model pengembangan kawasan reklamasi pantai berwawasan lingkungan perlu dilakukan secara komprehensif agar keputusan dan kebijakan yang dilakukan akan sesuai dengan harapan bersama masyarakat kota Manado. 
 
 
Ferol Warouw (Studi S3 Lingkungan Universitas Indonesia) 
Komentar ()
Berita Lainnya
Profil Perusahaan | © 2011 - 2020 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.