Opini
Silsilah Pahlawan Nasional , BW LAPIAN Oleh: Y.F. Rocky Mapaliey Pemerhati Silsilah dan Sejarah Minahasa
Bernard Wilhelm Lapian, lahir di Kawangkoan-Minahasa pada tanggal 30 Juni 1892. Ayahnya bernama Enos Lapian (Kepala Sekolah Gouvernement School di Kawangkoan) dan Ibunya bernama Petronella Geertruida Mapaliey (anak dari August Mapaliey, Hukum Tua Bintang Lansot-Tareran).

Ayah dari Enos Lapian bernama Jafet Lapian (Hukum Tua Lansot sebelum August Mapaliey). Jadi dalam diri BW Lapian mengalir darah pemimpin yang mana ayahnya adalah seorang Kepala Sekolah dan kedua opanya adalah Hukum Tua. BW Lapian anak ke-5 dari 13 bersaudara.

Kedua orangtuanya mendidik anak-anaknya harus sekolah untuk bisa mempunyai kehidupan yang lebih baik. Adik-adik BW Lapian antara lain: Bert J Lapian (Walikota Manado 1952-1953), Mien Sumampouw-Lapian (Hukum Besar/Kepala Distrik Kawangkoan 1958-1960) dan Emiel J Lapian (Duta Besar muda di PBB 1960).

BW Lapian kemudian menikah dengan Anna Maria Pangkey, anak Aristarkus M Pangkey, Kepala Sekolah Kweekschool di Kuranga-Tomohon) dan Magdalena Legi (anak dari Albert Legi, Hukum Tua Bintang Lelema) beristri Sumual dari Suluun.

Pernikahan mereka dikaruniai 5 orang anak: alm.Prof.Dr.Adrian B Lapian (Sejarahwan Maritim dari LIPI), Willy Lapian (Kel.Lapian-Mangindaan); Enos “Nono” Lapian (Kel.Lapian-Taulu), Prof.Dr.Wies Gandhi-Lapian (Guru Besar FHUI dan mantan Anggota DPR/MPR tahun 1978-1983) bersuami alm.Gandhi (mantan Kepala BPKP), dan Capt.Albert J Lapian (pensiun Pejabat Tinggi di Perhubungan Laut yang juga Direktur/Ketua Akademi Maritim Indonesia ; dalam Kel.Lapian-Laloan).

Sebelumnya BW Lapian bekerja di perusahaan pelayaran KPM (Koninlijke Paketvaart Maatschapij). Selain itu BW Lapian juga mendirikan Surat Kabar Fadjar Kemadjoean dan Pangkal Kemadjoean.

BW Lapian menjadi Anggota Minahasa Raad dan kemudian menjadi Anggota Volksraad (anggota DPR RI jaman Belanda). Pada tanggal 29 Oktober 1933 bersama-sama dengan Joseph Jacobus, Talumepa, Boudewijn Warouw, NB Pandean dan beberapa lainnya BW Lapian mendirikan Gereja KGPM (Kerapatan Gereja Protestan Minahasa) di Waakan.

Gereja Independen berjiwa nasionalis dan lepas dari mental kolonial. Yang mana BW Lapian lama menjabat sebagai Ketua Pucuk Pimpinan KGPM.

Tanggal 14 Februari 1946 meletus peristiwa Merah Putih di Manado-Minahasa BW Lapian sebagai Kepala Distrik Manado mendukung perjuangan militer yang dilakukan Ch.Taulu, SD Wuisan dkk.

Yang mana Tangsi Militer Belanda di Teling bisa direbut dan ditandai dengan pengibaran bendera merah putih di Manado dan Minahasa.

Pimpinan Militer, Fourier Charlie Taulu sendiri adalah kemenakan dari BW Lapian (karena Helena Waney-Mapaliey, nenek dari Ch.Taulu, kakak beradik dengan Ibu dari BW Lapian). Karena peristiwa Merah Putih ini, BW Lapian ditangkap dan dipenjarakan di Tangsi Teling, kemudian Cipinang dan terakhir di Sukamiskin.

Sekeluarnya dari penjara pada tahun 1950, BW Lapian diangkat menjadi Gubernur Sulawesi yang ke-2 menggantikan Sam Ratulangi.

Oleh Presiden Soeharto, BW Lapian mendapat Penghargaan Bintang Mahaputera Pratama pada tanggal 13 Agustus 1976. BW Lapian meninggal dunia di Jakarta pada tanggal 5 April 1977 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata.

Pada hari Kamis 5 November 2015, BW Lapian resmi mendapat Gelar Pahlawan Nasional, yang diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo kepada putri almarhum Prof.Dr.Wies Gandhi-Lapian di Istana Negara, Jakarta.
Komentar ()
Berita Lainnya
Profil Perusahaan | © 2011 - 2018 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.