Opini
Pilgub Sulut, Jerry Sambuaga, dan “Arus Lippo”

 

 

 

 

Oleh: Viktus Murin

(Kolumnis/Mantan Sekjen Presidium GMNI)

 

Panggung politik Sulawesi Utara, harus diakui, selalu bergerak dinamis seiring dengan budaya demokrasi yang terus bertumbuh di tengah masyarakatnya. Karakter masyarakat politik Sulut yang egaliter, dan relatif cair dari sekat-sekat ideologis politik aliran,  telah mengakselerasi pertumbuhan sekaligus pelembagaan demokrasi di wilayah ini. Kendati begitu,  kualitas berdemokrasi di Sulut mesti terus ditingkatkan dari waktu ke waktu. Hal ini menjadi tanggung jawab berkelanjutan dari para elite politik Sulut, sudah tentu bersama-sama dengan segenap komponen masyarakat Sulut.

Dinamika politik itu pula yang hari-hari ini dirasakan warga Sulut, seiring dengan kian mendekatnya gelaran pemilihan kepala daerah (pilkada) secara  serentak pada 9 Desember 2015, yakni Pemilihan Gubernur Sulut dan Pemilihan Bupati/Walikota di delapan kabupaten/kota di Sulut.  Dalam artikel ini, penulis hanya mengulas seputar Pilgub Sulut. 

Manado Post, edisi Selasa 9 Juni2015, menurunkan headline berita dengan ulasan mencolok bahwa pertarungan politik yang seru dalam Pilgub Sulut kali ini justru tidak terjadi posisi Calon Gubernur (Cagub), melainkan justru pada posisi Calon Wakil Gubernur (Cawagub). Hasil survei yang dirilis sejumlah lembaga survei menunjukkan bahwa nama Olly Dondokambey, Cagub dari PDI-Perjuangan, memiliki elektabilitas atau tingkat keterpilihan paling tinggi, dibandingkan sejumlah nama lainnya.

Dari beberapa nama Cawagub yang bersaing, nama politisi muda sekaligus intelektual muda dari Partai Golkar, Jerry Sambuaga dianggap paling potensial melahirkan terbentuknya  koalisi kuat di parlemen, guna mendukung jalannya pemerintahan Provinsi Sulut lima tahun ke depan. Seperti diketahui, PDI-P dan Partai Golkar merupakan partai urutan satu dan dua peraih kursi terbanyak di DPRD Sulut. Jerry Sambuaga sendiri sudah resmi mendaftarkan dirinya sebagai Cawagub Sulut di Kantor DPD Partai Golkar Sulut pada mula Juni 2015 (Manado Post, Sabtu 6/6/2015).

Menjemput Era MEA

Sebelum memotret visi-misi serta program yang ditawarkan Jerry Sambuaga sebagai Cawagub Sulut, baiklah kita cermati siapa dan apa kiprah anak muda berusia 29 tahun ini. Jerry Sambuaga, dikenal sebagai seorang nasionalis muda dengan jaringan politik dan ekonomi yang luas. Dia mewarisi talenta politik dari sang ayahanda, Theo L Sambuaga
politisi kawakan yang berkarakter negarawan.

Mengenyam studi ilmu politik jenjang S-2 di Amerika Serikat, dan kini sedang menyelesaikan S-3 (masih dengan spesialisasi ilmu politik) di Universitas Indonesia, Jerry Sambuaga dipandang memikili wawasan perihal geo-politik dan geo-ekonomi dalam konfigurasi politik-ekonomi global. Halmana selaras dengan tantangan yang dihadapi Provinsi Sulut mengingat posisi geostrategisnya sebagai pintu gerbang (gateway) Asia-Pasifik. Apalagi dalam tahun 2015 ini Indonesia segera memasuki era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Dalam konteks inilah, Jerry Sambuaga oleh banyak kalangan dipandang cocok dan pas dalam mengemban tugas sebagai Wagub Sulut di masa datang, guna membantu Gubernur Sulut menjalankan tugas-tugas kepemimpinan di bidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan.

Sejauh pantauan penulis, Visi, Misi, dan Program yang diusung Jerry Sambuaga dalam kapasitasnya sebagai Cawagub Sulut, memiliki korelasi kuat dengan Visi-Misi  dan Program yang telah dijalankan oleh Gubernur Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dalam satu dekade terakhir.

