Hukum

Polri Tahap II Kasus Suap Jual beli Jabatan, Bupati Nganjuk Dkk Segera Disidang

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Thursday, 08 July 2021 18:54   150 kali
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono
JAKARTA (BK) : Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dit Tipidkor) Bareskrim Polri melakukan pelimpahan tahap II atau penyerahan barang bukti dan tersangka, kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk Provinsi Jawa Timur ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung (Kejagung). 
 
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan bahwa, pelimpahan tahap II itu dilakukan setelah Kejagung menyatakan berkas Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat dan enam tersangka lainnya, lengkap atau P-21. Mereka langsung dibawa ke Nganjuk untuk diserahkan kepada JPU Kejagung di Kejari Nganjuk. 
 
“Pada tanggal 5 Juli Kejagung menyatakan berkas penyidikan lengkap atau P-21. Hari ini sampai Surabaya didampingi JPU dari Kejagung dan menuju ke Nganjuk lewat transportasi darat dengan protokol kesehatan yang ketat,” kata Argo kepada wartawan, Jakarta, Kamis (8/7/2021).
 
Dengan dilakukannya proses tahap II ini, Bupati Nganjuk dan enam tersangka lainnya bakal segera disidang. Selama proses penyidikan, kata Argo, penyidik Dit Tipidkor Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan sebanyak 49 saksi, tiga saksi ahli dan melakukan penggeledahan serta melakukan penyitaan terhadap sejumlah uang dan dokumen. 
 
"Selanjutnya terhadap tujuh tersangka tersebut dilakukan penahanan oleh pihak Kejagung di rumah tahanan negara Polda Jawa Timur," ujar Argo.
 
Dalam kasus ini, KPK bersama Bareskrim Polri telah menetapkan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat (NRH) sebagai tersangka dugaan suap terkait pengisian jabatan dilingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk Provinsi Jawa Timur. Selain Novi, KPK dan Bareskrim Polri juga telah menetapkan 6 orang lainnya sebagai tersangka.
 
Mereka yakni Camat Pace Dupriono (DR), Camat Tanjungnaom Plt. Camat Sukomoro Edie Srijato (ES), Camat Berbek Haryanto (HY), Camat Loceret Bambang Subagio (BS), Mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo (TBW), dan Ajudan Bupati Ngajuk M. Izza Muhtadin.
 
Dalam kasus ini, Bupati Nganjuk dan ajudannya disangka Pasal 5 ayat (2) dan atau Pasal 11 dan/atau  Pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Korupsi yang diubah dan ditambah melalui UU Nomor 20 Tahun 2021 Tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Korupsi Jo  Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sedangka tersangka lima camat disangka Pasal 5 ayat (1) huruf A dan atau B dan Pasal 13 UU 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 tahun 2021 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
(acha/bk-8)
Komentar ()
Berita Hukum
Hukum
28 Jun 2021 / dibaca 124 kali
MANADO (BK) : Gara-gara dijanjikan untuk menjadi Foto Model, seorang siswi SMA di Kota Manado malah menjadi korban pencabulan. Jingga (15),...
Hukum
28 Jun 2021 / dibaca 105 kali
MANADO (BK) : VML alias Marshal (20), diringkus Tim Paniki Polresta Manado atas dugaan kasus pengancaman dengan senjata tajam (sajam). Dia...
Hukum
28 Jun 2021 / dibaca 550 kali
MANADO (BK) : Komandan Korem 131/Santiago, Brigjen TNI Prince Meyer Putong memimpin upacara serah terima jabatan (Sertijab) Kodim...
Hukum
25 Jun 2021 / dibaca 296 kali
MANADO (BK) : Satuan Reserse Narkoba Polresta Manado menangkap seorang warga negara asing (WNA) asal Finlandia berinisial JPA (49), di sebuah...
Hukum
22 Jun 2021 / dibaca 166 kali
MANADO (BK) : Tim Paniki Polresta Manado menangkap FL (16), warga Kelurahan Lawangirung, Lingkungan III, Kecamatan Wenang atas dugaan kasus...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2021 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.