Opini
Pencegahan Kanker Serviks

Di seluruh dunia kanker serviks merupakan kanker dengan jumlah terbanyak kedua pada wanita setelah kanker payudara. Bahkan di Negara berkembang setiap tahunnya ditemukan 500.000 kasus baru dan lebih dari 250.000 kematian.Serviks merupakan merupakan bagian terbawah  dari uterus (rahim) yang sebagian menonjol ke vagina, sehingga bagian bawahnya terletak di puncak dari vagina.

Penyebab dari kanker serviks adalah infeksi Virus HPV (Human Papiloma Virus). Infeksi HPV merupakan awal dari proses karsino genesis (terjadinya kanker) kanker serviks, yang melalui tahapan PraKanker serviks dan akhirnya menjadi kanker serviks. Diperlukan waktu yang cukup lama dari prakanker menjadi kanker serviks, beberapa kepustakaan menyebutkan berkisar 3 – 10 tahun. Beberapa faktor risiko meningkatkan terjadinya kanker serviks antara lain adalah :multipartner sexual, berhubungan seksual saat usia muda (< 16 tahun) dan kebiasaan merokok.  Faktor – faktor tersebut mempermudah terjadinya infeksi virus HPV sehingga bias menyebabkan kanker serviks.

Upaya pencegahan kanker serviks meliputi: Pencegahan primer dan Pencegahan sekunder.

Pencegahan primer adalah mencegah terjadinya infeksi virus HPV yang berpotensi terjadinya karsino genesis kanker serviks. Pencegahan primer meliputi pendidikan kehidupan yang higienis, asupan gizi yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh, pola kehidupan seksual yang normal. Salah satu upaya yang sangat efektif dan efisien dalam pencegahan primer kanker serviks adalah vaksinasi, meskipun biaya yang dibutuhkan cukup mahal.

Pencegahan sekunder adalah menemukan kelainan sel serviks setelah terinfeksi HPV atau dalam tahap lesi PraKanker Serviks. Penemuan lesi prakanker merupakan pencegahan sekunder yang dikenal dengan metode deteksi dini kanker serviks. 2 pemeriksaan deteksi dini kanker serviks yang popular saat ini adalah : pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asetat) dan pemeriksaan Pap Smear. Pemeriksaan IVA berbeda dengan pemeriksaan Pap Smear karena bias dilakukan di semua fasilitas kesehatan mulai dari tingkat Puskesmas sampai Rumah Sakit dan hasilnya dapat segera diketahui saat pemeriksaan sehingga sangat cocok dilakukan di daerah – daerah terpencil yang tidak ada fasilitas laboratorium. Sedangkan pemeriksaan Pap Smear untuk memperoleh hasilnya perlu dikirim ke laboratorium yang ada di kabupaten atau kota.

Namun kedua pemeriksaan ini masih menjadi andalan dalam rangka pencegahan kanker serviks melalui deteksi dini yaitu menemukan kelainan saat PraKanker serviks, sehingga apabila ditemukan masih dalam tahap PraKanker serviks maka dapat segera dilakukan pengobatan dan diperoleh angka kesembuhan yang sangat tinggi.

Dr. Joel Laihad, SpOG -(K) Onk

Spesialis Kebidanan dan kandungan, Konsultan Onkology

Siloam Hospitals Manado

Praktek setiap Rabu jam  17.00 – 19.00

Komentar ()
Berita Lainnya
Profil Perusahaan | © 2011 - 2017 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.