Visi Jerry Sambuaga sebagai Cawagub Sulut antara lain Pertama; Mencapai Sulawesi Utara yang maju dan damai dalam wadah NKRI yang semakin kokoh dan sejahtera di era MEA, dan Pintu Gerbang Indonesia di kawasan Asia Timur-Pasifik. Kedua; Tercapainya penyelenggaraan pemerintahan di Sulawesi Utara yang efektif dan efisien serta berprestasi dengan memperkuat sinergi antara Gubernur/Wakil Gubernur,  pemerintah kabupaten/kota dan jajaran pemerintahan pada umumnya sesuai ketentuan Undang-Undang (UU) dan Peraturan yang berlaku. Ketiga; Mewujudkan Sulawesi Utara yang mengamalkan Pancasila dan berbasis karya dan kekaryaan yang sinergi dengan amanat Trisakti; yaitu berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang kebudayaan.

Misi Jerry Sambuaga antara lain Pertama; Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia (SDM) melalui pembangunan kualitas kesehatan dan pendidikan. Kedua; Mewujudkan kesejahteraan rakyat Sulawesi Utara dengan menciptakan iklim dan kemudahan investasi sehingga tersedia semakin banyak lapangan kerja di berbagai sektor. Ketiga; Melaksanakan manajemen pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan yang jujur, adil dan tanpa Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Keempat; Meningkatkan peran-serta masyarakat dalam menciptakan kerukunan, kedamaian  yang mengedepankan persatuan dan kesatuan. Kelima; Mempercepat pembangunan infrastruktur untuk menunjang percepatan pembangunan ekonomi kerakyatan.

Selain Visi dan Misi, Jerry Sambuaga mengintrodusir lima butir Program Unggulan, yakni; 1).Reformasi birokrasi berbasis kompetensi; 2).Peningkatan sektor pelayanan publik secara menyeluruh; 3).Pembangunan infrastruktur; 4).Pengelolaan lingkungan hidup; dan 5).Pemberdayaan sektor kelautan. Dalam berbagai kesempatan di ranah publik, Jerry Sambuaga memastikan bahwa Visi, Misi, dan Program Unggulan yang diusungnya akan disinergikan dengan Visi, Misi, dan Program Unggulan dari Cagub Sulut yang berpasangan dengan dirinya.

Kiprah Jerry Sambuaga di panggung politik, baik di kancah nasional maupun di Sulut dapat disebut cukup mumpuni. Saat ini, Jerry Sambauaga menjabat Ketua Departemen Kerjasama Internasional DPP Partai Golkar, juga Ketua DPP AMPI. Pada ajang Pemilu Legislatif 2014, sebagai Calon Anggota DPR-RI, Jerry Sambuaga berhasil meraup dukungan masyarakat Sulut hingga hampir mencapai 48.000 suara! Perhatian Jerry Sambuaga terhadap Sulut amatlah besar, diantaranya dengan terjun menjadi Dosen FISIP Unsrat sejak 2011 hingga sekarang. Kepedulian Jerry Sambuaga pada kampung halamannya Sulut, dia buktikan pula dengan mengemban tanggung jawab sebagai Wakil Ketua Umum Generasi Penerus Perjuangan Merap Putih 14 Februari 1946, dan Ketua Umum Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Minahasa di Djakarta/IPPMMD.

Melancarkan Keran Investasi

Mantan Walikota Manado, Wempie Fredrick berpendapat merupakan hal yang sangat ideal untuk Provinsi Sulut apabila Olly Dondokambey berpasangan dengan Jerry Sambuaga dalam Pilgub Sulut kali ini. Olly adalah politisi senior dan berpengalaman, sedangkan Jerry politisi muda dengan banyak talenta termasuk akses investasi swasta (Manado Post, 12/6/2015).

Bila dicermati lebih seksama, pernyataan Wempie Fredrick bahwa Jerry Sambuaga menjadi “akses investasi swasta”, merupakan pernyataan yang wajar dan logis, mengingat faktor genetik antara Jerry Sambuaga dengan sang ayahanda Theo L Sambuaga, yang tidak lain adalah Presiden Direktur Lippo Group.

