Opini
REVILITASI TATA KOTA DALAM RAIH ADIPURA

Penulis: Donald Audy Rewah

 

Berbagai usaha bahkan kinerja dalam menumbuh kembangkan keindahan dalam membangun kawasan perkotaan bahkan kawasan baru untuk mengubah infra struktur menjadi statemen Pemerintah dalam opini yang sampai saat ini menjadikan keindahan kota dalam rangkah meraih adipura, dengan berbagai kerja keras di lakukan demi terwujutnya peran serta masyarakat dalam membenahi infra stuktur.seiring dengan itu Pembangunan kota memerlukan 2 instrumen penting, yaitu pertama development plan dan kedua development regulation.

 

Tanpa kedua instrument tersebut maka pembangunan kota tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Development plan adalah rencana tata ruang kota yang umumnya di semua negara terdiri dari 3 jenjang rencana yang baku, yaitu rencana makro, rencana meso dan rencana mikro. Sedangkan development regulation atau peraturan zonasi adalah suatu perangkat peraturan yang dipakai sebagai landasan dalam menyusun rencana tata ruang mulai dari jenjang rencana yang paling tinggi (rencana makro) sampai kepada rencana yang sifatnya operasional (rencana mikro) disamping juga akan berfungsi sebagai alat kendali dalam pelaksanaan pembangunan kota. Demikian dikutip dari Imazu,sejalan dengan itu proses pembentukan tata ruang sangat di perlukan,Revitilasi dalam pengertianya yaitu proses, cara, dan perbuatan menghidupkan kembali suatu hal yang sebelumnya kurang terberdaya.

 

Sebenarnya revitalisasi berarti menjadikan sesuatu atau perbuatan menjadi vital. Sedangkan kata vital mempunyai arti sangat penting atau perlu sekali (untuk kehidupan dan sebagainya).Ada beberapa aspek lain yang penting dan sangat berperan dalam revitalisasi, yaitu penggunaan peran teknologi informasi, khususnya dalam mengelola keterlibatan banyak pihak untuk menunjang kegiatan revitalisasi.memang dalam meraih Adipura bukan hal yang gampang,saya sebagai penulis sangat merindukan apa yang dinamakan Adipura,dimana Penilaian Adipura bukan hanya penilaian pisik saja tetapi juga non pisik.

 

Penilaian pisik meliputi pisik kebersihan, keteduhan, kwalitas air, udara dan pengelolaan sampah dilokasi yang menjadi titik-titik pantau antara lain pada jalan protocol, jalan arteri, perumahan, pertokoan, sekolah, puskesmas, rumah sakit, perkantoran, terminal, pasar, pelabuhan, taman kota, sungai, pemukiman pasang surut, TPS dan TPA.

 

Sedangkan penilaian non pisik meliputi Anggaran, Hukum dan Kebijakan Pemerintah Daerah.di dalam segi ini sangat di butuhkan peran Masyarakat dan stake Holder pada umumnya sehingga proses Revitalisasi benar-benar mendapat dukungan masyarakat.

 

Seperti halnya posisi Pemerintah dalam hal ini Gubernur, Bupati/walikota benar-benar memiliki peran pemimpin dalam pembangunan,sebab Pemimpin kedepan sudah tentu perlu mendapat apresiasi masyarakat di mana kita lihat pemimpin yang berani mengambil kebijakan,dan melakukan penataan,dengan menjawab setiap kerinduan masyarakat hal inilah yang diharapkan.

 

Dengan dukungan mekanisme kontrol/pengendalian rencana revitalisasi harus mampu mengangkat isu-isu strategis kawasan, baik dalam bentuk kegiatan/aktifitas sosial-ekonomi maupun karakter fisik kota.

 

Rancang kota merupakan perangkat pengarah dan pengendalian untuk mewujudkan lingkungan binaan yang akomodatif terhadap tuntutan kebutuhan dan fungsi baru.

 

(bk3)

 

 

Komentar ()
Berita Lainnya
Profil Perusahaan | © 2011 - 2023 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.