Manado

Ketua FKUB Sulut: Kekuatan Agama Bentengi Masyarakat dari Propaganda ISIS

Oleh : Redaksi, beritakawanua.com
Tuesday, 06 April 2021 21:20   48 kali
Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulut, Pdt Lucky Rumopa. (foto: acha)
 
 
 
MANADO (BK) : Penanggulangan Terorisme, Radikalisme dan Inteloransi terus dilakukan di Indonesia. Pemerintah terus bahu membahu dengan TNI dan Polri untuk memberantasnya.
 
Di Sulawesi Utara (Sulut) yang terkenal dengan kerukunan antar umat beragamanya, pemerintah terus berusaha untuk tidak terpancing dengan propaganda-propaganda yang dilancarkan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) melalui rangkaian terror seperti bom bunuh diri.
 
Seperti dikatakan Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulut, Pdt Lucky Rumopa. Menurutnya, cara terbaik untuk membendung propaganda tersebut adalah dengan kekuatan agama.
 
Dimaksudkannya, kekuatan agama bila bersama-sama membangun fanatik ke dalam, maka tiap pemeluk agama akan kuat sesuai dengan ajarannya masing-masing.
 
“Dengan demikian akan sulit untuk terprovokasi mengingat agama adalah jalan masing-masing keyakinan untuk memilih hidup di balik akhirat dan bukan di dunia,” ujar Pdt Lucky kepada beritakawanua.com, Selasa (6/4/2021).
 
Itulah sebabnya ia mengatakan mengapa kekuatan ISIS tidak akan terpengaruh saat mengklaim diri di dunia dengan berbagai propaganda seperti memiringkan ajaran agama menjadi adu kebencian yang sangat bertentangan dengan sikap Tuhan yang maha baik, yang menjunjung tinggi nilai kasih dan rahmat diantara manusia.
 
“Oleh sebab itu, membangun kerukunan bukan dengan mengekploitasi ajaran kepada orang lain dengan paksa atau ancaman, tapi dengan membangun rasa kebersamaan sebagai ciptaan yang sama dengan menghargai perbedaan dan menerima,” terang Pdt Lucky.
 
Sebagai forum yang difasilitasi oleh pemerintah, Pdt Lucky kemudian mengajak seluruh pengurus FKUB yang ada di Kabupaten dan Kota, khususnya di Kota Manado untuk dapat bersinergi dalam membangun kerukunan antar umat beragama sebagai benteng untuk menolak masuknya ajaran radikal.
 
Sementara itu, penanggulangan terorisme, radikalisme dan intoleransi memang merupakan program prioritas Polri. Ada dua acuan penanganan kasus intoleran, radikalisme agama dan terorisme, yaitu pencegahan dengan cara represif, dan penanganan yang lebih mengedepankan tindakan persuasif.
 
Kedua model pendekatan ini memang memiliki nilai dan kesamaan dari sisi tujuannya yaitu membentengi masyarakat agar bisa hidup aman, damai dan sejahtera.
 
Metode acuan penanganan ini juga dalam rangka penegakan supremasi hukum terhadap kelompok radikal dan anti Pancasila. Bila nantinya ada aksi terosisme atau radikalisme, maka pihak TNI dan Polri akan menangkap pelaku teror atau melakukan eksekusi terhadap mereka yang terbukti melakukan  tindakan yang mengganggu stabilitas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 
(acha/bk-8)
 
Komentar ()
Berita Manado
Manado
19 Oct 2020 / dibaca 323 kali
MANADO (BK) : Totalitas seorang Jurani Rurubua tidak perlu diragukan lagi dalam mendukung pemerintah untuk memerangi penyebaran coronavirus...
Manado
18 Oct 2020 / dibaca 328 kali
Ketua Umum Reskom Garuda Siaga, Jemmy Ringkuangan saat melantik pengurus Reskom Garuda Siaga Kota Bitung beberapa waktu lalu. (foto: elnusa)...
Manado
24 Sep 2020 / dibaca 323 kali
      MANADO (BK) : Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Manado menggelar acara sosialisasi keamanan...
Manado
19 Sep 2020 / dibaca 383 kali
MANADO (BK) :  Musyawarah Besar (Mubes) Laskar Manguni Indonesia (LMI) pertama yang digelar di Ballroom Novotel Grand Kawanua, Jumat...
Manado
18 Sep 2020 / dibaca 454 kali
MANADO (BK) :  Musyawarah Besar (mubes) VII Ikatan Nyong dan Noni Sulawesi Utara (INNS) yang bertempat di C’est Lavie Resto Miracle...
Profil Perusahaan | © 2011 - 2021 BeritaKawanua.com - Terdepan Mengabarkan Fakta.