Sejauh ini, Lippo Group merupakan kelompok usaha terkemuka nasional yang secara nyata telah memilih Sulut, khususnya Manado sebagai sentra investasi dan ekspansi bisnisnya di kawasan timur Indonesia. Artinya, Jerry Sambuaga boleh disebut sebagai “faktor kunci yang bisa melancarkan keran investasi” Lippo Group di Bumi Nyiur Melambai. Dalam hitungan waktu beberapa tahun saja, nilai investasi Lippo Group di Sulut telah menembus angka fantastis, yakni Rp10,1 triliun!

Melalui berbagai sektor usaha ekonomi seperti bisnis ritel, properti/perumahan, sektor pendidikan, sektor kesehatan, sektor jasa perbankan, dan pelayanan sosial melalui CSR  (corporate social responsibility), Lippo Group telah berhasil memainkan peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah di Sulut, khususnya di Kota Manado, dengan berhasil  menyerap tenaga kerja mencapai 15.000 orang! Atas kontribusi atau sumbangsih multi-usaha Lippo Group ini, Walikota Manado GS Vicky Lumentut, baru-baru ini secara terbuka menyatakan rasa respeknya, bahwa Lippo Group berperan besar menekan angka pengangguran di Manado.

Berikut ini rekaman data mengenai detil investasi Lippo Group di Sulut, yang disampaikan oleh Presdir Lippo Group Theo L.Sambuaga, sebagaimana dilansir oleh media massa, saat acara Penandatangan Kerjasama Pembangunan Fasilitas Publik oleh Lippo Group (diwakili oleh Theo L Sambuaga) dan Pemerintah Kota Manado (diwakili Walikota Vicky Lumentut), awal Juni ini. 

Theo L Sambuaga merinci, untuk tiga Hypermart yang telah beroperasi di Manado, nilai investasinya mencapai Rp 200 miliar dengan menyerap tenaga kerja langsung berjumlah 400-an orang. Untuk Matahari Department Store (MDS), nilai investasinya Rp 300 miliar dengan serapan tenaga kerja 1.200 orang. Hotel Aryaduta yang bernilai investasi Rp 1,5 triliun menyerap sedikitnya 1.200 orang.  Rumah Sakit Siloam bernilai Rp 300 miliar menyerap 1.100 tenaga kerja, termasuk para dokter spesialis dan tenaga paramedis.

Dalam waktu dekat, Lippo Group segera membangun proyek mixed-use Monaco Bay di pusat bisnis Boulevard dengan empat tower utama bernilai Rp 6 triliun.  Proyek Monaco Bay menyerap tenaga kerja sampai 5.000 orang, mulai dari pembangunan fisik hingga operasional. Menyusul Monaco Bay, Lippo Group  segera melakukan launching proyek hunian Holland Village senilai Rp1,3 triliun, yang menyerap tenaga kerja 5.000 orang. Ini belum termasuk proyek pembangunan superblok bernuansa mixed-use di Kota Bitung bernilai Rp.900 miliar, yang penandatangan kerjasamannya sudah dilakukan dengan Walikota Bitung Hanny Sondakh.

Lippo Group juga berkomitmen memberikan atensi yang kuat terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Komitmen ini selaras dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong tumbuhnya para pengusaha kecil-menengah di Sulut.  Selain di Sulut, mapping ekspansi bisnis Lippo Group juga menyebar di banyak provinsi yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, hingga Papua.

Menyaksikan eksistensi dan ekspansi Lippo Group di Sulut melalui peran Theo L Sambuaga, yang tidak lain adalah ayahanda dari Jerry Sambuaga, maka wajarlah apabila sejumlah pengamat mengaitkan keran investasi Lippo Group dengan keberadaan Jerry Sambuaga. Dalam diksi yang lain, sosok Jerry Sambuaga dipandang identik dengan “arus” Lippo Group di wilayah Provinsi Sulut!

*) Artikel ini telah dimuat secara bersambung di Harian MANADO POST, edisi Kamis 18 Juni dan Jumat 19 Juni 2015.

 

 

 

Komentar ()
Berita Lainnya
Profil Perusahaan | © 2011 - 2023 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.